Mita memeriksa empat puluh nama pada daftar pesanan katering sebelum penyerahan kelompok penutup. Sepuluh set pertama telah diserahkan beberapa bulan lalu, disusul kelompok kedua yang juga sudah dibayar. Dua puluh set terakhir kini bergantung rapi menurut nomor pemakai. Menjelang akhir bulan kelima belas setelah Aldo wafat, Mita memeriksa kelompok penutup sebelum hari penyerahan yang telah disepakati sejak awal.
Wanda membaca nomor, Bu Rukmini mencocokkan label ukuran dan Mita memeriksa hasil akhir. Mereka menemukan satu benang belum dipotong serta satu kancing yang jahitannya perlu diperkuat. Barang dipisahkan untuk diperbaiki saat itu, lalu diperiksa lagi sebelum masuk pembungkus. Tidak ada kewajiban menyembunyikan kekurangan kecil agar pemilik dapat merasa hasilnya sempurna pada pemeriksaan pertama.
Pengelola katering datang bersama dua pemakai yang ukurannya memerlukan perhatian khusus. Mereka mencoba di ruang yang disiapkan, berjalan serta membungkuk seperti ketika bekerja. Salah satu celana perlu sedikit penyesuaian di bagian pinggang. Mita mengukur ulang pada tubuh pemakai, mencatat perbaikan dan menyepakati pengambilan tiga hari kemudian, masih sebelum batas penyerahan.
Pakaian lainnya diterima dengan daftar yang diperiksa kedua pihak. Pembayaran akhir menunggu satu perbaikan tersebut selesai sesuai kesepakatan, sementara biaya yang telah jatuh tempo tetap dicatat. Mita tidak memasukkan janji pelunasan sebagai uang yang sudah dapat dibelanjakan. Ia mempunyai cadangan bahan dan upah agar tim tidak harus menunggu keadaan pelanggan untuk menerima bagian yang telah menjadi haknya.
Bu Rukmini membawa pulang pekerjaan kecil lain setelah seluruh jahitan kelompok tersebut diperiksa. Mita membayar sisa upah sesuai jumlah serta tanda penerimaannya. Mereka membicarakan kesediaan bekerja bersama lagi bila ada pesanan, tanpa menuntut penjahit itu menyediakan semua waktunya hanya karena proyek pertama berjalan baik.
'Saya tetap punya pelanggan sendiri,' kata Bu Rukmini.
'Nanti saya tanyakan jadwal dahulu. Kita tentukan yang benar-benar bisa dikerjakan,' jawab Mita.
Tiga hari berikutnya perbaikan selesai dan dicoba kembali. Pemakai dapat duduk tanpa bagian pinggang menekan. Pengelola memeriksa daftar dua puluh set serta tanda penerimaan kelompok terdahulu. Seluruh empat puluh set dinyatakan diterima, kemudian pembayaran sisa dilakukan. Mita memastikan dana masuk dan menyerahkan bukti pelunasan kepada pelanggan.
Tidak ada pesanan tambahan yang otomatis diterima pada percakapan itu. Pengelola menanyakan kemungkinan mengganti seragam beberapa orang baru kelak. Mita meminta jumlah serta waktunya dikirim ketika sudah pasti. Ia bersedia mempertimbangkan, tetapi kalender berikutnya juga memuat pelanggan lain dan kebutuhan hidup yang tidak akan dibiarkan menjadi ruang kosong tanpa batas.
Sesudah tamu pergi, Wanda merapikan ruang coba. Mita memanggilnya duduk untuk memeriksa tambahan pembayaran yang telah disepakati selama proyek. Ada pekerjaan penerimaan, pencocokan ukuran serta waktu tambahan yang memang dicatat. Mereka menemukan semua telah masuk pada jumlahnya. Wanda menerima pembayaran tanpa perlu mengucapkan terima kasih karena pemilik mempertahankannya dari gosip.
