Selasa pagi, audit mengirim permintaan penugasan administrasi baru kepada Tara. Ia diminta mencatat hasil pemeriksaan awal atas dua halaman salinan yang ditemukan pekan lalu dan memperbarui daftar versi dokumen. Surat itu menegaskan ia tidak diminta menilai tanda tangan, menghitung dampak keuangan, atau memutuskan apakah persetujuan berlaku. Tara membaca setiap butir, lalu menerima tugas melalui sistem.
Auditor mengadakan rapat singkat untuk menjelaskan status. Pemeriksa dokumen menyebut salinan pertama dan kedua memiliki nomor halaman yang tampak berurutan, tetapi kualitas cetaknya berbeda. Tinta koreksi pada halaman lanjutan belum dapat dipastikan usia maupun penulisnya. Mereka belum membandingkan dengan naskah asli karena belum ditemukan. Kata 'tampak' dicatat dalam notulen, bukan diubah menjadi 'terverifikasi'.
Tara memperbarui tabel versi. Ia menandai dokumen sebagai salinan dua halaman, sumber boks fisik, nomor map, tanggal penemuan, dan status pemeriksaan awal. Pada kolom autentikasi tertulis 'belum ditentukan'. Ia tidak mencantumkan nama yang diduga membubuhkan paraf.
Arka membaca pembaruan dari audit dan berkata perbedaan kualitas cetak bisa berarti ada versi yang disalin belakangan. Tara menjawab itu mungkin, tetapi belum terbukti. Ada banyak alasan teknis dokumen memiliki kualitas berbeda. Arka menahan tanggapan, lalu meminta agar pemetaan versi dilakukan oleh pemeriksa, bukan olehnya.
Bagian keuangan akhirnya menyetujui rentang periode yang perlu ditelusuri untuk kode A dan B. Mereka menjelaskan bahwa kode A mencakup tahap awal dan kode B paket tambahan pada proyek yang sama, tetapi persetujuan paket B tetap perlu dibuktikan. Audit mengirim surat baru untuk menelusuri jurnal dalam periode tersebut. Tara mencatat nomor permintaan, bukan isi jurnal.
Pada siang hari, pengelola arsip memberi jawaban awal mengenai permintaan yayasan. Mereka menemukan katalog lama dengan nomor yang sama seperti salah satu map di arsip perusahaan, tetapi belum menemukan dokumen fisiknya. Katalog hanya menyebut 'salinan proyek akses Kalimantan' tanpa rincian isi. Audit meminta akses dan verifikasi lokasi.
Tara menambahkan informasi itu ke daftar tindak lanjut sebagai petunjuk lokasi, bukan bukti bahwa dokumen yang sama ada di yayasan. Arka tampak lega karena ada arah pencarian. Ia bertanya apakah itu berarti halaman pertama berasal dari arsip yayasan.
'Belum,' jawab Tara. 'Katalog menyebut salinan proyek, tetapi belum ada dokumen yang diperiksa atau dicocokkan.'
Arka mengangguk, kemudian mengirim persetujuan agar audit meneruskan permintaan akses. Ia tidak meminta Tara menghubungi Slamet atau mengatur kunjungan pribadi.
Sore hari, petugas kepatuhan menghubungi Tara untuk mengonfirmasi bahwa ia tidak terlibat dalam percakapan yang dilaporkan Reza. Tara menjawab bahwa ia tidak mendengar percakapan Aryo dan Reza, tidak hadir dalam rapat pemasaran yang disebut, dan tidak dapat mengonfirmasi isi tangkapan layar. Petugas berterima kasih dan tidak meminta keterangan lebih jauh.
Tara mencatat bahwa ia telah menjawab pertanyaan kepatuhan, tanpa menulis dugaan mengenai Reza. Ia tidak meminta isi laporan atau nama pewawancara. Informasi itu tetap terpisah dari audit proyek.
Saat pulang, Tara menutup sesi sistem dan memastikan tabel versi tersimpan. Dua halaman masih berupa salinan yang belum terautentikasi. Jurnal baru saja diminta. Katalog yayasan memberi arah pencarian, tetapi belum menyumbang dokumen. Ia merasa ada kemajuan, meski belum ada kesimpulan yang bisa ia pegang.
