Aira Svanika 33: Belajar Beradaptasi Menjadi Anggota Keluarga
Kolam ikan milik Om Arjuna terletak di pinggir kota. Begitu mobil berhenti di halaman rumah kayu yang berdiri di tepi kolam besar itu, udara langsung terasa lebih sejuk dibanding Jakarta. Pemandangan di sekitarnya menenangkan hati.
Permukaan air kolam tampak tenang, hanya sesekali beriak oleh gerakan ikan yang muncul di permukaan.
“Wah, sepi,” gumam Aluna sambil meregangkan badan setelah turun dari mobil.
“Memang sengaja Papa ajak kalian datang pagi-pagi,” sahut Papa. “Supaya ikannya belum diberi makan. Otomatis mudah untuk mereka mematuk umpan.”
Mama menyindir sambil tertawa kecil. “Ada tuh yang berpikir ada yang jauh lebih penting daripada ikannya, tapi siapa yang ikut memancingnya.”
Aku pura-pura tidak mendengar kalimat itu, meskipun pipiku terasa sedikit hangat.
Sementara Papa, O