Abrisam POV
Setelah mendapatkan kontak gadis itu, namun kini aku belum ada keberanian untuk menghubunginya. Aku ingin mengenalnya lebih jauh, tetapi hatiku masih ragu, apakah ini sebuah cinta atau hanya rasa penasaranku yang disebabkan oleh cinta pertamaku yang telah lama pergi Sofwa. Aku ingin memastikan bagaimana perasaanku yang sebenarnya.
" woy Bim, Lo ngapain ngelamun disini, disini tuh enaknya menikmati suasa indahnya kota Bandung yang dilihat dari atas sini, merasakan sejuknya angin malam kota Bandung. "
Cerocos Abdur yang tiba tiba mengagetkanku, dan mengacaukan suasana.
" Apaan si lo, datang datang nyerocos aja kaya emak emak di pasar, tolong jangan ganggu gue. " jawabku ketus.
Abdur seringkali datang berkunjung ke apartemenku dan terkadang menginap sampai berhari hari, dia adalah asisten peibadiku yang akan mengurus segala keperluan dan menyelesaikan segala masalah pekerjaan yang bersangkutan dwngna perusahaan. Dia seringkali berganti pacar, mulai dari gadis yang bersuku Sunda, Jawa hingga Batak pernah ia pacari. berbeda denganku yang tak pernah mengurusi masalah perempuan, sampai ketika tinggal di London, banyak yang menyangka bahwa aku adalah seorang gay. Aku tidak pernah tertarik dengan gadis manapun kecuali Sofwa cinta pertamaku ketika zaman SMA. stelah itu aku hanya fokus dengan pendidikan.
" Ya elaaah, lo kebiasaan deh kalo gue datang pasti urung uringan, wooow foto siapa nih, pake hijaaab, cantik juga kayanya ini cewe Sunda deh. "
komentar Abdur yang ketika melihat foto Sofwa di layar handphoneku, yang memang belum sempat aku kembalikan ke luar dari vitur galery, setelah aku memandangi foto itu sesaat sebelum Abdur datang. Dia memang lihai dalam hal gadis, hanya dengan melihat parasnya dia bisa menebak asal suku dan daerah gadis itu.Dan kini handphone ku ada dalam genggamannya yang sengaja ia bawa menjauh dariku.
" Balikin handphone gue gak, kalo engga, gue kirim lo perusahaan yang ada di Ternate. "
" Oooow jadi main ancam ancaman nih, kasih tau gue dulu siapa cewe ini, sampe sampe lo pandangin sepanjang malam. "
" Oke, gue ceritain tapi lo duduk dulu, dan balikin handphone gue. "
Dengan ragu, dan pandanganny bergantian antara hp dan wajahku, ia menyerahkan handphone ku dengan wajah yang sangat penasaran. setelah ia duduk dan mengembalikan handphone ku, aku mulai menceritakan tentang Bahirah Sofwawidadi dan tentang Sofwa cinta pertamaku.
" Lo tau kan Sofwa, teman satu sekolah kita dulu di Ternate, dan lo tau kalo dia adalah cinta pertama gue, jujur gue gak bisa lupa sama Sofwa atau memang gue gak berani jatuh cinta lagi karena takut terluka lagi. "
" tapi cewe yang di foto bukan Sofwa Bim, udah deh Lo harus move on, usia loh udah hampir jadi aki aki, masih aja inget cinta pertama yang entah dimana, lo mau ngejomblo sampe mati, dan gue mau tau siapa cewe yang ada di hp loh itu? "
" Waktu gue kuliah disini gue gak bisa lupa dan penasar dengan kabar Sofwa, gue cari dan add pertemanan dengan semua akun yang ada nama Sofwa nya, di IG maupun di sss, gue liat satu persatu profilnya, tapi gue malah tertarik dwngan nama akun Bahirah Sofwawidadi, dulu gue gak begitu peduli, hanya sering melihat kabar brandanya saja, tetapi ketika gue kuliah di London gue makin penasaran dengan cewe ini, hanya dengan melihat status yang dia bgikan dan foto fotonya gue penasaran dan rasanya gue pengen banget ketemu dan kenal lebih jauh sama cewe ini. "
" tapi kayanya dia masih cewe bau kencur deh Bim, gue liat fotonya dia kaya masih usia 17 belasan. "
" Itu fotonya ketika gue pertama kali lihat dfotonya dan gue ambil, dan itu ketika dia masih sekolah kelas XI usianya mungkin sekitar 17 18 tahun lah, ini foto terbarunya. "
Aku menyodorkan handphone ku yang menampakan foto terbaru Sofwa.
