Sambil mendorong troli dengan sebelah tangan, aku menyusuri pusat perbelanjaan—tepatnya supermarket. Tangan yang lain sedang menempelkan ponsel ke telinga, karena Mama menelepon tepat saat aku sedang membeli bahan-bahan dapur.
“Minggu depan Mama sama Papa mau ke Jogja. Kakak sama adek mau dibawain apa?” tanya Mama di seberang sana.
“Rendang sama cookies buatan Mama. Kakak udah lama nggak makan itu, jadi kangen.”
“Oke, sip. Nanti dibawain. Eh, Kak, gimana adek selama di sana? Nggak nyusahin Kakak, kan?”
“Dibilang nyusahin, nggak terlalu. Tapi dibilang nggak nyusahin juga nggak tepat. Adek masih seperti biasanya—suka lupa waktu kalau jalan, terus punya banyak teman baru, tapi kurang waspada sama niat mereka,” jawabku. Langkahku terhenti di depan display khusus frozen food. Sambil tetap b