===== BAB 20: Wasiat Hitam Dibacakan =====
Server asli selamat, dan Wasiat Hitam siap dibacakan di hadapan orang yang selama ini hanya dijadikan catatan kaki.
Pengadilan memindahkan pembacaan ke aula netral. Keluarga korban, pekerja, regulator, pemegang saham minoritas, dan perwakilan penumpang YX-408 mendapat tempat sebelum media. Siaran publik ditunda tiga puluh detik untuk melindungi data pribadi.
Hakim lebih dahulu mengesahkan faktur sebagai segel pertama. Buku obat belum menjadi segel kedua secara final, tetapi autentikasi awal, pembayaran, serta salinan server memenuhi ambang kodisil untuk kustodian sementara.
Kresna membaca kata-kata Surya tanpa intonasi dramatis. Surya mengakui mengetahui pengadaan palsu, menunda laporan, memindahkan Reza ke klinik, dan membiarkan Seno menanggung kesalahan. Ia menulis bahwa rasa takut kehilangan perusahaan membuatnya ikut mempertahankan kejahatan.
Kodisil tidak memberikan Nusantara kepada Reza. Setelah dua segel, hak veto keluarga berpindah kepada panel lima orang: satu wakil korban, satu pekerja, satu ahli keselamatan publik, satu hakim pensiunan, dan satu wali konsumen. Anggota keluarga Dirgantara dilarang duduk di panel.
Dimas mengajukan keberatan darurat. Pengacaranya menyatakan Surya tak sehat saat menandatangani. Catatan medis menunjukkan penyakit jantung, bukan gangguan kapasitas. Hakim menolak penundaan sementara sambil memberi ruang gugatan penuh.
Rani menyerahkan kursi ketua perwalian sesuai mekanisme. Ia tidak meminta pujian. Dalam pernyataannya, ia mengakui mengetahui koper dan membiarkan korban menunggu. Panel menolak menjadikannya penasihat informal agar kuasa tak kembali melalui pintu samping.
Reza mengaktifkan pengunduran diri bersyarat dari keputusan terkait audit. Ia masih CEO untuk operasi harian sampai pengganti sementara dipilih, tetapi tidak dapat memecat auditor, memindahkan aset, atau mengendalikan komunikasi perkara.
Pemungutan suara dilakukan tertutup agar keluarga tidak ditekan media. Dua kandidat lain menerima peran pengawas tanpa hak suara dan mekanisme pergantian disepakati enam bulan sekali. Kursi korban bukan milik tetap satu orang atau satu keluarga.
Maya memeriksa setiap klausul dengan hukum perusahaan terbaru. Satu bagian mengenai saham luar negeri memerlukan pengakuan yurisdiksi lain. Panel membekukan manfaat ekonominya melalui pengadilan domestik sambil mengajukan permohonan, bukan berpura-pura seluruh dunia tunduk pada satu putusan.
Nadya juga menyatakan konflik. Sebagai istri kontrak Reza dan putri Seno, ia tidak menjadi wakil korban. Keluarga memilih Salma Hidayat, kakak salah satu teknisi yang meninggal. Nadya hanya memberikan data teknis jika diminta.
Salma menerima kursi dengan satu syarat: rekaman suara terakhir tidak boleh dibuka kepada publik tanpa persetujuan tiap keluarga. Panel menyetujuinya. Transparansi bukan hak penonton untuk memasuki duka orang lain.
Wakil pekerja, Joko Anwar, meminta jaminan tak ada pemecatan massal untuk membayar kesalahan direksi. Kodisil menempatkan gaji, pemeliharaan, dan keselamatan sebelum dividen. Dana audit diambil dari saham keluarga yang dibekukan.
Ketika keputusan dibacakan, harga saham jatuh. Panel menghentikan perdagangan dan menerbitkan laporan operasi agar kepanikan tidak mengganggu armada. Semua unit menjalani inspeksi tambahan, dan rute berisiko ditunda tanpa memaksa awak bekerja.
Dua pemegang saham minoritas meminta kursi tambahan. Hakim menolak mengubah komposisi sebelum sidang penuh, tetapi memberi mereka hak melihat laporan keuangan yang sama. Kepentingan modal diakui tanpa mengalahkan keselamatan dan pemulihan korban.
Reza menandatangani protokol larangan komunikasi dengan pengurus sementara mengenai bukti. Jika operasi mendesak memerlukan keputusan, percakapan direkam dan penasihat independen hadir. Ia tidak boleh memakai jabatan harian untuk membangun pengaruh baru.
Dimas meninggalkan aula setelah hak tanda tangannya dicabut sementara. Di tangga, ia menyebut Wasiat Hitam pemerasan orang mati. Arman menyerahkan panggilan pemeriksaan mengenai faktur, tetapi belum melakukan penahanan karena risiko dan dasar hukumnya masih dinilai.
Di dalam, pembaca membuka bagian pertama pita Surya. Ia menyebut seratus delapan puluh enam penumpang serta awak YX-408 sebagai bukti bahwa budaya penutupan belum berakhir. Daftar mereka dibuat tanpa alamat atau data sensitif.
Nadya meminta istilah hampir celaka tidak dipakai untuk mengecilkan dampak. Seratus delapan puluh enam orang telah kehilangan rasa aman; awak menghadapi pemeriksaan; keluarga menunggu kabar yang mungkin menjadi kematian kedua.
Panel memerintahkan layanan kesehatan, penggantian kerugian, dan pemberitahuan individual. Penerimaan bantuan tidak mensyaratkan pencabutan gugatan atau pujian kepada Nusantara. Setiap formulir diperiksa perwakilan konsumen.
Malam tiba ketika kursi-kursi mulai kosong. Reza berdiri beberapa langkah dari Nadya dan bertanya apakah ia ingin pulang bersama atau sendiri. Nadya memilih bersama, dengan dua mobil dan tanpa pembicaraan perkara sampai penasihat hadir.
Di rumah, mereka melepas pin pernikahan dari acara publik dan makan mi yang terlalu asin. Tak ada perayaan. Dua segel baru membuka pintu; tiga lainnya dapat menunjukkan kesalahan orang yang mereka cintai.
Sebelum tidur, Nadya menerima daftar dampak YX-408. Baris demi baris memuat pekerja, anak sekolah, pedagang, perawat, dan keluarga yang tidak pernah memilih menjadi bagian perang Dirgantara.
Panel menjadwalkan pertemuan pertama tanpa Reza, Nadya, Rani, atau Dimas. Mereka boleh mengirim dokumen melalui sekretariat yang dapat dilihat semua anggota. Aturan sederhana itu menjadi tanda pertama bahwa Nusantara sedang belajar membuat keputusan tanpa percakapan rahasia keluarga.
Pukul dua dini hari, Nadya menutup daftar setelah nama terakhir. Besok ia akan memeriksa dampak satu demi satu, termasuk ketakutan yang tidak muncul dalam laporan mesin. Angka seratus delapan puluh enam harus kembali menjadi manusia sebelum audit bergerak lebih jauh.
Di balik dua segel yang terbuka, tercantum seratus delapan puluh enam nama yang nyaris menjadi korban berikutnya.