===== BAB 49: Harga Kesaksian Keira =====
Bram tertangkap, tetapi tawarannya dapat memecah para terdakwa.
Jaksa memisahkan pemeriksaan Bram, Fajar, Keira, dan Adit. Tidak seorang pun diberi tahu seluruh bukti pihak lain. Tujuannya bukan menciptakan cerita seragam, melainkan melihat bagian mana yang cocok tanpa koordinasi.
Keira mengakui ayahnya membangun unit rahasia setelah UX-217. Ia menyampaikan uang dan pesan ketika remaja, lalu sebagai direktur menandatangani kontrak Merapi yang membuat pengawasan berlanjut. Usia mudanya menjelaskan awal keterlibatan, bukan keputusan dewasa setelahnya.
Ia menyerahkan perangkat cadangan berisi percakapan Fajar dan Bram. Forensik membuat salinan sebelum membukanya. Pesan menunjukkan Fajar memerintahkan penghapusan laporan, sedangkan Bram merancang pemalsuan kredensial Nara dan sabotase UX-408.
Keira meminta hukuman nonpenjara serta perlindungan nama anaknya. Jaksa hanya menjamin keselamatan anak yang tidak terkait perkara. Rekomendasi hukuman menunggu kelengkapan kesaksian dan pendapat korban.
Ratih menghadiri konsultasi bersama keluarga lain. Sebagian ingin Keira dihukum maksimal; sebagian menilai kesaksiannya diperlukan untuk membuktikan perintah Fajar. Mereka tidak dipaksa menyepakati satu emosi.
Nara menanyakan kebakaran toko. Keira mengaku memberi Bram daftar gudang, tetapi tidak mengetahui serangan sebelum terjadi. Pesan pada perangkat menunjukkan ia memperingatkan Bram agar tidak menyentuh keluarga. Namun setelah melihat denah toko, ia baru menghubungi jaksa sehari terlambat.
Keterlambatan itu tetap memiliki akibat. Penyelidik mencatat kerja sama Keira tidak menghapus potensi pidana menghalangi laporan. Keira menandatangani pernyataan tanpa klausul yang menyebutnya pahlawan.
Adit juga mengaku memberikan alamat Sinta. Ia mengira Bram hanya mencari mesin jahit, tetapi tahu metode sebelumnya mencakup ancaman. Pengacaranya berhenti mencoba menyebutnya kurir tanpa pengetahuan.
Bram memberikan kunci enkripsi. Kunci itu asli dan membuka perintah suara Fajar: buat UX-408 gagal secukupnya agar Rafi kehilangan kursi, jangan ulangi mayat. Kalimat tersebut menunjukkan niat sabotase meski Fajar mengklaim tidak menginginkan korban.
Nara marah pada kata secukupnya. Risiko terhadap seratus delapan puluh enam orang tidak dapat dikendalikan seperti angka dalam lembar kerja. Ahli keselamatan menyiapkan analisis untuk dakwaan percobaan yang membahayakan nyawa.
Fajar menuduh rekaman hasil kecerdasan buatan. Ahli suara tidak hanya membandingkan bunyi, tetapi perangkat asal, metadata, gema ruangan, dan rangkaian pesan sebelum-sesudahnya. Pembela tetap mendapat salinan untuk diuji mandiri.
Keira menandatangani perjanjian kerja sama terbatas. Ia wajib bersaksi benar, menyerahkan aset terkait, dan menerima bahwa jaksa dapat membatalkan rekomendasi bila ada kebohongan. Hakim, bukan jaksa, kelak menentukan hukuman.
Rafi bertemu sepupunya melalui kaca ruang pemeriksaan. Keira meminta maaf karena mencoba merebut perusahaan. Rafi menjawab perkara bukan terutama tentang kursinya. Permintaan maaf harus diarahkan juga kepada pekerja dan keluarga yang ia biarkan diawasi.
Keira menunduk. Untuk pertama kali ia tidak meminta Rafi mengatakan mereka tetap keluarga.
Jaksa memeriksa dompet pelacak yang diberikan Keira. Nomor serinya berasal dari barang bukti, dan aktivasi tercatat sebelum Bram datang. Hal itu mendukung klaim bahwa ia bekerja sama, tetapi tidak menjelaskan mengapa ia menunggu empat menit untuk memberi sinyal.
Keira mengatakan Bram mengancam menyebut lokasi anaknya. Polisi memverifikasi anak tersebut sedang bersama pengasuh di tempat yang memang diketahui jaringan lama. Ketakutannya nyata, namun protokol kerja sama sudah menyediakan tombol darurat yang tidak ia tekan.
Ratih meminta penilaian tidak disederhanakan menjadi berani atau pengecut. Keira mengambil risiko dengan pelacak dan tetap membuat pilihan yang membahayakan pengejaran. Kedua fakta dapat masuk rekomendasi hukuman.
Perangkat cadangan memuat pula percakapan Keira dengan Adit. Ia mengetahui Adit menanam kredensial Nara dua hari sebelum penangkapan awal, tetapi diam karena berharap Rafi kehilangan dukungan. Pengakuan baru itu memperluas tanggung jawabnya pada pemalsuan.
Nara membaca transkrip tanpa menemui Keira. Ia tidak ingin rasa kasihan keluarga memengaruhi permintaan hukumnya. Melalui Kresna, ia menyatakan tidak mencari hukuman maksimum sebagai balas dendam, tetapi meminta kerugian reputasi, kehilangan kerja, dan risiko penahanan dicatat penuh.
Adit menyerahkan rekening luar negeri dan mengizinkan pemulihan dana. Auditor menemukan sebagian pembayaran sudah dipakai membeli rumah atas nama saudaranya yang tidak tahu sumber uang. Pengadilan membekukan rumah sementara tanpa mengusir penghuni sampai kepemilikan diuji.
Keira juga membuka dua akun trust. Dana itu tidak langsung dibagi; administrator menghitung klaim pekerja, korban UX-408, dan keluarga UX-217 melalui proses perdata. Kecepatan pengembalian tidak boleh melompati hak pihak lain.
Dalam simulasi pemeriksaan, pembela Fajar menuduh Keira berbohong untuk menyelamatkan diri. Jaksa memintanya menjawab dengan dokumen, bukan emosi. Beberapa bagian ceritanya ternyata keliru soal tanggal. Ia memperbaiki kesalahan sebelum sidang dan menjelaskan catatan kalender yang menjadi dasar.
Kesaksiannya membeli kesempatan dipertimbangkan, bukan pembebasan.
Sebelum menandatangani, Keira diberi waktu satu malam dengan pengacaranya. Ia tidak boleh membuat keputusan karena takut pada sorotan hari itu. Keesokan pagi, ia mengoreksi satu nama penerima uang dan menyerahkan bukti pendukung.
Jaksa mencatat koreksi sebagai penguatan, bukan otomatis tanda jujur. Rekening menunjukkan penerima sebenarnya perusahaan cangkang milik Bram. Kesalahan awal Keira mungkin berasal dari ingatan atau upaya melindungi kenalan; persidangan akan mengujinya.
Rafi meminta keluarga besarnya tidak menghubungi hakim atau media untuk memohon keringanan. Maya menyampaikan larangan itu kepada trust. Setiap bantuan hukum Keira dibayar dari asetnya sendiri yang sah, bukan rekening perusahaan.
Anak Keira dipindahkan dengan persetujuan wali dan tetap dapat bersekolah melalui program aman. Identitas anak disegel karena ia tidak memilih perkara orang tuanya.
Keira memilih bekerja sama, tetapi harga kesaksiannya belum lunas.