" De, bisa pulang dulu gak, umi lagi sakit, dan pengen ketemu kamu. "
" Ya Allah kang, dari kapan umi sakit? insya Allah besok aku pulang yah. "
Setelah hampir satu tahun lamanya, kini saatnya Bahirah untuk kembali ke kampung halamannya, yang pasti Bahirah sudah menyiapkan mentalnya, karena bukan tidak mungkin orang orang di kampung halamannya terkhusus ibu ibu yang sering kali menjadi komentator kehidupan orang lain akan sangat ramai membicarakan tentang pernikahannya yang tidak ada kejelasan hingga hari ini.
" Aku harus bisa menghadapi ini, kenapa aku harus lari begitu lama? padahal keluargaku, terlebih Umi mungkin sudah sangat terluka dengan berbagai gunjingan orang orang di kampung. " Bahirah bergumam dengan pandangan kosong serta tangan yang masih menggenggam benda pipih setelah