===== BAB 75: Berkas Pembubaran =====
Mereka memilih satu hari bersama tanpa menggunakannya untuk mengikat hari berikutnya.
Maya Santosa meletakkan dua map identik di meja. Lima belas bulan kontrak akan berakhir dalam lima minggu. Hukum tidak membubarkan perkawinan otomatis, sehingga mereka harus mengajukan proses perceraian bersama sesuai klausul.
Nara dan Rafi memiliki pengacara terpisah. Kresna mewakili Nara untuk bagian aset, sedangkan Rafi memilih firma tanpa hubungan Bintang. Maya hanya bertindak sebagai notaris kontrak dan tidak memberi nasihat kepada salah satu.
Daftar aset bersama hampir kosong. Biaya rumah aman telah dibagi, tak ada properti dibeli bersama, dan hadiah pernikahan disimpan di gudang. Barang bernilai dikembalikan kepada pemberi atau dijual untuk dana publik sesuai persetujuan.
Cincin polos dibeli Rafi dari dana pribadi sah. Ia menawarkan Nara menyimpan miliknya. Nara memilih menyimpannya sampai perceraian final, kemudian memutuskan sendiri tanpa klausul.
Hak perlindungan saksi tak lagi bergantung status pasangan. Regulator mengeluarkan surat konfirmasi. Alamat cadangan Nara tetap aktif tiga bulan berdasarkan risiko, bukan kemurahan Rafi.
Mereka meninjau kerahasiaan. Klausul lama yang melarang membahas kontrak dicabut untuk proses hukum, tetapi informasi medis dan alamat tetap privat. Keduanya bebas menceritakan pengalaman sendiri tanpa mengklaim mewakili pihak lain.
Rafi tidak meminta pembagian Rumah Kunci. Ia tidak memiliki saham, dana, atau hak kerja. Nara juga tak memiliki klaim pada gaji lembaga restitusi Rafi maupun aset pribadinya yang sah.
Pengacara Rafi menanyakan kemungkinan rekonsiliasi. Rafi menjawab mereka ingin menyelesaikan kontrak lebih dahulu. Pertanyaan hubungan akan dibahas setelah tak ada tekanan hukum.
Nara meminta pindah dari rumah bersama sebelum tanggal akhir. Bukan karena bertengkar, melainkan untuk membuktikan pilihan bertemu tidak berasal dari kebiasaan tinggal atau keamanan bersama.
Rafi setuju dan menawarkan membantu mencari tempat. Nara menolak bantuan langsung, tetapi menerima daftar publik apartemen dekat kantor yang juga dapat diakses siapa pun.
Mereka memilih masa tinggal terpisah empat minggu. Pertemuan hanya jika dijadwalkan, selain keadaan darurat. Tidak ada kunci cadangan pada rumah masing-masing.
Sinta bertanya mengapa harus berpisah bila saling menyukai. Nara menjelaskan kontrak membentuk awal hubungan mereka. Mengakhirinya secara nyata memberi ruang untuk memilih lagi tanpa takut kehilangan perlindungan.
Sinta khawatir keputusan itu mematahkan hati. Nara berkata patah hati mungkin terjadi dan bukan bukti keputusan salah. Keselamatan emosional bukan menghindari semua rasa sakit.
Rafi mengemas barangnya lebih dulu. Ia membawa pakaian, buku, dan foto klinik yang akhirnya Sinta izinkan ia simpan salinannya. Papan bukti tetap di arsip Kresna.
Malam terakhir sebelum pindah, mereka makan masakan sederhana. Tidak ada janji menunggu atau larangan berkencan dengan orang lain, meski keduanya mengatakan belum menginginkannya.
Pengacara memeriksa apakah pernyataan publik Rafi selama perkara dapat dianggap mengakui aset bersama. Tidak ada. Namun satu tagihan keamanan pernah dibayar rekening pribadinya untuk Nara. Nara mengganti bagiannya setelah administrator memastikan jumlah.
Mereka meninjau data digital. Foto, pesan, dan catatan bersama tidak perlu dihapus massal. Masing-masing boleh menyimpan percakapan pribadi, tetapi dilarang membagikan materi medis atau alamat tanpa izin.
Papan bukti digital dipindahkan ke pengadilan. Akun bersama ditutup setelah hash diverifikasi. Nara dan Rafi menerima daftar materi yang dapat mereka akses sebagai saksi melalui jalur resmi.
Kresna menanyakan apakah ada hadiah sentimental yang diperdebatkan. Hanya satu mug pecah dan selimut rumah aman. Mug dibuang; selimut disumbangkan setelah dicuci karena tak satu pun ingin menjadikan benda biasa sebagai perebutan simbol.
Rafi menulis surat untuk dirinya sendiri tentang alasan mengakhiri kontrak. Ia tidak memberikannya kepada Nara. Laras menyarankan menyimpan surat agar saat takut datang, ia dapat mengingat keputusan dibuat dalam keadaan tenang.
Nara membuat catatan serupa. Ia menulis bahwa pergi empat minggu bukan ujian bagi Rafi dan tidak ada jawaban yang harus ia buktikan. Bila hubungan berakhir, masa kontrak tetap memiliki kebenaran serta pelajaran.
Maya Santosa menjelaskan satu risiko: bila salah satu meninggal sebelum putusan final, hukum waris pasangan masih berlaku. Mereka membuat wasiat sementara yang mengarahkan aset pribadi kepada penerima pilihan masing-masing serta tidak mengganggu klaim korban.
Rafi menunjuk lembaga publik dan biaya kesehatan Maya untuk bagian terbatas, tanpa memberikan kembali kendali trust. Nara menunjuk Sinta serta dana keberlanjutan Rumah Kunci. Wasiat disaksikan pihak terpisah.
Mereka juga memperbarui kontak medis. Sinta menjadi pengambil keputusan pertama Nara; Laras dan seorang wali profesional menjadi kontak Rafi. Keduanya tetap boleh dikabari sebagai orang dekat, tetapi tidak otomatis memegang kuasa.
Pengaturan itu menyakitkan lebih dari pembagian barang. Nara menangis setelah pertemuan dan memberi tahu Rafi ia ingin sendirian. Rafi pergi ke terapi kelompok, bukan menunggu di lorong apartemennya.
Keesokan hari mereka berbicara. Kesedihan tidak mengubah keputusan. Justru dokumen menunjukkan kehidupan mereka sudah cukup mandiri untuk berhubungan tanpa status menjadi alat perlindungan.
Sebelum menutup rapat, Maya Santosa menanyakan apakah masing-masing sudah menerima kesempatan konsultasi tanpa kehadiran pihak lain. Mereka menunjukkan surat pengacara terpisah. Notaris menandai syarat persetujuan bebas terpenuhi.
Tak satu pun menandatangani pada hari itu. Draf dibawa pulang selama empat puluh delapan jam agar kesedihan, rasa bersalah, atau harapan tak berubah menjadi tanda tangan mendadak.
Di antara mereka terletak berkas pembubaran yang akan mengakhiri alasan pertama mereka menikah.