" Waa, ini malah tambah cantik dari foto yang tadi, ini lebih dewasa dan tambah anggun. "
lagi lagi kalimat pujian yang keluar dari mulut fleyboy cap sandal japit ini.
" semenjak gue balik, gue udah berusaha mengirim pesan melalui mesenjer, dengan alasan gue mau belajar bahasa Sunda sama dia, bahkan gue berusaha meminta no telfonnya, tapi semua pesan yang gue kirim, dia abaikan, dan Lo tau beberapa hari yang lalu waktu Lo tiba tiba masuk ke ruangan gue, itu baru saja gue mendapatka kontaknya dari sepupunya yang bekerja di perusahaan swbagai OB. "
" waaah, Lo sampe tau sepupunya siapa, tapi ko bisa kebetulan yah, siapa nama OB itu? "
" Justru itu, awalnya gue kira bukanlah Sofwa yang gue kenal di f*******: itu, dan ternya setelah gue pastiin itu benar cewe yang sama, mungkin ini takdir, OB itu namya Farid. "
" Ceee takdiiir, emang Lo serius sama cewe ini, atau Lo cuma penasaran dan mau memastikan apakah lo bisa jatuh cinta sama cewe ini seperti lo jatuh cinta sama Sofwa? "
" Untuk saat ini gue juga belum yakin sama perasaan gue, makannya gue pengen ketemu dan kenal lebih jauh sama cewe ini. "
" Gue bantuin deh, dimana alamat cewe itu biar gue datengin. "
" Gila loh, lewat pesan aja kayanya dia risih dan terganggu apalagi didatangin langsung, mana belum kenal lagi, mau lo dijeblosin ke penjara? gini aja deh, besok kita minta tolong sama si Farid untuk mengajaknya bertemu, dan gue mau liat dia langsung lebih dekat, jujur gue belum pernah liat dia secara langsung. "
" oke, biar gue yang urus, nanti gue ngomong deh sama Farid. "
" syukur dofu dofu, maaf Lo harus ngurusin masalah pribadi gue juga. "
" syukur dofu Yali broo, ya elah gue malah senang sepupu gue ini akhirnya tertarik juga sama cewe, gue kira Lo mau jadi bujang lapuk tanpa merasakan indahnya cinta, haha...!!! "
" Berisik Lo, mending Lo pesan makanan dah, gue lapar banget. "
" Siap Bos..!!! "
Akhirnya kami menyantap makan malam kami yang dipesan melalu pesan antar.
***
Pagi hari di perusahaan, terlihat para karyawan yang berdatangan untuk bekerja, begitupun dengan Ob mereka sedang bersiap melakukan tugasnya. ketika sampai waktu makan siang, Abdur datang dengan membawa makanan di ikuti oleh Faris di belakangnya.
" Lo belum makan kan, gue bawa makanan nih, ayo duduk rid, tenang aja nanti bos kamu itu bakalan jadi sepupu kamu ko. "
perkataan Abdur membuat Farid terperangah.
" apa maksud bapa? "
" ah udah makan dulu. "
Abdur berusaha mengalihkan pembicaraan karena malu sudah keceplosan.
" saya makan di pantry aja pa, sama teman teman. "
Tolak Farid dengan penuh kecanggungan.
" Kamu makan disini aja, ada yang mau kita bicarakan juga sama kamu, jadi duduk dan makan saja disini. "
Perintahku tanpa menerima penolakan, membuat Farid duduk dan ikut makan dalam diam. Namun Abdur mulai membuka pembicaraan dan menyampaikan apa yang menjadi maksud kami memanggil Farid.
#Keterangan
- Syukur dofu dofu adalah bahasa Maluku Utara tepatnya bahasa pulau Tidore yang aerinya terimakasih banyak.
- syukur dofu Yali artinya terimakasih kembali.