Leonart berjalan menuju mobilnya, ia meninggalkan daerah perkampungan pinggiran kota Jakarta. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Saat tiba di tengah kota Jakarta, Leonart menghentikan mobilnya di sebuah Cafe. Rasa haus dan lapar kini ia rasakan saat perutnya berbunyi minta untuk diisi. Rasa sedih di matanya masih terpancar.
Beberapa menu makanan sudah tersedia di hadapannya. Dengan lahap ia memakan semua makanan yang ada di hadapannya.
***
Setelah meminum obat penghilang rasa sakit kepala, Anita berangsur-angsur sembuh dari peningnya. Perutnya terasa keroncongan, ia menuju kulkas, di bukanya kulkas itu dan melihat apa ada makanan yang masih bisa di makan di dalam kulkas itu. Anita teringat jika dirinya belum berbelanja makanan. Perutnya berbunyi kembali, Anita segera mengamb