Senin pagi, jurnal untuk dua subkode belum masuk. Bagian keuangan mengirim pemberitahuan bahwa proses ekstraksi membutuhkan persetujuan pemilik data. Perkiraan awal bergeser satu hari. Audit mencatat penundaan itu dan meminta konfirmasi baru; Tara memperbarui status dengan tanggal dan sumber, tanpa menebak isi jurnal.
Tak lama kemudian, pengelola arsip yayasan menyetujui pencarian terbatas pada satu boks katalog. Audit menjadwalkan petugas pendamping untuk Rabu dan mengundang pemeriksa dokumen. Tara diminta mencatat metadata jika ada bahan yang relevan. Ia membaca ruang lingkup dan menerima, dengan ketentuan perangkat pribadi tidak digunakan dan dokumen tidak dibawa keluar.
Arka bertanya apakah persetujuan akses itu berarti mereka akan menemukan halaman asli. Tara menjawab tidak. Mereka baru mendapat izin memeriksa satu boks. Katalog menyebut salinan korespondensi dan lembar persetujuan, tetapi isi sebenarnya belum diverifikasi.
Rabu, sesi berlangsung di ruang arsip yayasan. Petugas memeriksa daftar akses dan membuka boks di hadapan auditor. Tara mencatat kode boks, segel, dan nama entri. Di dalamnya terdapat map bertajuk sama dengan katalog, berisi korespondensi dan satu salinan lembar persetujuan. Nomor pada lembar tersebut berbeda dari nomor yang terlihat pada salinan perusahaan, tetapi kolom proyek memuat kode B.
Dokumen itu bukan naskah asli; ada tanda 'salinan' di tepi. Halaman tanda tangan tercetak lebih jelas daripada salinan perusahaan, tetapi tidak ada sertifikasi yang menyatakan siapa yang membuatnya. Auditor tidak mengizinkan Tara menyalin isi. Pemeriksa membandingkan tata letak dan nomor halaman secara visual, lalu meminta dokumen diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Satu perbedaan dapat dipastikan secara deskriptif: halaman tanda tangan pada salinan yayasan tercetak lebih jelas daripada salinan perusahaan. Namun, tanda tangan belum diverifikasi, dan belum diketahui apakah salinan tersebut berasal dari dokumen yang sama atau versi berbeda. Tara mencatat hubungan itu sebagai 'kemungkinan salinan terkait; perlu pencocokan oleh pemeriksa'.
Arka menerima pembaruan resmi setelah sesi. Ia bertanya apakah sekarang mereka tahu siapa yang menyetujui. Auditor menjawab belum. Nama yang tercetak pada kolom jabatan tidak cukup untuk membuktikan siapa yang menandatangani, apakah ia berwenang, atau apakah dokumen berlaku. Tidak ada bukti pencairan yang diperiksa.
Arka kecewa, tetapi ia tidak menuduh siapa pun. Ia meminta agar audit menetapkan urutan pemeriksaan: verifikasi sumber salinan, kecocokan dengan versi perusahaan, lalu penelusuran jurnal setelah kode dan periode dikunci. Audit menyetujui urutan itu sebagai rencana kerja.
Pada akhir rapat, Tara mencatat bahwa satu pertanyaan kini lebih sempit: apakah salinan yayasan merupakan versi lengkap dari dokumen yang sama dengan salinan perusahaan. Belum ada jawaban final. Jurnal juga masih menunggu izin ekstraksi.
Reza tidak mengirim pesan lanjutan. Kepatuhan belum memberi hasil. Tara tidak mencari tahu dan tidak mencampurkan proses itu ke notulen audit.
Ia menutup sesi, mengembalikan kartu akses, dan pulang tanpa membawa dokumen. Ada salinan tambahan dengan halaman tanda tangan, tetapi belum ada otentikasi, keputusan anggaran, atau bukti pembayaran. Tara menulis batas itu dengan jelas. Bagi Arka, penyelidikan bergerak lambat. Bagi Tara, setidaknya pertanyaan yang harus diuji kini semakin terarah.
Pada Selasa pekan berikutnya, Tara menerima penugasan baru melalui sistem audit. Ia diminta mencatat metadata dari hasil pemeriksaan awal salinan yayasan dan salinan perusahaan, serta memperbarui daftar versi. Surat itu kembali menegaskan bahwa ia bukan pemeriksa dokumen dan tidak akan menilai keaslian tanda tangan. Ia membaca batas tugas, menyetujuinya, lalu mencatat nomor penugasan.
