===== BAB 40: Tanda Tangan Terakhir Bima =====
Guntur menandatangani percepatan penjualan Mitra Core beberapa menit sebelum perintah pengadilan tiba.
Maya mengajukan penahanan transaksi sebelum auditorium kosong. Ia tidak berdebat bahwa tanda tangan Guntur pasti melanggar perintah yang belum diterimanya. Ia menunjukkan pola percepatan, risiko aset perkara dipindahkan, dan pemberitahuan pelestarian yang sudah diterima Mitra Core sehari sebelumnya. Hakim mengeluarkan blokir sementara kepada bank, registri korporasi, dan penyedia pusat data sampai sidang penuh.
Alena membantu menyusun lampiran teknis. Ia mencantumkan nomor peti aktuator VX-412, hash basis data vendor, serta tabel yang membuktikan spesifikasi diubah setelah persetujuan. Semua rujukan mengarah pada salinan berkustodian; tidak ada tangkapan layar pribadi. Ketika blokir dikonfirmasi, Sari menulis waktu penerimaan pada log dan Maya meminta bank membalas dengan nomor tiket, bukan sekadar kata diproses.
Transaksi berhenti pada tahap verifikasi pemilik manfaat. Uang belum berpindah. Namun sengketa penjualan membuka ruang litigasi yang memaksa Mitra Core menyerahkan paket uji tuntas kepada pengadilan. Di antara laporan pajak dan daftar aset terdapat dokumen penyelesaian VX-217 yang selama tujuh belas tahun tidak pernah muncul di arsip Vantara.
Paket itu tiba melalui portal pengadilan dengan tanda tangan digital firma penjual. Kustodian mengunduhnya langsung ke media perkara, mencatat hash, lalu membuat salinan kerja. Alena tidak membuka lampiran sebelum daftar indeks selesai. Satu berkas memiliki tanggal pembuatan lama tetapi tanggal modifikasi pekan itu, sehingga versi terdahulu diminta dari cadangan firma. Versi lama dan baru hanya berbeda pada halaman tanda tangan yang dipindai ulang.
Ahli sertifikat memastikan dokumen baru berasal dari akun litigasi Mitra Core. Untuk dokumen tujuh belas tahun lalu, mereka masih membutuhkan kertas asli atau arsip notaris. Maya memperoleh perintah agar firma menyerahkan bundel fisik tanpa memberi tahu Guntur lebih dahulu. Sampai bundel datang, Alena menyebut temuan itu salinan litigasi, bukan dokumen asli.
Dokumen itu bertajuk perlindungan reputasi dan ditandatangani Bima, Guntur, serta penasihat lama perusahaan. Bima menyetujui narasi publik yang menempatkan Reno sebagai penyebab tunggal, membayar keluarga melalui jalur tertutup, dan menahan laporan komponen sampai klaim selesai. Tanda tangannya cocok secara visual, tetapi Alena meminta ahli dokumen serta sertifikat digital sebelum menyebutnya autentik.
Raka membaca salinan di ruang bukti. Wajahnya kehilangan warna. 'Berikan kepada Ratih dan keluarga lain. Jangan tunggu aku siap.'
Kustodian membuat paket akses terkontrol bagi perwakilan korban dan jaksa. Raka menandatangani pelepasan keberatan atas dokumen keluarga, lalu keluar dari ruang agar Ratih dapat membacanya tanpa diawasi anak orang yang menutup kasus. Alena tidak mengejarnya. Tindakan paling jujur yang dapat ia lakukan saat itu adalah membiarkan keluarga korban memiliki ruang.
Paket litigasi juga memuat laporan keselamatan Reno. Halaman pertama bertanggal satu giliran sebelum keberangkatan VX-217, tetapi kolom penerimaan baru diberi stempel pada giliran berikutnya. Di margin bawah ada paraf kecil R.P. dan catatan bahwa daftar beban harus dibetulkan karena satu akun tidak tercatat.
Alena merasa suara ruangan menjauh. Ia mengenali bentuk huruf ayahnya dari kartu ulang tahun dan catatan kerja yang disimpan Dewi. Namun pengenalan seorang anak bukan autentikasi. Ia meminta Sari memanggil ahli tulisan, memotret dokumen di bawah beberapa spektrum, dan membandingkan tinta paraf dengan tinta isi laporan.
'Kalau paraf itu asli, Reno menahan laporan,' kata Maya.
'Satu giliran,' jawab Alena. 'Kita belum tahu apakah ia menulis sebelum atau sesudah Raka naik. Kita juga belum tahu siapa menerima laporan dan mengapa stempelnya terlambat.'
Ia menolak dua godaan sekaligus: menyebut ayahnya bersih sebelum bukti selesai, atau menerima narasi Guntur bahwa keterlambatan administratif menyebabkan kegagalan aktuator. Simulasi telah menunjukkan komponen macet dan override memperburuk keadaan. Pelanggaran Reno tetap nyata, tetapi sebab teknis tidak boleh ditukar oleh rasa malu keluarga.
Ahli menemukan tinta paraf sama dengan catatan beban Reno, sedangkan stempel penerimaan memakai tinta yang digunakan kantor giliran berikutnya. Tekanan pada kertas menunjukkan laporan ditulis lebih dahulu dan disimpan tanpa stempel selama beberapa jam. Di sisi balik, goresan samar menyebut perlindungan akun 2A dan niat menyerahkan dokumen di tujuan.
Bundel fisik tiba dalam kotak notaris yang segelnya dicocokkan dengan register lama. Lubang staples, lipatan, dan nomor halaman laporan Reno sesuai dengan salinan litigasi. Namun ada satu lembar pemisah yang tidak ikut dipindai. Lembar itu mencatat laporan diterima oleh meja operasi, lalu dikembalikan untuk koreksi manifest. Nama penerima tertutup noda, sehingga tim meminta pencitraan multispektrum sebelum mencoba membacanya.
Temuan tersebut mempersempit urutan: Reno menulis peringatan, menahan atau menerima kembali laporan demi memperbaiki akun 2A, lalu stempel resmi baru masuk pada giliran berikut. Itu tetap pelanggaran yang mungkin menunda penghentian. Belum ada bukti Reno ikut memilih komponen rekondisi. Alena menulis dua kalimat itu bersebelahan agar pembaca tidak dapat mengambil satu dan menghapus yang lain.
Alena memasukkan temuan awal ke laporan dengan kata belum final. Ia meminta dokumen asli tetap di lemari bukti dan hanya salinan bertanda air yang diberikan kepada pihak litigasi. Ratih menerima seluruh halaman, termasuk paraf Reno, setelah menandatangani batas distribusi sampai ahli menyelesaikan pemeriksaan.
Pukul sembilan malam, notifikasi media berbunyi serentak. Seseorang mengunggah potongan halaman yang hanya menampilkan paraf Reno, kalimat penundaan laporan, dan tanda tangan Bima. Bagian tentang akun 2A, aktuator rekondisi, serta waktu override dipotong. Akun pengunggah memakai kanal lama Kapten Kedua.
Dalam hitungan menit, judul berita menyebut Reno membantu Bima menyembunyikan penumpang dan komponen. Bram mengirim pernyataan suara dari lokasi tak diketahui. Ia menyebut paraf itu bukti bahwa Reno ikut merancang penggantian lot dan memperoleh perlindungan setelah kecelakaan.
Alena menatap dokumen utuh di balik kaca lemari bukti, sementara dunia hanya melihat potongannya.
Bram membocorkan paraf itu dan menyebut Reno anggota konspirasi.