===== BAB 24: Klinik yang Dikosongkan =====
Nama Nadya dipulihkan sementara, tetapi klinik yang dikosongkan menyimpan nama-nama yang bahkan belum pernah dikembalikan.
Bangunan itu terdaftar sebagai pusat rehabilitasi tidur. Izin operasinya berakhir delapan tahun lalu, tetapi listrik dan air dibayar perusahaan cangkang Cakrawala. Polisi memasang garis bukti tanpa mengumumkan alamat kepada media.
Di dinding terdapat dua puluh tujuh nomor. A-19 salah satunya. Nomor lain tidak langsung dianggap pasien karena dapat berarti kamar atau sampel. Tim kesehatan mengambil alih identifikasi agar penyidik pidana tidak membuka riwayat medis secara serampangan.
Tempat tidur yang hangat ternyata memakai selimut berpemanas dengan pengatur waktu. Tidak ada bukti seseorang baru saja berbaring. Bagas sengaja menciptakan kesan pelarian terburu-buru untuk menghabiskan jam pertama pencarian.
Ayu memeriksa panel listrik dan menemukan pengatur diprogram dari jarak jauh. Alamat kendalinya melewati tiga negara sebelum kembali ke pusat data Cakrawala. Permintaan hukum internasional dikirim sambil tim lokal mencari perangkat yang mungkin masih tertinggal.
Rak obat kosong, tetapi debu membentuk pola botol. Ahli memotret setiap lingkaran dan mencocokkan ukuran dengan daftar pengiriman A-19. Di bawah lemari, satu label sobek memuat kode sedatif yang pernah diberikan kepada Reza.
Nadya tidak masuk ruang pemeriksaan medis. Ia mengikuti pengarahan dari ruang bersih bersama perwakilan korban. Reza juga tidak hadir. Data kesehatannya dibuka hanya oleh dokter forensik yang ditunjuk pengadilan.
Pada saluran ventilasi ditemukan kartu memori kecil. Benda itu mungkin diletakkan terburu-buru atau sengaja sebagai umpan. Laboratorium menyalinnya pada sistem tanpa jaringan dan mendapati daftar jadwal pemindahan arsip sebelum kebakaran gudang.
Perintah pemindahan ditandatangani Bagas memakai sertifikat yang sama dengan modul sabotase. Truk membawa sembilan belas kotak ke klinik, lalu hanya delapan belas tercatat keluar. Kotak A-19 dipisahkan pada tengah malam.
Kamera jalan menunjukkan truk kedua menuju pelabuhan kering. Polisi menghentikannya saat kembali dalam keadaan kosong. Sopir mengaku mengantar kotak kepada kurir berseragam pemusnah limbah dan menyerahkan kuitansi dengan nomor telepon tak aktif.
Serat pada bak truk cocok dengan kain pembungkus arsip. Anjing pelacak menemukan pecahan botol di tempat serah terima. Pecahan tak cukup untuk membaca label, tetapi residunya mengandung kombinasi obat yang sama dengan buku klinik.
Arman meminta rekaman satelit komersial, tol, dan kamera toko. Alih-alih mengejar satu gambar kabur, analis menyusun arah kendaraan. Kurir bergerak menuju insinerator milik vendor Cakrawala yang dijadwalkan tutup pagi itu.
Tim tiba sebelum tungku dinyalakan. Delapan belas kotak berada di ruang bahan bakar dan satu troli memuat map A-19 yang telah disiram pelarut. Pemadam mengamankan udara, lalu ahli memisahkan lembar yang masih dapat diselamatkan.
Manajer insinerator menunjukkan perintah pemusnahan rutin. Cap waktunya dibuat mundur dan tanda tangan pejabat kesehatan dipotong dari dokumen lain. Ia mengaku Bagas menawarkan pembayaran untuk tidak memeriksa segel.
Pengacaranya hadir sebelum wawancara lanjut. Manajer menyerahkan rekaman panggilan serta rekening pembayaran, tetapi tanggung jawabnya menerima bahan tanpa verifikasi tetap diperiksa. Sekali lagi, bantuan tidak membeli kebebasan.
Kotak A-19 memuat salinan resep, hasil darah, serta lembar observasi Reza. Beberapa halaman hilang. Yang tersisa menunjukkan sedatif diberikan setelah kondisi vitalnya stabil, melemahkan alasan bahwa obat semata-mata diperlukan untuk operasi darurat.
Ada pula formulir persetujuan bertanda tangan Surya. Tulisan itu asli menurut penilaian awal. Formulir menyebut penanganan agitasi, bukan eksperimen memori. Dokter harus menjelaskan apakah Surya mengetahui penggunaan sebenarnya atau hanya menandatangani keterangan palsu.
Delapan belas kotak lain memuat pasien berbeda. Panel memerintahkan pemisahan total. Nama mereka tidak dimasukkan ke perkara YX kecuali mereka sendiri menyetujui atau bukti menunjukkan hubungan langsung.
Ratna mengenali lembar observasi dan menyebut Dokter Mahesa sebagai penulis. Kondisi Mahesa memungkinkan wawancara singkat dengan pertanyaan sederhana. Pengadilan menunjuk ahli kapasitas dan pengacara untuk mendampinginya.
Sebelum tim berangkat, kebakaran kecil muncul di panel belakang klinik. Sistem pemadam yang baru dipasang polisi mematikannya. Pemicu berasal dari modul jarak jauh pada rangkaian lama, diprogram aktif ketika kartu memori dibuka.
Bagas telah menyiapkan bukti dan cara memusnahkannya sekaligus. Namun pengamanan berlapis membuat api hanya menghitamkan dinding. Daftar, resep, dan pola serangan tetap utuh.
Petugas kesehatan membuat daftar pemilik data untuk tiap kotak. Bila pasien telah meninggal, keluarga dihubungi melalui jalur etis; bila masih hidup, mereka sendiri menentukan akses. Polisi hanya menerima halaman yang berkaitan dengan dugaan kejahatan.
Satu pasien mengaku pernah dipaksa melupakan kecelakaan kerja yang tak terkait YX. Kasusnya diserahkan kepada unit berbeda dan bantuan diberikan. Perkara Reza tidak mengambil alih semua korban klinik sebagai saksi bagi kisahnya.
Analisis pelarut menunjukkan bahan sama dibeli tiga fasilitas Cakrawala. Surat baru diterbitkan untuk catatan pembelian, bukan penggeledahan luas. Dua fasilitas ternyata sah; fasilitas ketiga menyimpan penghancur dokumen yang baru dipakai.
Serpihan dari penghancur disusun digital dan menghasilkan satu jadwal dosis A-19. Salinan cocok dengan lembar yang diselamatkan dari insinerator, memperkuat bukti tanpa bergantung pada satu sumber terbakar.
Setiap kotak disimpan pada rak terpisah dengan log pembukaan. Bila satu perkara gagal, data pasien lain tidak ikut terbuka atau musnah.
Semua jejak itu kini memiliki penjaga.
Klinik yang dikosongkan tidak lagi kosong; ia dipenuhi bukti bahwa seseorang mencoba menghapus ingatan dengan obat dan arsip dengan api.