“Hei, apa yang kamu lakukan di sini?”
Aku menghampiri Lili yang duduk tidak jauh dari pintu. Sudah beberapa saat dia di sana. Bibi bilang sejak tadi dia hanya memandangi pintu, seolah menunggu seseorang. Dia tidak pernah seperti itu, kecuali kalau aku sedang pergi dari rumah.
“Tidak akan ada yang bertamu hari ini. Ayo pindah ke ruang bermainmu, atau temani aku menyelesaikan bimbingan mahasiswa secara daring untuk terakhir kalinya.”
Saat hendak kuangkat, Lili sedikit memberontak, kukuh tetap ingin di situ. Keningku langsung berkerut. Tidak biasanya dia membantahku. Seingatku, Lili selalu jadi kucing paling penurut—setidaknya hanya padaku.
“Kamu menunggu Aira?”
Kepalanya langsung menoleh saat nama itu keluar dari mulutku. Mata bulatnya yang jernih menatapku lekat, lalu dia mengeong.
“M