Mita kemudian mengajak membicarakan lingkup kerja setelah beberapa bulan terakhir. Wanda ingin tetap mengurus pelanggan dan penerimaan barang, tetapi tidak mau dianggap selalu dapat menjahit pekerjaan tambahan pada waktu yang sama. Mereka mengatur tugas sesuai kemampuan serta menyesuaikan upah berdasarkan pekerjaan yang disetujui. Kesepakatan berlaku mulai periode berikutnya dan masing-masing menyimpan salinan.
Sore itu sebuah papan kecil yang dipesan Mita selesai dipasang. Namanya tertulis lebih jelas di depan butik, bersama jenis layanan yang memang tersedia. Ia sudah lama menjalankan usaha tersebut, tetapi beberapa orang masih menanyakan apakah toko milik suami atau keluarga mertua. Ia ingin pelanggan dapat menyebut tempat yang benar ketika merekomendasikan pekerjaan.
Nur lewat saat pemasang sedang merapikan alat. Ia berhenti untuk membaca, kemudian menanyakan apakah seragam besar sudah selesai. Mita menjawab selesai dan dibayar. Nur mengangguk, mengucapkan selamat bekerja lalu menuju tokonya sendiri. Ia tidak meminta cerita perkara Lina atau mencoba kembali membahas Wanda sebagai kabar sampingan.
Di meja belakang, Mita menghitung hasil proyek setelah seluruh pengeluaran. Angkanya menyenangkan, tetapi tidak membuatnya mendadak sanggup membuka cabang. Ia membagi untuk cadangan usaha, kebutuhan sendiri dan perawatan alat yang mulai menunjukkan masalah. Sebuah mesin perlu diservis sebelum kerusakannya mengganggu pesanan, dan biaya itu sudah dimasukkan dalam rencana.
Wanda menunjukkan suara aneh pada mesin tersebut. Mereka menghentikan pemakaian, memindahkan pekerjaan yang masih bisa dilakukan pada alat lain dan membuat janji servis. Mita menolak godaan menunggu sampai benar-benar rusak hanya karena baru selesai mendapatkan keuntungan. Usahanya perlu mampu menjaga peralatan serta orang yang membuat hasil tersebut mungkin terjadi.
Dua hari kemudian, bagian yang bermasalah selesai diperbaiki. Wanda mencoba pada potongan sisa kain dan memeriksa jahitan bersama Mita sebelum alat kembali digunakan pada pesanan. Biaya sesuai penjelasan yang telah diterima, lalu dibayar serta dimasukkan ke catatan perawatan. Mita menandai kapan keadaan mesin perlu diperiksa lagi. Ia tidak menunggu keuntungannya habis untuk memikirkan kebutuhan tersebut. Di sebelah buku alat, daftar empat puluh seragam sudah disimpan sebagai pekerjaan selesai, lengkap dengan perubahan yang dilakukan serta pembayaran tim yang telah diterima.
Rangga datang sore untuk menjemput Rival yang menunggu sesudah kegiatan sekolah. Ia melihat papan baru dan berdiri sebentar di luar sebelum masuk. Mita menceritakan pelunasan sambil merapikan daftar, kemudian meminta mereka menunggu beberapa menit sampai toko dapat ditutup. Tidak ada pertanyaan mengenai izin memakai penghasilan atau usulan agar seluruh hasil masuk ke kebutuhan keluarga besar.
Rival menunjuk nama di papan dan mengatakan hurufnya mudah dibaca dari seberang. Mita berjalan keluar untuk melihat dari tempat yang ditunjuk. Ada bekas noda pada kaca yang baru tampak dari sudut tersebut. Ia mengambil kain, membersihkannya bersama Wanda, lalu mengunci pintu setelah pemeriksaan akhir.
Dalam perjalanan pulang, ia merasa lelah dengan cara yang dikenalnya dari pekerjaan baik. Nama pada papan bukan hadiah karena keluarga telah menerima pilihannya. Ia berada di sana karena bertahun-tahun membuka toko, memeriksa ukuran, memperbaiki kesalahan dan membayar orang yang bekerja bersamanya. Satu pekerjaan besar telah benar-benar selesai, dan ia dapat membawa hasilnya pulang tanpa menyerahkan pemilikan atas hidup yang dibangunnya sendiri.