===== BAB 8: Pengakuan Sang Kekasih =====
'Aku berada di kompleks malam server ayahmu jatuh.'
Nara tidak mengambil kembali cincinnya. 'Untuk apa?'
'Aku berusia sembilan belas. Ayah memanggilku pulang dari Singapura karena ibuku masuk rumah sakit. Aku tiba dengan peluncuran lain satu jam sebelum UX-217 berangkat.'
'Mengapa laporan media menyebut Anda masih di luar negeri?'
'Ayah meminta staf imigrasi menutup kedatanganku. Aku sedang diskors dari universitas dan keluarga takut skandal memengaruhi penawaran saham.'
Alasan itu terdengar memalukan, tetapi tidak sebanding dengan sebelas kematian. Nara menunjuk pemuda pada foto.
'Itu Anda?'
'Mungkin. Aku berada di gerbang yang sama.'
'Mungkin bukan jawaban.'
Rafi mengaku ingat Dion berdebat dengan kepala operasi tentang tambahan akun. Ia tidak mendengar nama. Setelah kecelakaan, ayahnya menyuruh Rafi pergi dari rumah sakit sebelum polisi tiba dan kembali ke Singapura dengan jet pribadi.
'Anda melihat ayah saya malam itu dan menyembunyikannya selama tujuh belas tahun.'
'Aku pengecut. Tapi aku tidak tahu apa yang terjadi di server.'
'Anda juga tidak mengatakannya ketika menawarkan arsip.'
'Karena keberadaanku di kompleks akan dipakai Paman untuk mendiskreditkan penyelidikan. Dan karena aku malu.'
Nara memasukkan cincin ke saku, bukan ke jari. Ia tidur di rumah aman bersama Sinta, ditemani Maya. Kontrak masih berlaku secara hukum, tetapi kepercayaan mereka kembali ke titik nol.
Pagi hari, regulator mengeluarkan temuan awal: komponen UX-408 sebenarnya layak, tetapi data kalibrasinya sengaja diubah sehingga memicu peringatan di udara. Pelaku ingin menciptakan krisis, bukan menjatuhkan server. Meski begitu, akibatnya bisa fatal bila kru bereaksi keliru.
Nama Nara belum dibersihkan karena kode Dion dan aksesnya tetap muncul. Ia memberikan salinan log secara resmi. Maya mengingatkan bahwa langkah itu mungkin merusak Bintang Holdings dan posisi Rafi.
'Itu syarat kami,' kata Nara.
Rafi hadir sendiri di kantor regulator dan menyatakan mendukung penyerahan data. Ia tidak mencoba bicara pribadi sampai pemeriksaan usai.
'Aku menemukan sesuatu di rumah sakit lama,' katanya di trotoar. 'Catatan malam UX-217 mencatat seorang laki-laki sembilan belas tahun dirawat tanpa nama, lalu dipindahkan sebelum fajar.'
Usia yang sama dengannya.
'Apakah itu Anda?'
'Aku tidak pernah dirawat.'
'Klausul kejujuran.'
'Aku bersumpah.'
Mereka mendatangi gudang rekam medis yang akan ditutup. Berkas pasien tanpa nama telah diambil enam tahun lalu memakai surat kuasa ayah Rafi, beberapa hari sebelum kematiannya. Namun petugas menemukan lembar pencatatan laundry: pakaian pasien berupa kemeja biru, celana hitam, dan gelang perak berinisial AD.
Rafi memakai gelang perak serupa pada foto masa mudanya. Ia menunjukkan pergelangan tangan yang memiliki bekas luka tipis.
'Gelangku hilang malam itu,' katanya. 'Aku pikir terjatuh di kompleks.'
'Dan bekas lukanya?'
'Kecelakaan motor di Singapura.'
Nara ingin percaya, tetapi terlalu banyak kebetulan mengelilinginya. Mereka kembali ke Hangar Tujuh bersama Nisa. Analisis sesi kursi menunjukkan kursi 2A menahan beban orang dewasa saat benturan. Manifest resmi mencatat kursi kosong.
