===== BAB 25: Dokter Pemblokir Ingatan =====
Klinik yang dikosongkan tidak lagi kosong; ia dipenuhi bukti bahwa seseorang mencoba menghapus ingatan dengan obat dan arsip dengan api.
Dokter Mahesa menerima pemeriksaan di ruang panti yang terang. Ahli kapasitas memastikan ia memahami siapa yang bertanya, hak untuk berhenti, dan akibat jawabannya. Stroke menghambat ujaran, bukan seluruh kemampuan mengingat.
Pertanyaan disampaikan satu per satu. Mahesa mengenali foto klinik, Ratna, dan Surya. Ketika foto Bagas diletakkan, tangan kanannya bergetar. Ia meminta papan huruf dan mengeja kata mengawasi.
Mahesa mengaku memberikan obat kepada Reza setelah cedera. Dosis pertama untuk mencegah kejang dapat dibenarkan. Dosis berikutnya diberikan agar pasien sulit membentuk urutan ingatan ketika Bagas menanyakan map faktur dan percakapan dengan Seno.
Ia tidak memakai istilah menghapus memori. Menurutnya, tidak ada obat yang bekerja serapi itu. Bagas menginginkan kebingungan, lalu dokter lain mengulang cerita kecelakaan motor sampai Reza menggunakannya sebagai pegangan.
Surya menandatangani formulir awal. Mahesa mengatakan Surya mengetahui sedasi, tetapi belum tentu mengetahui sesi sugesti. Pada malam kedua, Surya memprotes dosis dan dikeluarkan oleh keamanan Bagas. Keterangan itu dapat meringankan satu bagian peran Surya tanpa menghapus keputusannya menyembunyikan Reza.
Pembela meminta nama dokter lain. Mahesa mengeja K-A-R-T-A. Arsip izin menunjukkan Dokter Karta meninggal lima tahun lalu. Catatan keluarganya disita melalui prosedur, dan buku harian profesionalnya memuat kode A-19 serta pembayaran dari Dimas.
Mahesa mengakui menerima uang yang sama. Ia membeli rumah dan tetap diam setelah klinik tutup. Penyakitnya tidak menghapus keuntungan atau kebisuan itu. Jaksa menunda keputusan dakwaan sampai kapasitas serta batas waktu hukum ditelaah.
Ratna diperiksa pada hari berbeda agar kesaksian mereka tidak saling menyesuaikan. Ia mengingat Mahesa menurunkan satu dosis diam-diam dan menyimpan sampel darah. Sampel tersebut tercatat dikirim ke laboratorium universitas dengan nama palsu.
Universitas masih memiliki blok serum beku dari penelitian lama. Hakim mengizinkan pencarian berdasarkan kode, bukan membuka seluruh bank biologis. Satu tabung A-19 ditemukan dengan rantai penyimpanan yang terputus dua hari ketika laboratorium pindah gedung.
Ahli toksikologi tetap dapat menguji degradasi serta membandingkannya dengan catatan. Hasil menunjukkan kombinasi sedatif dan senyawa eksperimental dalam rentang yang mungkin mengganggu memori baru. Karena celah kustodi, tabung digunakan sebagai pendukung, bukan bukti tunggal.
Reza menerima hasil melalui dokter. Ia bertanya apakah semua pilihannya setelah usia sembilan belas merupakan hasil obat. Dokter menjawab tidak. Efek akut tidak menentukan hidup seseorang tujuh belas tahun kemudian, meski trauma dan kebohongan dapat meninggalkan akibat panjang.
Jawaban itu membuatnya menangis, bukan karena memperoleh penjelasan lengkap, melainkan karena ilmu menolak memberinya alasan lengkap. Ia masih harus menilai keputusan yang dibuat saat dewasa, termasuk cara ia memakai kekuasaan sebelum bertemu Nadya.
Nadya menunggu di luar sesi dan tidak meminta rincian medis. Reza hanya mengatakan ia ingin melanjutkan terapi. Mereka berjalan pulang dengan jarak kecil di antara tangan, lalu Reza bertanya sebelum menyentuhnya.
Mahesa menjalani sesi kedua untuk mengidentifikasi pembayaran. Ia menunjukkan Dimas sebagai pihak yang memberi perintah melalui Bagas. Namun ketika ditanya tanggal, ia keliru satu tahun. Dokumen bank memperbaiki waktu tanpa mengubah siapa pengirimnya.
Pengacara Dimas menyebut kesaksian orang sakit tak dapat dipercaya. Ahli kapasitas menjelaskan kemampuan bukan sakelar hidup atau mati. Mahesa dapat menjawab sebagian hal, gagal pada bagian lain, dan setiap jawabannya harus disokong bukti.
Panel menolak menayangkan rekaman wajah Mahesa. Transkrip disediakan dengan catatan jeda dan metode papan huruf. Publik berhak mengetahui dasar putusan, bukan menonton kerentanan medis seorang saksi.
Sebelum mengakhiri pemeriksaan, Mahesa meminta menyampaikan satu kalimat. Ia mengeja bahwa Reza berulang kali menyebut Seno menyelamatkan daftar. Arman mencatatnya sebagai ingatan saksi yang belum terverifikasi, bukan kebenaran yang otomatis diwariskan.
Di buku Karta, Ayu menemukan gambar rute dari klinik menuju Hangar Tujuh dan tulisan obat bukan satu-satunya kunci. Rute itu mungkin berasal dari cerita Reza ketika setengah sadar.
Nadya menyalin peta untuk dibandingkan dengan log kapal. Ia menolak meminta Reza mengingat paksa. Jika masa lalu hendak kembali, ia harus datang melalui bukti yang dapat diuji dan ingatan yang diberi batas.
Mahesa meminta kesempatan mengoreksi satu nama. Orang yang ia sebut petugas Bagas ternyata pengemudi klinik lain. Ia mengenali kekeliruan setelah melihat foto tanpa seragam. Koreksi masuk transkrip dan dugaan terhadap pengemudi dicabut.
Kesalahan itu memperkuat alasan memakai dokumen pendukung. Jadwal jaga menunjukkan Bagas sendiri hadir pada malam yang dimaksud. Tim tidak mempertahankan identifikasi lemah hanya karena kesimpulan umum tetap sama.
Reza memilih tidak menonton rekaman Mahesa. Ia membaca ringkasan yang telah disaring dokter dan bertanya tentang implikasi kesehatan jangka panjang. Ahli menjelaskan terapi berfokus pada fungsi serta trauma kini, bukan mengejar cerita lengkap dengan segala harga.
Nadya menyimpan salinan protokol persetujuan, bukan hasil medis. Ia dan Reza sepakat kedekatan tidak memberinya hak mengetahui dosis atau diagnosis. Jika Reza ingin berbagi, ia akan memilih waktu serta bagian sendiri.
Mahesa menerima perawatan tanpa syarat melanjutkan kesaksian. Jika kapasitasnya menurun, bukti dokumen tetap diuji dan dirinya tidak dipaksa.
Kesaksiannya berhenti tepat ketika kapasitasnya berhenti.
Dokter pemblokir ingatan telah bicara, tetapi ingatan Reza tidak akan dijadikan saksi tunggal.