===== BAB 55: Umpan untuk Sari =====
Pesan Bram kepada Sari hanya meminta satu hal: ubah satu hash, lalu data terakhir menjadi milik kalian.
Maya menolak operasi dimulai sampai Sari memperoleh penasihat sendiri dan menandatangani persetujuan setelah membaca risikonya. Polisi menyiapkan akun tiruan yang tidak menyentuh repositori bukti asli. Hash yang akan tampak berubah hanya berada pada cermin umpan, sehingga tidak ada barang sitaan yang rusak. Alena membantu merancang jawaban teknis, tetapi keputusan mengirimnya tetap milik Sari.
'Aku mau melakukannya,' kata Sari setelah penasihatnya keluar. 'Bukan untuk membuktikan aku berani. Dia punya tiga puluh tujuh detik yang kita perlukan, dan kanal ini kesempatan menemukan dia.'
Alena menatap sahabatnya. 'Kalau ada satu penyimpangan dari rencana, keluar.'
'Itu juga perintahku untukmu kalau posisinya terbalik.'
Pesan balasan dikirim dari laboratorium yang direkam empat kamera. Sari menampilkan hash umpan dengan satu digit berbeda. Bram menjawab melalui paket terenkripsi yang memuat koordinat depot cadangan di pinggir kota dan meminta Sari datang ke terminal tertentu untuk mengambil data. Polisi memastikan bangunan terdaftar kosong, memasang pengawasan dari luar, lalu mengirim robot lebih dahulu. Tidak ditemukan bahan peledak atau orang.
Sebelum keberangkatan, petugas menguji tiga cara menghentikan operasi. Kata aman dapat diucapkan Sari, dikirim Alena, atau dipicu otomatis bila denyut dan posisi keluar dari batas. Jalur komunikasi utama serta cadangan memakai operator berbeda. Peta gedung dicetak karena Bram pernah memutus jaringan. Setiap anggota mengulang perannya di depan kamera agar tidak ada keputusan keselamatan yang hanya hidup di kepala satu orang.
Alena meminta Sari memilih sendiri siapa yang boleh menerima data biometriknya. Sari menunjuk paramedis operasi dan Alena, bukan Raka atau staf Vantara. Persetujuan itu dicatat dan berlaku hanya sampai operasi selesai. Detail tersebut tampak kecil dibanding ancaman Bram, tetapi Alena tidak mau keadaan darurat menjadi alasan mengambil kendali atas tubuh sahabatnya.
Rencana menetapkan Sari hanya masuk ke ruang depan bersama dua penyidik berpakaian teknisi. Alena berada di mobil komando, memantau telemetri. Raka tidak ikut perimeter; ia tinggal bersama Maya di pusat kendali karena wajahnya terlalu mudah dijadikan sasaran. Sebelum Sari turun, Alena memeriksa ulang alarm biometrik pada rompinya.
'Jangan menjadi pahlawan,' ujar Alena.
Sari tersenyum tipis. 'Aku insinyur data. Kami terlalu sibuk membuat cadangan untuk menjadi pahlawan.'
Terminal menyala saat kartu umpan didekatkan. Paket kecil mulai terunduh ke perangkat forensik sekali pakai. Pada tiga puluh persen, pintu baja jatuh di antara Sari dan dua penyidik. Sinyal video berubah menjadi pola statis. Polisi mencoba pembuka hidraulis, tetapi kunci magnetiknya terhubung ke daya bawah tanah yang tidak tercantum dalam denah.
'Sari, jawab,' kata Alena melalui jalur radio.
Tidak ada suara. Hanya empat lonjakan suhu pendek, dua panjang, lalu empat pendek pada panel telemetri. Pola itu berulang. Alena mengenal kebiasaan Sari memberi nama server dengan koordinat rak. Empat-dua-empat bukan pesan panik. Itu nomor ruang pada skema gedung lama.