Nisa juga menemukan foto tim penyelamat. Di latar belakang, seorang pemuda dengan wajah diperban dimasukkan ke ambulans terpisah. Tingginya menyerupai Rafi.
'Seseorang bisa menggunakan identitas Anda,' kata Nisa.
'Atau seseorang menghapus ingatan yang tidak nyaman,' balas Nara.
Rafi tersinggung, tetapi tidak meninggikan suara. 'Aku ingat malam itu. Aku pulang ke rumah bersama ayah.'
'Siapa yang melihat?'
'Paman Fajar.'
Saksi yang paling berkepentingan.
Sinta datang membawa sebuah benda yang selama ini disembunyikannya di lapisan mesin jahit: kartu naik server sobek yang ditemukan dalam saku mantel Dion setelah rumah sakit menyerahkan barang korban. Nama tercetak telah dikerik, tetapi nomor kursi 2A masih terlihat. Di belakangnya, Dion menulis dua kata: LINDUNGI ANAK.
Sinta mengingat Dion pulang gelisah dua hari sebelum kecelakaan. Ia membakar satu surat, lalu meminta Sinta membawa Nara ke rumah saudara bila sesuatu terjadi. Dion menyebut seorang pemuda yang ingin menyerahkan bukti manipulasi pembelian suku cadang. Ia tidak menyebut nama, hanya berkata pemuda itu lahir di keluarga yang akan menghancurkannya bila ia bicara.
Rafi duduk menjauh, seakan kisah itu mengubah udara di sekitarnya. Pada usia sembilan belas, ia pernah menemukan faktur komponen bekas yang dijual sebagai baru di meja ayahnya. Ia mengaku menyimpan salinan, lalu lupa di mana setelah kembali ke Singapura. Fakta tersebut memberi kemungkinan baru: dokumen rahasia dalam rekaman mungkin faktur itu, dan Rafi bisa menjadi pembocor yang hendak dilindungi Dion.
'Atau Anda sedang membangun cerita yang cocok dengan bukti,' kata Nara.
'Karena itu jangan percaya ceritaku. Cari dokumennya.'
Mereka menyerahkan kartu kepada laboratorium independen. Seratnya cocok dengan stok token yang dipakai UX-217, sehingga kecil kemungkinan benda itu dibuat belakangan. Bekas darah pada sudutnya belum dapat diuji tanpa izin regulator. Setiap jawaban membuka cabang pertanyaan lain.
Mereka menguji kemungkinan orang lain memakai identitas Rafi. Tidak ada sepupu atau staf keluarga seusia yang cocok. Pemindaian menunjukkan bahunya pernah cedera sekitar tujuh belas tahun lalu, meski penyebabnya tak dapat ditentukan. Rekam medis Singapura menyebut kecelakaan motor dan ditandatangani dokter keluarga yang kini tak dapat dihubungi.
Rafi mengaku paling takut bila ia memang berada di server dan membiarkan Dion disalahkan karena telah dibuat lupa. Itu tidak membuktikan apa pun, tetapi membuat Nara melihat kemungkinan seorang korban bersembunyi di balik tersangka.
Nara tidak menghiburnya. Ia hanya berkata bahwa rasa takut tidak membebaskan siapa pun dari tanggung jawab. Rafi mengangguk dan meminta namanya diperlakukan sama seperti nama tersangka lain.
Permintaan itu dicatat Maya agar tidak dapat ditarik saat tekanan keluarga meningkat. Nara menyimpan salinannya bersama kartu kursi 2A.
'Ibu takut menyerahkan ini,' ujar Sinta. 'Sekarang diam juga tidak melindungi siapa pun.'
Rafi menatap tulisan itu dengan wajah pucat. Nara membandingkan kartu dengan catatan penggunaan sesi. Benda itu membuktikan ada akun, tetapi belum membuktikan identitasnya.
Nisa memperbesar data sensor benturan dan menunjuk garis tekanan.
'Kursi 2A tercatat kosong, tetapi sesinya merekam seorang akun.'