Satu pekan pun berlalu, banyak sekali komentar positif yang diberikan oleh Masyarakat hingga petinggi negeri Indonesia mengenai hasil dari wawancara Selina bersama Ethan, bahkan banyak sekali komentar Masyarakat yang terlihat menjodohkan sosok Inspiratif seperti Ethan dengan Selina Agustina yang juga seorang wanita yang memiliki karir jurnalis yang begitu cemerlang.
Ethan yang pada saat itu sedang memutar hasil wawancara pada kanal youtube media tersebut pun terlihat tersenyum dengan sangat lebar, “Anak ibu tuh kenapa sih senyam-senyum kaya gitu, kayanya ada sesuatu hal yang tidak Ethan beritahu pada Ibu.” Sindir Ibunya yang terlihat berjalan dengan pelan saat menghampiri sosok Ethan.
“Tidak ada bu, apa sih yang dapat Ethan sembunyikan dari Ibu.” Kata Ethan seraya menggoda Ibunya, Ethan beranjak dan segera membantu Ibunya untuk duduk di atas sofa dimana ia duduk saat ini.
”Apa ada kabar dari Nathan?” Tanya Aminah yang tak lain adalah Ibu dari Ethan juga Nathan.
Ethan sedikit menarik napasnya dalam-dalam, “Bukankah baru saja satu bulan yang lalu Nathan mengunjungi Ibu?” Tanya Ethan balik.
“Ya seharusnya kan setiap hari dia kesini, lagipula apa sih pekerjaan Nathan itu sehingga sulit sekali mengunjungi Ibu disini.” Keluh Ibunya kembali, Ethan terdiam dan hanya menelan cairan saliva yang sepertinya sulit untuk tertelan. Ethan memang sengaja meminta Nathan untuk tidak tinggal bersamanya, bahkan Ethan memberikan fasilitas yang sangat baik untuk adiknya itu agar ia nyaman tinggal walaupun hanya sendiri. Dan kabarnya Nathan selalu bepergiaan keluar Negri dengan alasan ada pekerjaan yang mendesak, padahal sebenarnya Ia selalu menemui sosok Sitha.
Walaupun kabar itu selalu terdengar di telinga Ethan, Ethan berusaha untuk tidak mempercayainya.
“Than..” Panggil lirih Ibunya, Ethan mendekati sang Ibu. Wajahnya dan wajah sang Ibu saling berhadapan. Ya, seperti pada umumnya seorang anak yang manja pada Ibunya, Ethan pun melakukan hal yang sama. Ethan duduk di bawah dan tubuhnya bersandar pada pangkuan sang ibu, “Carilah wanita yang dapat menemani Ibu di rumah di saat Ethan sibuk di luar sana, Ibu butuh menantu. Kalau bisa yang sudah dekat seperti Sitha.” Kata Ibu nya meminta.
Ethan terdiam sejenak, “Kalau kamu belum juga menikah kembali, biar Ibu meminta Nathan memberikan Ibu menantu. Lagipula, Ibu sudah sangat merindukan seorang cucu.”
Ethan tersenyum saat menatap wajah keriput Ibunya, “Maukah Ethan mencarikan Ibu menantu kembali? Kalau tidak, Ibu mau menghubungi Sitha agar Ethan dan Sitha rujuk.” Ethan terdiam kembali, ingin sekali rasanya ia mengatakan hal yang sebenarnya sudah terjadi. Akan tetapi banyak sekali pertimbangan jika hal itu ia lakukan, mengingat kesehatan jantung Ibunya yang begitu sangat buruk dan Ia tak mau kabar buruk itu membuat penyakit ibunya kambuh.
Ethan mengusap punggung tangan Ibunya itu, lalu mengecup punggung tangan nya. Ethan sungguh memiliki prinsip hidup yang sangat baik, Ia berani mengorbankan dirinya demi siapapun yang sangat Ia sayangi. Ia juga tidak mau kabar buruk itu sampai terdengar oleh Ibunya atau siapapun sehingga membuat nama sang adik dan mantan istrinya buruk. Ia memilih mengunci semua kenangan buruk itu walaupun hatinya begitu rapuh, ia juga memilih untuk mengubur masa kelam itu tanpa ia sadari bahwa hal itu telah merenggut kebahagiaan nya.
