Liburan singkat yang dar-der-dor itu akhirnya berakhir. Saatnya kembali ke realita—bersiap menjadi b***k korporat lagi. Kepulanganku terpaut satu hari dengan Arjuna. Dia mengambil penerbangan Jumat pagi, sementara aku baru menyusul Sabtu sore. Awalnya dia mengajakku pulang bersama, tetapi kutolak karena ingin menghabiskan satu hari lagi bersama Bunda dan Arlan.
Dari bandara menuju apartemen, aku menumpang mobil jemputan yang disetir oleh orang suruhan Arjuna. Dia tak bisa menjemput langsung karena harus menghadiri business dinner undangan mitra proyeknya. Kepulangannya ke Jakarta memang salah satunya karena itu, selain urusan pribadi kami—memesan cincin tunangan sekaligus menemui Zalima untuk memberitahu soal hubungan kami.
Sepanjang perjalanan menuju apartemen, hujan turun dengan deras.