Ia meminta denah utilitas, bukan denah pemilik. Ruang 424 berada satu lantai di bawah terminal, di balik dinding server pendingin. Bram telah mengalihkan mereka ke ruang depan sementara Sari mengikuti kabel unduhan ke bawah, mungkin karena tampilan menginstruksikannya. Alena merasa marah pada penyimpangan itu, tetapi menahannya sampai Sari selamat.
Tim bergerak ke tangga servis. Kamera termal menunjukkan satu tubuh di ruang tertutup dan sumber panas lain menjauh melalui lorong. Pemimpin operasi memilih penyelamatan, bukan pengejaran. Bram kembali mendapat beberapa menit, tetapi Sari mendapat seluruh tim.
Di dalam ruang, Sari menemukan panel offline dan menyalakan pemanas cadangan secara manual untuk mengirim pola suhu. Ponselnya disita oleh lengan mekanis saat pintu menutup, sehingga hanya jalur termal yang tersisa. Paket data sekali pakai masih terikat pada pergelangan tangannya.
Alena memandu petugas mengenali saluran pendingin yang dapat dipakai memasukkan udara. Katup pada denah digital salah posisi. Ia meminta foto langsung label pipa sebelum memberi saran; tidak ada ruang bagi tebakan ketika napas Sari menjadi taruhan. Label menunjukkan jalur suplai darurat berada dua meter di sebelah barat.
Robot kecil dimasukkan melalui saluran kabel dan mengirim gambar ruang 424. Sari sudah memecahkan kaca lemari masker, tetapi tabungnya hanya cukup beberapa menit. Ia menunjuk kamera ke pipa di atas kepala, lalu membentuk angka dua dengan jari. Alena membandingkannya dengan diagram pabrik dan menemukan pipa kedua yang tidak ada pada denah utilitas kota. Jalur itulah yang terhubung ke panel pembuangan Bram.
Komandan sempat mengusulkan meledakkan engsel. Teknisi memperingatkan percikan dapat menyalakan baterai cadangan. Alena menyaksikan keputusan ditunda sampai sensor kimia memastikan tidak ada uap mudah terbakar. Penundaan dua menit terasa menyiksa, tetapi tindakan cepat yang salah dapat mengubah ruang kedap menjadi tungku. Mereka memilih bor dingin serta suplai udara.
Saat bor mulai membuka dinding, Bram mengirim pesan ke pusat kendali: hash tidak pernah bisa menyelamatkan seseorang. Raka membaca pesan itu tanpa membalas. Ia bertanya kepada Alena apakah ada yang bisa dilakukannya. Alena memintanya menghubungi produsen ruang server untuk memperoleh kode pembuka mekanis. Lima menit kemudian, Kresna membawa teknisi pabrik ke sambungan video dengan surat darurat dari polisi.
Kode membuka lapisan pertama, tetapi lapisan kedua tetap terkunci. Petugas mendengar Sari memukul dari dalam semakin pelan. Sensor rompinya menunjukkan denyut meningkat sementara kadar udara berubah. Alena memaksa dirinya membaca angka, bukan membayangkan kehilangan.
Paket yang sempat diunduh mencapai seratus persen melalui kabel terpisah. Polisi memutus koneksi sebelum membukanya. Bukti mungkin sudah berada di tangan mereka, tetapi Alena tidak merasakan kemenangan. Bram merancang pilihan kejam antara mengejar dirinya, menjaga data, dan menyelamatkan Sari. Tim tetap memilih manusia.
Panel lingkungan akhirnya muncul pada konsol utilitas. Sebuah perintah eksternal telah menutup suplai dan membuka pembuangan. Angkanya turun cepat. Alena menyebutkan lokasi relay kepada petugas, lalu melihat indikator merah bergerak melewati batas yang diajarkan dalam latihan keselamatan.
Pada panel termal, kadar oksigen ruang tempat Sari dikunci jatuh di bawah enam belas persen.