Panggilanku diangkat Arjuna tepat pada dering kelima. Bahkan sebelum dia sempat bicara, aku lebih dulu memberondongnya dengan pertanyaan, “Kamu udah lihat postingan salah satu akun gosip belum? Kata temenku lagi viral banget.”
Embusan napas Arjuna terdengar berat sebelum akhirnya dia menjawab, “Iya, sudah. Sekretaris saya yang memberi tahu. Dan sekarang … kantor saya kedatangan Risyad. Suami Kamila.”
“Apa?” Aku refleks berdiri dari kloset. Begitu sadar di mana posisiku, aku cepat-cepat menutup mulut, lalu menurunkan suara. “Dia … nggak mukul kamu, kan?”
“Hampir,” jawabnya dengan nada yang masih terdengar santai. “Sebagai gantinya, ruangan saya diacak-acak. Barang-barang berhamburan di lantai. Dia mengamuk.”
“Terus kamu ngadepinnya gimana?”
“Selama masih bisa diajak bicara, ya saya aja