===== BAB 11: Jawaban di Ruang Dewan =====
'Namamu ada di log akses yang dihapus, Rafi. Kau berada di server ayahku malam itu.'
Nara tidak menaikkan suara, tetapi kalimat itu membuat ruang dewan berhenti bergerak. Fajar masih berdiri dengan tangan terangkat, memerintahkan kepala keamanan mengambil pita magnetik dari meja Nisa. Dua petugas perusahaan maju. Tiga penyelidik regulator serentak berpindah posisi dan membentuk garis di depan kantong bukti.
'Tidak ada barang yang keluar dari rantai penguasaan kami,' kata Inspektur Damar, pemimpin tim regulator. 'Perintah internal perusahaan tidak berlaku atas bukti yang telah disegel.'
Fajar menunjuk pemutar pita. 'Rekaman itu berasal dari fasilitas milik Bintang. Keasliannya belum diuji.'
'Karena itu Bapak tidak boleh menyentuhnya,' jawab Nara. Ia meletakkan lembar karbon dan foto gelang di samping segel, memastikan kamera regulator merekam posisi setiap benda. 'Terlebih suara Bapak terdengar memberi perintah pada menit sebelum UX-217 jatuh.'
Keira bangkit dari kursinya. Wajahnya kehilangan warna setelah mendengar suara ayahnya, tetapi ia masih berusaha menguasai percakapan. 'Kita tidak tahu kapan pita itu dibuat. Nisa bisa menyambung potongan suara.'
Nisa menatapnya lurus. 'Salinan mentah sudah dikirim ke tiga laboratorium sebelum saya masuk ruangan ini. Hash-nya tercatat di hadapan regulator. Kalau ada satu bit berubah, semua orang akan tahu.'
Maya mengangkat tongkat. Ketua perwalian itu masih berada di kursi roda, napasnya pendek akibat perjalanan dari rumah sakit. 'Pemungutan suara pemberhentian ditunda sampai bukti diamankan. Itu keputusan ketua.'
Fajar berbalik kepada anggota dewan. 'Ia sedang sakit dan dipengaruhi mereka.'
'Aku sakit, bukan kehilangan akal,' kata Maya. 'Duduk.'
Rafi belum menjawab Nara. Ia memandang pengeras suara seolah desis pita masih keluar dari sana. Di layar dinding, sambungan video Adit sudah gelap. Kresna meminta timnya mencatat waktu Adit memutus hubungan, sedangkan Damar mengirim petugas ke klinik agar mantan tunangan Nara tidak menghilang lagi.
Nara berdiri satu langkah dari Rafi tanpa menyentuhnya. 'Kau berkata tidak tahu mengapa berada di sana. Sekarang katakan apa yang masih kau ingat, meskipun hanya bagian kecil. Jangan isi ruang kosong dengan dugaan.'
Rafi menelan ludah. 'Aku ingat benda hitam sebesar dua ruas jari. Bukan dokumen kertas. Sebuah kapsul dengan dua pelat tembaga di sisinya.'
'Dari mana benda itu berasal?' tanya Damar.
'Dari meja ayahku. Aku menemukan faktur suku cadang yang diubah dan sebuah daftar pembayaran. Berkasnya terkunci. Kapsul itu bisa membuka salinannya.' Rafi menekan pelipis. 'Aku membawa benda itu kepada seseorang yang kukira dapat dipercaya. Aku belum ingat bagaimana aku naik UX-217.'
Fajar tertawa pendek. 'Ingatan yang sangat nyaman. Setelah tujuh belas tahun, ia tiba-tiba melihat kapsul.'
Nara tidak membela Rafi. 'Ingatan bukan bukti. Catat sebagai petunjuk, bukan fakta.'
