Sebuah notifikasi masuk tepat di jam makan siang. Gerakan tanganku yang hendak menyuap dimsum terhenti; tangan satunya refleks meraih ponsel dan memeriksanya. Kelopak mataku otomatis melebar saat membaca isinya.
@arjunamahadewa mulai mengikuti Anda.
Sumpah. Demi apa?
Tak langsung percaya kalau itu akun asli Arjuna si Ikan Mas, aku buru-buru men-stalking-nya sebelum menerima dan mengikuti balik.
Dimsum yang sempat mengambang di udara jatuh kembali ke tempatnya karena sumpit di tanganku mendadak goyah. Mulutku menganga, lalu meluncur umpatan spontan, “Anjir … nggak nyangka banget!”
Hestia, yang kubikelnya tepat di sebelahku, melongokkan kepala dengan mulut masih sibuk mengunyah. Kami memang memilih makan siang di ruangan setelah berjam-jam sebelumnya panas-panasan di lapangan.
“Kenapa