Jalanan Bandung raya, masih sangat lengang dan sunyi, hanya terlihat beberapa kendaraan yang berlalu lalang tak begitu ramai Karena kini waktu masih menunjukkan jam empat dini hari, Mobil yang dikemudikan Abrisam kini sudah melaju membelah sunyinya jalanan menuju arah Bandung timur yang akan membawanya ke kota Garut, sengaja ia berangkat subuh sekali, karena tak ingin terjebak macet, dan tentunya tak ingin dihalangi oleh sepupunya.
" Aku harap kamu bisa maafin aku Ra, Aku Memang b******k dan pengecut, Dulu aku begitu yakin dan berjanji pada diriku sendiri akan membahagiakan kamu, bahkan aku menyaksikan tangis kebahagiaan dari Nenek kamu, Tapi dalam sekejap dan hanya karena wanita yang berhati picik dengan mudahnya aku menyakiti kamu. " Abrisam berkata dalam hatinya dengan tangan kanan tet