===== BAB 12: Bunyi Logam dalam Rekaman =====
Kunci itu tidak pernah ditemukan setelah UX-217 jatuh.
Kalimat tersebut menjadi judul sementara di papan kerja laboratorium regulator. Nara menulisnya dengan spidol hitam, lalu menambahkan tiga kolom: yang diketahui, yang diduga, dan yang harus diuji. Ia menaruh ingatan Rafi pada kolom kedua. Tidak peduli seberapa jujur wajah lelaki itu ketika bercerita, penyelidikan tidak boleh bergantung pada cinta atau rasa kasihan.
Pita magnetik diputar melalui perangkat pembaca tanpa menyentuh gulungan aslinya. Teknisi akustik bernama Salma membagi sebelas detik suara ke dalam lapisan frekuensi. Nisa duduk di sampingnya, memeriksa setiap ekspor data dan mencatat checksum. Rafi menunggu di balik kaca bersama Kresna. Ia tidak diizinkan mendengar hasil sementara agar ingatannya tidak tercemar oleh petunjuk baru.
'Ada tiga sambungan fisik,' kata Salma. 'Bukan hasil edit baru. Pita ini pernah putus lalu direkatkan bertahun-tahun lalu.'
Nara menunjuk celah setelah suara Dion. 'Apakah ada bagian yang dibuang?'
'Kemungkinan besar. Pola magnetiknya berhenti terlalu bersih. Seseorang memotong sekitar enam sampai sembilan detik.'
Nisa memperbesar spektrum tepat sebelum potongan. Di belakang alarm terdengar bunyi kecil: dua ketukan logam, jeda, lalu gesekan seperti penutup diputar. Mereka membandingkannya dengan gelang Rafi, kotak instrumen UX-217, dan pengunci sabuk. Tidak ada yang cocok.
Salma meminta kapsul contoh dari produsen perangkat keamanan lama. Arsip pembelian menunjukkan Bintang pernah memakai hardware key berpelat tembaga untuk penyimpanan offline. Perusahaan pembuatnya sudah tutup, tetapi museum teknologi memiliki satu unit. Kresna mengurus peminjaman resmi agar benda pembanding tidak datang dari koleksi keluarga.
Sementara mereka menunggu, Damar menunjukkan salinan log gedung. Pembatasan akses pada malam sebelumnya diperintahkan dari konsol keamanan Fajar, bukan sistem otomatis. Fajar berdalih hendak melindungi bukti dari kebocoran. Namun ia menutup jaringan laboratorium regulator juga, tindakan yang tidak tercantum dalam protokol.
'Cukup untuk dakwaan?' tanya Nara.
'Cukup untuk penyelidikan penghalangan. Belum cukup untuk menyimpulkan siapa menyebabkan UX-217.'
Nara menghargai jawaban itu. Di luar laboratorium, berita sudah menyebut Rafi sebagai penyusup rahasia dan Dion sebagai kaki tangan pewaris konglomerat. Keira mengeluarkan pernyataan bahwa keluarga menjadi korban manipulasi operator. Satu malam setelah rekaman muncul, cerita lama dibentuk ulang tanpa menunggu hasil.
Sinta menelepon dari rumah aman. Ia ingin datang, tetapi Nara meminta ibunya menunggu sampai fasilitas aman dari wartawan. 'Ibu tidak perlu membuktikan kesetiaan kepada Ayah dengan berdiri di depan kamera,' katanya.
'Ibu tidak mau diam lagi.'
'Memberi kesaksian resmi bukan diam. Kita lakukan dengan orang yang mencatat dan melindungi Ibu.'
Rafi masuk setelah Salma menutup semua tampilan. Ia membawa surat pengunduran diri sementara yang belum ditandatangani. Kresna menyarankan menunggu, sebab mundur saat ini dapat menyerahkan perusahaan kepada Fajar. Nara tidak memberi keputusan. Kursi CEO adalah tanggung jawab Rafi, sedangkan tugasnya memastikan penyelidikan tidak dibeli oleh kursi itu.
Perangkat pembanding tiba menjelang sore. Salma merekam cara penutup hardware key dibuka di dalam kotak akustik. Bentuk gelombangnya hampir sama dengan dua ketukan pada pita, termasuk dengung tipis pelat tembaga saat terlepas.
'Kemiripan tinggi, bukan identifikasi tunggal,' ujar Salma. 'Benda logam lain bisa menghasilkan pola serupa.'
Nisa menemukan hal yang lebih kuat. Pada katalog lama, hardware key seri tersebut hanya dapat dibuka dengan memutar cincin pengunci dua kali. Jarak waktu kedua putaran sama dengan rekaman sampai seperdua puluh detik. Kapsul yang diingat Rafi menjadi lebih mungkin, meski belum terbukti sebagai benda yang sama.
Mereka memanggil Rafi kembali dan memutar hanya bunyi logam tanpa menjelaskan sumber. Bahunya menegang. Ia berkata teringat lampu hijau kecil dan suara Dion menyuruh seseorang mencabut jaringan. Salma segera menghentikan sesi sebelum pertanyaan lanjutan mencampur ingatan dengan harapan.
Nara mencatat dua hal: Rafi mungkin membawa hardware key, dan seseorang memotong pita tepat setelah benda itu dibuka. Pertanyaan berikutnya bukan sekadar ke mana kunci pergi, melainkan siapa memiliki kesempatan memotong rekaman asli.
Pak Idris menyerahkan daftar orang yang pernah menangani pita: tim penyelidik awal, Mahendra Dirgantara, Fajar, dan seorang petugas arsip tanpa nama yang hanya ditulis sebagai Wakil Operasi. Nama tersebut dicoret dengan tinta yang berbeda.
Perangkat pembanding dikembalikan ke museum pada hari yang sama. Nomor segel, durasi pemakaian, dan file suara uji dimasukkan ke berita acara sehingga pembela tidak dapat menuduh laboratorium menukar benda. Salma juga mengundang dua ahli yang tidak mengetahui teori kapsul untuk menilai bentuk gelombang secara buta. Keduanya memilih mekanisme pengunci berputar sebagai kecocokan terdekat, tetapi menolak menyebut merek. Nara menyukai batas itu; hasil yang jujur tidak perlu terdengar pasti di semua bagian.
Malamnya, Nisa memeriksa latar pita dan menemukan dengung listrik lima puluh hertz yang konsisten dari awal sampai akhir. Audio palsu yang beredar memakai dengung hasil salinan digital dan tidak memiliki perubahan beban saat pintu kabin dibuka. Temuan tersebut memperkuat bahwa pita laboratorium berasal dari ruang fisik UX-217, meski masih belum menjelaskan siapa memotong bagian tengahnya.
Pada malam yang sama, Salma berhasil membaca lapisan magnetik di tepi potongan. Ada suara Dion yang sangat lemah, selama kurang dari dua detik, mengucapkan dua kata sebelum pita terputus.
Semua orang mendekat, tetapi Salma memutar hasilnya tanpa memperbesar volume secara berlebihan agar desis tidak berubah menjadi kata semu.
'Jangan jaringan.'