===== BAB 52: Kesaksian Adit =====
Nama Dion mulai dipulihkan tanpa menghapus kesalahannya.
Sidang Adit dimulai seminggu kemudian. Ia didakwa memalsukan kredensial Nara, memberi akses kepada Bram, menghalangi audit, serta membantu rencana sabotase UX-408. Kesepakatan kerja samanya tidak menghapus dakwaan; ia mengaku bersalah pada sebagian tuduhan dan menunggu penilaian hakim.
Nara hadir sebagai korban pemalsuan, bukan sebagai istri Rafi. Kresna duduk di belakangnya. Rafi memilih tidak masuk ruang sidang pertama agar perhatian tidak berpindah pada hubungan mereka.
Jaksa menunjukkan pesan Adit kepada Bram. Dalam satu percakapan, Adit mengatakan Nara selalu memeriksa log sampai lapisan terakhir. Bram menjawab bahwa sifat itu dapat dipakai untuk membuatnya tampak sebagai pelaku yang terlalu pintar.
Adit mengakui ia mengenal kebiasaan kerja Nara sejak pertunangan mereka. Ia menyimpan salinan token lama ketika hubungan berakhir. Ia berkata awalnya hanya ingin menggagalkan promosinya agar Nara kembali bergantung padanya.
'Kemudian Anda tahu ada seratus delapan puluh enam orang di UX-408,' kata jaksa.
Adit menunduk. Ia mengaku mengetahui pesawat akan mengalami gangguan, tetapi Bram berjanji sistem cadangan tetap bekerja. Ia tidak memeriksa karena uang dan dendam lebih mudah diterima daripada kemungkinan orang terluka.
Pengacara Adit meminta pengadilan mempertimbangkan bahwa kliennya membantu menghentikan kebakaran berikutnya. Jaksa mengakui kerja sama tersebut, kemudian menunjukkan Adit baru bicara setelah gudang ditemukan dan dirinya terancam didakwa lebih berat.
Nara memberikan pernyataan dampak. Penahanan awal membuat namanya tersebar sebagai penyabot, kontraknya dibatalkan, dan ibunya menjadi sasaran. Namun kerugian terbesar adalah waktu keselamatan yang habis untuk membuktikan dirinya bukan pelaku.
Ia tidak meminta hakim menentukan hukuman hari itu. Bukti terhadap Bram dan Fajar masih berjalan. Ia meminta perjanjian Adit mewajibkan penyerahan seluruh perangkat serta larangan bekerja pada sistem keselamatan tanpa pengawasan.
Pembela bertanya apakah Nara ingin membalas mantan tunangannya. Nara menjawab keinginannya tidak menentukan fakta. Ia pernah mempercayai Adit dan karena itulah pencurian akses berhasil. Rasa malu tersebut bukan persetujuan atas kejahatan.
Adit meminta berbicara langsung kepadanya. Hakim menanyakan persetujuan Nara; ia menolak. Permintaan maaf dapat disampaikan melalui pernyataan tanpa memaksa korban menjadi pendengar.
Nisa kemudian bersaksi tentang token kloning. Ia menunjukkan bahwa satu checksum salah membuktikan salinan dibuat dari perangkat lama milik Adit, bukan token Nara saat ini. Pembela menguji metode dan menerima akses ke kode pemeriksaan.
Bram mengikuti sidang dari ruang tahanan terpisah. Pengacaranya menyatakan kesaksian Adit dibeli dengan keringanan. Jaksa menjawab justru karena itu setiap kalimat dicocokkan dengan bukti digital.
Hakim menerima pengakuan bersalah Adit tetapi menunda hukuman sampai kerja samanya selesai. Ia tetap ditahan karena pernah menyembunyikan alamat saksi dan memiliki akses jaringan luar negeri.
Di lorong, ibu Adit mendekati Nara dan meminta maaf. Nara menerima bahwa sang ibu sedih, tetapi tidak mengatakan semuanya baik-baik saja. Mereka berpisah tanpa pelukan.
Pengadilan kemudian memeriksa validitas perjanjian kerja sama Adit. Hakim memastikan ia memahami hak untuk menjalani sidang penuh dan bahwa jaksa tidak menjanjikan angka hukuman tertentu. Adit menjawab di bawah sumpah bahwa rekomendasi dapat dibatalkan bila ia menyembunyikan informasi.
Kresna menemukan satu perangkat belum diserahkan: tablet yang dipakai Adit saat masih bertunangan dengan Nara. Adit mengaku tablet rusak dan dibuang. Catatan perbaikan menunjukkan perangkat sebenarnya dijual kepada toko barang bekas. Polisi memperolehnya dengan surat perintah dan memberi kompensasi kepada pembeli yang tidak tahu-menahu.
Memori tablet telah dihapus, tetapi cadangan lokal menyimpan daftar waktu ketika Adit memotret token Nara. Tanggalnya enam bulan sebelum sabotase. Itu membuktikan pengkhianatan tidak lahir dalam satu malam dan memperlemah klaim bahwa Bram memaksanya mendadak.
Nara membaca daftar foto tanpa melihat gambar pribadi lain. Penyidik menyegel materi yang tidak relevan, termasuk percakapan lama mereka. Hak privasi tidak hilang hanya karena hubungan tersebut menjadi bagian perkara.
Ibu Adit mengirim surat permintaan agar Nara mencabut pernyataan dampak. Kresna mengembalikannya melalui pengacara dan meminta semua komunikasi berhenti. Program perlindungan menilai surat bukan ancaman, tetapi batas korban tetap diberlakukan tanpa menunggu ancaman.
Rafi menjemput Nara di luar perimeter media. Ia tidak bertanya apakah sidang memberinya penutupan. Keadilan jarang menutup sesuatu dalam sehari. Mereka makan diam-diam di warung kecil sebelum kembali ke laporan Dion.
Kesaksian Adit membuka pintu menuju tindakan Bram, tetapi tidak membebaskannya dari pilihan sendiri.
Di rumah aman, Nara menuliskan daftar batas baru: ia tidak akan membaca surat Adit, menerima pertemuan pribadi, atau menjelaskan kepadanya mengapa hubungan mereka berakhir. Perkara pidana tidak memberi mantan pasangan akses emosional yang telah hilang.
Hakim memerintahkan Adit mengungkap seluruh kompensasi dari Merapi. Satu transfer ternyata masuk setelah sabotase gagal, diberi keterangan biaya konsultasi. Firma akuntansi memastikan Adit menggunakannya membayar utang pribadi, bukan dikembalikan karena menyesal.
Jaksa memberi tahu penundaan hukuman dapat berlangsung berbulan-bulan. Nara meminta pembaruan hanya pada tonggak penting agar hidupnya tidak dikendalikan setiap gerak Adit. Kresna menjadi satu-satunya jalur komunikasi.
Sebelum pulang, Nara melihat Adit dibawa kembali ke tahanan. Ia tidak merasa menang atau kalah. Ia hanya memastikan pintu keluar berbeda sehingga tidak dipaksa bertemu lagi.
Tidak ada jawaban pribadi tambahan yang perlu ia berikan kepada Adit lagi.
Satu checksum membawa Nisa ke ruang sidang utama.