Damar menyetujui. Rafi diminta mengulang pernyataan di depan dua kamera, tanpa pertanyaan yang mengarahkan. Ia menyebut warna, bentuk, dan rasa logam di telapak tangannya, lalu berhenti ketika gambaran ruang sempit membuat napasnya memburu. Nara meminta pemeriksaan dihentikan. Fajar menuduhnya melindungi suami, tetapi Nara menunjukkan klausul yang mewajibkan penghentian bila saksi mengalami gangguan medis. Aturan yang sama berlaku untuk siapa pun.
Ketika dokter regulator memeriksa Rafi, Kresna menerima kabar bahwa akses gedung telah dibatasi dari pusat keamanan. Lift tamu berhenti, pintu arsip terkunci, dan jaringan luar diputus. Fajar menyebutnya prosedur krisis. Damar menyebutnya potensi penghalangan penyidikan dan memerintahkan pengamanan ruang server.
Keira bergerak mendekati pintu, tetapi Maya memanggilnya. 'Kau akan tetap di sini sampai perangkatmu disalin secara hukum.'
'Nenek tidak berhak menahan saya.'
'Benar. Regulator yang berhak.'
Petugas menyerahkan surat penyitaan terbatas kepada Keira. Untuk pertama kalinya, perempuan itu tidak memiliki jawaban cepat. Ponselnya dimasukkan ke kantong antistatik bersama milik Fajar. Nara melihat keduanya saling bertukar pandang, bukan pandang seorang ayah dan anak yang sama-sama terkejut, melainkan dua orang yang sedang menghitung kerusakan berbeda.
Dokter mengizinkan Rafi kembali duduk. Ia meminta Damar mencatat bahwa kapsul tersebut kemungkinan sebuah hardware key. Dion memanggilnya 'kunci terakhir' dalam satu kilasan yang belum dapat ia tempatkan. Nara bertanya apakah ia menyerahkan benda itu kepada Dion. Rafi memejamkan mata lama.
'Aku ingat tangan ayahmu menerima sesuatu dariku,' katanya. 'Ada darah di lengan bajunya, tetapi alarm belum berbunyi. Setelah itu semuanya pecah menjadi suara.'
Rekaman disegel ulang untuk dibawa ke laboratorium. Pemungutan suara batal. Fajar tidak ditangkap karena suara pada pita belum diautentikasi, tetapi ia dilarang memasuki pusat data tanpa pendamping. Saat petugas membawa bukti keluar, Nara berjalan di sampingnya, bukan di samping Rafi. Perlindungan barang lebih penting daripada pertunjukan persatuan.
Di lorong, wartawan menunggu di balik pembatas. Seseorang membocorkan kabar mengenai suara Rafi bahkan sebelum regulator meninggalkan gedung. Nara meminta Damar mencatat waktu unggahan pertama dan daftar orang yang berada di ruang dewan. Kebocoran tersebut tidak otomatis dilakukan Fajar; anggota dewan, staf teknis, dan petugas keamanan juga mendengar pita. Namun kecepatannya menunjukkan narasi publik telah disiapkan. Rafi menolak menjawab teriakan wartawan. Ia hanya menyatakan akan menyerahkan seluruh catatan perjalanan dan pemeriksaan medisnya kepada penyelidik.
Maya dibawa kembali ke ambulans setelah tekanan darahnya turun. Sebelum pintu tertutup, ia meminta Nara tidak membiarkan rasa bersalah terhadap Dion membuatnya mempercayai cucunya terlalu cepat. Pesan itu menyakitkan Rafi, tetapi ia tidak membantah. Ia tahu neneknya sedang memberi Nara izin untuk melawan keluarga bahkan setelah kebenaran mulai menguntungkannya.
Di ambang pintu, Rafi berkata pelan kepada Nara bahwa kapsul tersebut tidak berada di antara barang yang dikembalikan rumah sakit. Nara membuka daftar inventaris lama dan menemukan kolom kosong setelah gelang perak.
Kunci itu tidak pernah ditemukan setelah UX-217 jatuh.