“Ibu doakan Ethan ya.” Ucap Ethan, “Doakan semoga Ethan segera mendapatkan Wanita yang cocok dengan sikap Ethan, Ethan mau wanita itu menerima apa adanya Ethan. Doa ibu adalah segalanya bagi Ethan, Ethan sangat menyayangi Ibu.” Sambung nya sembari mengecup kening Ibunya, Ia pun segera beranjak dan memilih untuk masuk kedalam kamarnya.
“Than..” Panggil Ibunya kembali, langkah kaki Ethan terhenti sejenak. Air mata nya menetes dan ia segera menyeka air matanya itu, ”Kalau wanita yang mewawancarai Ethan itu single kan?” Celetuk ibunya bertanya.
Ia melirikkan matanya kearah wajah sang ibu, “Ethan tidak tahu Bu.” Jawab Ethan.
Ibunya kembali berucap, “Ibu mau kamu mengundangnya untuk ikut makan malam bersama Ibu di rumah, mau ya?” Tanya Aminah kembali.
Ethan menggelengkan kepalanya, “Ethan takut kalau Nona Selina sudah memiliki kekasih, Ibu ada-ada saja ah.” Sahut Ethan dengan senyuman sumringah itu.
“Ibu sih yakin wanita secantik dia tidak akan sembarangan memiliki kekasih, hanya anak ibu yang tampan yang cocok dengan nya.” Ethan semakin merasa jika sang Ibu sedang berusaha menghiburnya, Ethan tahu bahwa Ibunya pun menyadari bahwa sosok Sitha masih melekat dihatinya dan hal itu yang membuat Ethan masih saja memilih untuk tidak memiliki hubungan dengan siapapun.
“Kalau Ethan tidak mau, Ibu akan menghubungi Sitha agar menemui Ibu dan Ibu bilang kalau Ethan masih sayang dengan Sitha dan mau rujuk bersama Sitha. Ibu yakin Sitha mau menuruti keinginan Ibu.” Ancamnya kembali.
“Bu Please, Sitha sudah bahagia dengan pilihan nya. Ethan janji akan mencari tahu apakan Nona cantik itu masih single atau memang sudah memiliki calon suami.” Rengek Ethan dan hal itu membuat sang Ibu tersenyum lebar.
“Baiklah sayang, Ibu akan selalu menagih janji mu!” seru sang Ibu, Ethan tersenyum dan terlihat menganggukkan kepalanya.
“Ya sudah Ethan masuk kamar dulu ya bu, Ibu mau Ethan bantu untuk masuk kedalam kamar?” Tanya Ethan.
“Oh gak perlu, Sus Rita sebentar lagi pasti datang. Tadi Ibu menyuruhnya membeli obat,” Ethan mengangguk-anggukkan kepalanya dengan pelan. Lalu Ethan kembali menghampiri Ibunya itu, ‘Cup’ sebuah kecupan mendarat di ujung kepala sang Ibu. Ibunya berucap, “Selalu bahagia ya anak kesayangan Ibu.”
Ethan membalas, “Love you More and More Bu.” Ia pun melangkah menuju kamar nya itu, dan sesampainnya di dalam kamar miliknya, Ethan merebahkan dirinya di atas ranjang besar miliknya.
Lelaki berusia 27 tahun itu seakan memikirkan pembicaraan yang baru saja ia lakukan bersama Ibunya, Entah mengapa Ibunya begitu menyukai sosok Selina Agustira yang sama sekali belum pernah Ia temui dan hal itu sempat ibunya lakukan saat melihat sosok Sitha, mantan Istrinya itu.