Rapat pemeriksaan dimulai pukul sepuluh. Pemeriksa menunjukkan dua salinan di layar ruang rapat, bukan memberikan berkas kepada Tara. Mereka membandingkan posisi nomor halaman, jarak antarbaris, dan tanda cetak. Salinan yayasan dan salinan perusahaan memiliki tata letak yang sangat mirip. Ada bekas lipatan yang juga terlihat pada keduanya, tetapi kualitas gambar tidak cukup untuk menyimpulkan keduanya berasal dari lembar yang sama.
Pemeriksa menjelaskan bahwa kemiripan dapat muncul karena satu dokumen disalin dari dokumen lain, atau karena kedua salinan berasal dari sumber ketiga. Tidak ada naskah asli untuk dijadikan pembanding. Tara menuliskan kesimpulan sementara: 'kemiripan tata letak teramati; sumber reproduksi belum ditentukan.' Auditor menyetujui kalimat tersebut.
Arka bertanya apakah tanda tangan yang lebih jelas pada salinan yayasan bisa dipakai untuk mengidentifikasi penandatangan. Pemeriksa menjawab belum. Bentuk tanda tangan dapat dibandingkan hanya jika tersedia bahan pembanding yang sahih dan konteksnya jelas. Mereka juga perlu memastikan halaman itu tidak mengalami perubahan setelah disalin. Arka menutup map di depannya dan tidak mengajukan nama siapa pun.
Audit menerima pemberitahuan dari pengelola yayasan bahwa daftar silang katalog sedang dicari. Nomor katalog memang mengarah ke boks yang diperiksa, tetapi mereka belum menemukan buku register lama yang menjelaskan kapan salinan masuk atau dari mana asalnya. Tara mencatat status sebagai 'register belum ditemukan'. Ia tidak menulis bahwa register hilang.
Bagian keuangan juga mengirim pembaruan. Izin ekstraksi jurnal telah disetujui untuk dua subkode dalam periode yang disepakati. Data belum dikirim; petugas sedang menyiapkan ekstrak dengan pembatasan akses. Tara tidak mendapat hak untuk membukanya. Auditor akan menerima data terlebih dahulu dan menentukan apakah ia perlu mencatat metadata.
Arka membaca pemberitahuan itu dan bertanya apakah jurnal akan menjawab apakah 350 miliar dibayar. Tara berkata belum tentu. Jurnal dapat menunjukkan transaksi pada kode tertentu, tetapi perlu dibandingkan dengan otorisasi, periode, penerima, dan dokumen pendukung. Ia tidak akan melihat detail sebelum audit memutuskan akses.
Arka berkata ia akan menyampaikan pembaruan kepada direksi. Ia bertanya apakah Tara dapat membuat ringkasan satu halaman. Tara meminta ruang lingkup tertulis. Arka mengirim instruksi melalui sistem: status proses, dokumen yang diperiksa, dan pertanyaan terbuka, tanpa kesimpulan atau nama terduga. Tara menerima setelah memastikan ringkasan akan diperiksa auditor sebelum dibagikan.
Menjelang sore, ia menyusun ringkasan. Ia membedakan tiga jalur: pemeriksaan salinan, pencarian register katalog, dan ekstraksi jurnal. Ia menulis bahwa hasil awal hanya menunjukkan kemiripan tata letak; sumber belum dipastikan. Untuk jurnal, ia menulis izin disetujui dan data belum diterima. Auditor memperbaiki satu frasa yang menyebut 'jurnal proyek' menjadi 'ekstrak jurnal untuk dua subkode yang diminta'. Tara menyimpan versi koreksi.
Sebelum pulang, Arka membaca ringkasan yang sudah disetujui. Ia terlihat kecewa karena tidak ada jawaban tentang siapa yang menandatangani. Tara mengatakan ia memahami, tetapi tidak akan mengisi ruang kosong dengan dugaan. Arka mengangguk. Ia mengirim pembaruan kepada direksi sesuai versi audit.
Tara menutup sistem dan memeriksa agenda esok. Tidak ada file audit yang dibawa pulang. Dua salinan mungkin memiliki sumber reproduksi yang sama, tetapi belum diketahui. Izin jurnal sudah ada, tetapi data belum diterima. Register katalog belum ditemukan. Ia merapikan catatan dan membiarkan ketiga pertanyaan itu berada di tempatnya.