Perlahan, setelah melewati masa berduka karena dibuang oleh keluargaku, aku mulai mampu menata kembali pikiranku. Aktivitas yang sempat terhenti akhirnya kembali berjalan. Dimulai dari membersihkan diri, meminta Bibi merapikan tempat tidur serta mengganti seprei, hingga akhirnya menyentuh makanan dan minuman yang selama tiga hari berturut-turut kutolak. Aku juga menyapa Lili setelah sekian lama mengabaikannya, padahal dia setia berada di sampingku.
Malam harinya, Aira mengatakan ingin menginap di rumahku. Dan satu hal yang harus kalian tahu, aku tidak menempatkannya sekamar denganku, juga tidak berniat memanfaatkan kesempatan itu. Entah sejak kapan muncul dorongan dalam diriku untuk melindunginya. Padahal, jika jujur, ketertarikan fisikku padanya tidak pernah benar-benar hilang. Aku tetap