Ethan melihat sebuah web dimana tertulis Selina Agustira Profil, Ia mencari tahu darimana asal Selina. Profil lengkap itu menunjukan bahwa gadis yang berasal dari Yogyakarta itu lahir pada 25 tahun yang lalu, Selina tidak memiliki adik maupun kakak dan Ia berasal dari keluarga sederhana. Ethan juga melihat serta membaca mengenai pendidikan Selina, Selina adalah salah satu mahasiswa terbaik di dalam Universitas ternama di Indonesia dan memiliki nilai tertinggi sehingga berhak mendapatkan sebuah beasiswa S2 di Amerika serikat dan Ethan begitu takjub saat membaca sebuah biografi yang dimiliki Selina.
Entah mengapa wajah Ethan seakan tertarik dengan sempurna hingga terukir senyuman yang tidak biasa, Ethan sungguh menyukai latar belakang dari Selina. Sebuah pikiran mengenai masa depan itu terlintas namun ia segera menepisnya, “Halusinasi gara-gara ulah Ibu nih.” Celetuknya.
Ethan tak henti menggelengkan kepalanya, Ethan teringat kalimat ancaman Ibunya yang akan menghubungi Sitha manakala Ia tak berhasil membawa Selina untuk makan malam bersama Ibunya. Ethan pun segera mengatur strategi agar dapat bertemu dengan Selina kembali, “Ah Ibu kenapa sih malah jadinya Ethan yang harus mencari tahu gadis ini, tetapi Ibu ya tetap Ibu. dibalik Jiwa yang kuat yang Ibu miliki tersimpan sisi keras Ibu, kalau Ibu mau seperti itu, mau tidak mau Ethan harus mengikuti keinginan Ibu.”
“Tetapi mengapa Ibu tidak menghalangiku saat Aku menggugat cerai Sitha.” Lanjutnya berucap, Ia pun segera mengusir pemikiran tersebut dan kembali mencari cara agar ia dapat bertemu kembali dengan sosok Selina yang juga menurutnya seorang gadis cerdas.
Sementara itu, Selina yang sedang berada di tempat berbeda dibuat takjub dengan isi komentar pada kanal youtube tersebut. Selina tak henti tersenyum saat membaca satu persatu komentar di dalam nya, “Duh yang lagi kasmaran sama duda keren itu.” Celetuk Ryan.
“Bang Ryan ada-ada aja deh.” Ujar Selina sedikit menepis.
Ryan merangkul Selina, “Aku setuju kok kalau kamu sama Pak Duda itu.” Ujar Ryan menimpali.
Selina menggelengkan kepalanya, “Bang Ryan Sudah sampai mana persiapan pernikahan nya?” Tanya Selina yang berusaha mengalihkan pembicaraan nya bersama Ryan tadi.
“Udah ah gak usah mengalihkan pembicaraan deh.” Celetuk Ryan, “Padahal sebenarnya Selin penasaran sama Pak Duda itu.” Goda Ryan kembali.
“Bang, Ya Ampun.” Selina kembali menggelengkan kepalanya.
Ryan sudah menganggap Selina seperti adiknya sendiri, banyak sekali lelaki yang sempat mau ia jodohkan bersama Selina. Tetapi Selina selalu menolaknya dengan halus, “Selin, Bang Ryan tuh ingin banget ada lelaki yang menjaga Selin. Bang Ryan takut, Selin terlena dengan kesendirian Selin.” Imbuh Ryan sembari merangkul Selina.
Selina terdiam sejenak sembari menarik napasnya dengan pelan, “Tetapi kalau bukan waktunya bagaimana Bang?” Tanya Selin Balik.
“Abang pikir waktu itu secepatnya akan datang Sel, abang berani taruhan.” Selin tertawa kecil, “Dih malah ketawa. Abang serius Selin.” Sambungnya.
“Udah ah, udah malam. Pulang Yuk, jangan lupa kalau ada persiapan yang belum kelar kabari Selin. Kalau jadi Host di acara pernikahan abang, gratis tis tis deh.” Ujarnya dibalas oleh salah satu ibu jari milik Ryan untuk Selin, mereka pun memutuskan pulang karena waktu bekerja sudah habis.