“Mi, kita punya harapan.”
Nyonya Ayu langsung menoleh mendengar ucapan Sekar. Keningnya berkerut, belum sepenuhnya mengerti maksud putrinya.
“Tadi aku dari atas dan tidak sengaja melihat mereka …” Sekar mengulum bibir, menahan diri agar tidak menyebut hal-hal dewasa di depan Kayden dan kedua anaknya. “Mm, ya, begitulah. Mami paham, kan? Intinya itu hal yang bagus.”
“Benarkah?”
Nyonya Ayu sudah tidak lagi fokus menemani cucu-cucunya bermain. Senyumnya mengembang, bahkan berdiri mendekati Sekar. “Berapa persen kemungkinan rencana Mami berhasil?”
“Saat ini sekitar enam puluh persen. Tapi itu sudah cukup tinggi. Kalau kita berusaha sedikit lagi, cepat atau lambat Praja akan membatalkan rencananya untuk rujuk dengan wanita itu.”
“Kau punya ide? Cara apa lagi yang bisa kita pakai supaya Pr