===== BAB 53: Saksi dari Ruang Server =====
Satu checksum membawa Nisa ke ruang sidang utama.
Nisa Lestari belum pernah bersaksi. Sebelum masuk, jaksa mengingatkan ia tidak perlu menjawab di luar keahlian. Kresna, yang bukan pengacaranya, memastikan perusahaan tidak dapat menghukumnya karena kesaksian.
Di mimbar, Nisa menjelaskan sistem akses dengan perumpamaan kunci dan bekas cetakan. Token Nara tidak dipakai pada waktu sabotase; salinan yang dibuat Adit mengandung nomor versi lama. Bram kemudian menambahkan tanda tangan server agar salinan tampak sah.
Jaksa menampilkan diagram sederhana. Nisa menolak menyebutnya serangan canggih. 'Ia berhasil karena organisasi menyimpan akses lama dan tidak memisahkan kewenangan, bukan karena pelaku memiliki sihir.'
Kalimat itu menempatkan tanggung jawab juga pada sistem Bintang. Surya mencatat rekomendasi: semua token lama harus dicabut, fungsi kritis memerlukan dua orang, dan log tak dapat diubah oleh pengelola yang sama.
Pembela Bram menanyakan mengapa Nisa tidak menemukan pemalsuan lebih cepat. Nisa mengaku ia menerima perintah atasan untuk menutup tiket anomali. Ia menyimpan salinan pribadi karena curiga, tindakan yang melanggar kebijakan data saat itu.
'Jadi Anda juga melanggar aturan?'
'Ya. Pelanggaran itu harus diperiksa. Tetapi salinan saya memiliki hash dan waktu yang cocok dengan arsip independen.'
Kejujuran tersebut mengurangi peluang pembela menggambarkannya sempurna. Komite kemudian menilai salinan dibuat untuk pelaporan risiko dan dilindungi aturan pelapor, tetapi keputusan formal belum keluar saat kesaksian.
Nisa menunjukkan pesan Keira yang meminta tiket ditutup. Keira bersaksi ia meneruskan perintah Bram karena mengira anomali bagian audit rahasia. Dokumen lain menunjukkan ia sudah mengetahui token Nara dibekukan. Perbedaan itu akan diuji pada sidangnya sendiri.
Ratih mengikuti dari ruang keluarga. Ia bertanya mengapa perusahaan tidak memiliki saksi luar untuk log. Nisa menjelaskan sistem baru mengirim hash harian ke regulator dan komite korban-pekerja, sehingga penghapusan internal akan terlihat.
Pembela menuduh perbaikan baru membuat sistem lama tampak lebih buruk. Nisa menjawab perbaikan tidak mengubah data historis; ia hanya menunjukkan kelemahan yang memang ada. Ahli pembela mengonfirmasi checksum secara mandiri.
Setelah turun dari mimbar, tangan Nisa gemetar. Nara tidak mengatakan ia hebat. Ia memberinya air dan ruang untuk bernapas. Menjadi saksi bukan pertunjukan keberanian yang harus dinikmati.
Nisa kemudian meminta perusahaan mencatat kesaksiannya sebagai waktu kerja. Ia tidak mau pegawai berikutnya kehilangan gaji karena memenuhi panggilan pengadilan. Surya mengubah kebijakan bagi semua pekerja, termasuk yang bersaksi untuk pembela.
Malam itu, analisis checksum menemukan jalur lain pada server lama. Tanda tangan palsu Bram pernah dipakai untuk mengubah satu foto ruang kendali UX-217. Versi asli tersimpan di cadangan Nisa yang lebih tua daripada ia bekerja, hasil migrasi arsip.
Foto asli memperlihatkan Fajar berdiri di konsol darat dengan tangannya pada sakelar kanal. Versi laporan memotong sisi gambar sehingga hanya teknisi biasa terlihat.
Metadata kamera, bayangan jam, dan daftar tamu cocok. Namun ahli memperingatkan foto membuktikan keberadaan, belum membuktikan saat sakelar ditekan. Video atau log tambahan diperlukan.
Setelah sidang, komite memeriksa pelanggaran Nisa menyimpan salinan. Mereka menemukan kebijakan lama tidak menyediakan jalur pelaporan independen; semua laporan kembali kepada atasan yang memerintahkan penutupan tiket. Nisa mendapat perlindungan pelapor, tetapi diwajibkan mengikuti pelatihan penyimpanan data medis karena satu arsip memuat identitas penumpang.
Nisa menerima koreksi tanpa merasa kesaksiannya dibatalkan. Ia membantu menulis prosedur baru: pelapor dapat mengirim hash dan uraian risiko kepada regulator tanpa menyalin seluruh data sensitif. Akses lengkap baru diberikan melalui perintah sah.
Ahli pembela mencoba mereproduksi checksum pada lingkungan terpisah. Hasilnya sama. Ia menemukan satu penamaan waktu menggunakan zona berbeda, lalu Nisa memperbaiki diagram agar juri tidak salah membaca selisih tujuh jam sebagai manipulasi.
Ratih mengundang Nisa menjelaskan sistem kepada keluarga dalam sesi tanpa jaksa. Nisa menjawab pertanyaan tentang siapa yang dapat melihat audio dan bagaimana akses dicabut. Ketika tak tahu jawaban hukum, ia tidak menebak dan mencatat pertanyaan untuk Kresna.
Surya menawarkan promosi kepada Nisa setelah kesaksiannya. Ia menolak sampai proses rekrutmen terbuka dibuat. Penghargaan pribadi dari CEO sementara dapat terlihat seperti bayaran saksi. Posisi itu kemudian diumumkan bagi semua pegawai.
Nisa menyerahkan temuannya melalui jalur bukti dan tidak mengirimkannya kepada Nara lebih dulu. Hubungan kerja mereka tidak boleh menciptakan rantai khusus.
Sebelum foto diajukan, ahli menguji apakah pemotongan mungkin terjadi saat migrasi biasa. Pola kompresi menunjukkan sisi gambar dihapus lalu file disimpan ulang dengan nama sama. Akun yang melakukan perubahan berasal dari terminal Bram, tujuh menit setelah log konsol diekspor.
Nisa menemukan thumbnail otomatis yang masih memuat gambar utuh. Ukurannya kecil, tetapi posisi Fajar dan jam dinding cocok. Dua sumber berbeda mengurangi kemungkinan satu file direkayasa sekarang.
Keluarga menerima foto melalui ruang aman. Ratih menolak media menaruh lingkaran merah di tangan Fajar karena gerak sakelar belum terbukti dari gambar. Penjelasan resmi membedakan apa yang terlihat dan apa yang disimpulkan.
Hakim menjadwalkan pemeriksaan foto terbuka bagi para ahli dan tertutup bagi identitas pekerja. Setiap pihak memiliki waktu sama menguji file asli, cadangan, dan perangkat pemulihan.
Nara memilih menunggu hasil pengujian lengkap dan utuh, bukan judul yang lebih cepat terbit.
Foto yang pernah dipotong mengembalikan Fajar ke ruang kendali.