===== BAB 4: Ruang yang Terkunci =====
'Proyek VX-217 membawa satu akun yang sengaja dihapus dari log akses.'
Ucapan Alena membuat Raka berdiri kaku di perpustakaan. Mawar meminta cucunya mengambil sebuah kotak musik dari lemari, tetapi bagian bawah kotak itu kosong. Benda yang seharusnya disimpan di sana telah diambil seseorang.
'Ada salinan log akses?' tanya Raka.
'Dulu ada,' jawab Mawar. 'Ayahmu menyimpannya bersama rekaman pusat data. Setelah dia meninggal, kuncinya kembali kepadaku, tetapi isi kotak sudah hilang.'
Alena menahan amarah. 'Tujuh belas tahun keluarga ini menguasai bukti, lalu sekarang Anda menawarkan teka-teki.'
'Aku menawarkan pintu yang masih bisa dibuka.' Mawar menatap cincin tunangan Alena. 'Keputusan memasuki pintu itu milikmu.'
Ponsel Alena berdering. Dewi menangis karena kaca toko jahitnya dilempari batu. Sebuah amplop diselipkan di bawah pintu, berisi foto Reno dengan tulisan PENGKHIANAT TETAP PENGKHIANAT. Raka segera mengirim tim keamanan, tetapi Alena menolak ibunya dibawa ke rumah Dirgantara.
'Tempat milik keluarga Anda bukan tempat aman,' katanya di perjalanan pulang.
'Orang yang menyerang ibumu juga menyerang perusahaanku.'
'Itu tidak membuktikan kita berada di sisi yang sama.'
'Tidak. Karena itu kontrak harus memberi kita alasan untuk tetap saling mengawasi.'
Mereka berhenti di kantor pengacara pilihan Alena, Maya Santosa. Selama tiga jam Maya membongkar rancangan Kresna. Ia menambah penalti jika akses arsip ditutup, hak Alena mempertahankan pekerjaannya setelah penyelidikan, dan klausul bahwa semua sentuhan di depan umum memerlukan isyarat persetujuan.
'Pernikahan ini bisnis,' kata Maya. 'Tetapi tubuhmu bukan bagian aset.'
Raka membubuhkan paraf tanpa berdebat. Ia hanya meminta satu perubahan: bila ancaman meningkat, Alena dan Dewi harus mengikuti protokol keamanan yang disepakati, bukan menghilang sendiri.
'Saya tidak akan menyerahkan Ibu kepada pengawal yang dipilih Guntur,' ujar Alena.
'Pilih sendiri dari perusahaan luar.'
Kesediaannya berkompromi membuat Alena lebih gelisah daripada pemaksaan. Ia mencari jebakan pada setiap halaman, sementara Raka menerima hampir semua syarat. Di luar ruang rapat, berita baru menyebut Alena sebagai kekasih gelap CEO yang merekayasa insiden demi menggulingkan tunangannya. Foto artikel berasal dari Nadine.
Dito menelepon Maya, meminta bicara. Alena mengaktifkan pengeras suara.
'Aku bisa menjelaskan hubunganku dengan Nadine,' katanya. 'Dia mendekatiku untuk mendapat informasi tentang audit. Aku terpaksa mengikutinya.'
'Kau terpaksa tidur dengannya juga?' tanya Alena.
Keheningan memberi jawaban.
'Nadine punya salinan laporan VX-217,' lanjut Dito cepat. 'Kalau kau menikahi Raka, dia akan menghancurkannya.'
'Dari mana kau tahu?'
'Temui aku sendiri malam ini.'
Raka menggeleng, tetapi Alena setuju bertemu di restoran terbuka dengan Maya dan pengawal pada meja terpisah. Dito datang membawa flash drive. Ia mengaku Nadine memintanya meminjam kartu Alena untuk menyalin jadwal audit, bukan memalsukan pelepasan komponen.
'Aku bodoh, tapi aku tidak mempertaruhkan akun,' katanya. 'Nadine bilang hanya akan membuat kesalahan administratif agar Raka tampak lemah.'
'Kau memberi akses tanpa izin.'
'Demi kita. Dia menjanjikan promosi dan rumah setelah pernikahan.'
Alena hampir tertawa. Bahkan pembelaannya masih menjadikan dirinya alasan. Ia memasukkan flash drive ke komputer Maya. Isinya foto daftar log akses VX-217 dan percakapan Nadine dengan akun bernama BW. Salah satu pesan berbunyi: calon istri harus jatuh sebelum Senin.
'Mengapa memberikan ini sekarang?' tanya Alena.
'Karena Nadine meninggalkanku begitu berita keluar. Aku juga dijadikan korban.'
'Tidak. Kau memilih menjadi alat.'
Dito mencoba menyentuh tangannya, tetapi Alena menarik diri. Di seberang jalan, kamera memotret mereka. Pertemuan telah menjadi jebakan lain.
Raka menunggu di mobil setelah Alena keluar. Ia tidak bertanya tentang perasaan Alena terhadap Dito. Ia memeriksa flash drive melalui komputer terisolasi dan menemukan berkas tersembunyi: rancangan penjualan divisi audit kepada Mitra Core, ditandatangani Guntur dan Nadine.
'Cukup untuk menghentikan penjualan?' tanya Alena.
'Cukup untuk menunda, tidak untuk menguasai suara perwalian.'
'Jadi pernikahan tetap diperlukan.'
'Ya.'
Raka menawarkan membatalkan jika Alena merasa dipaksa oleh ancaman kepada Dewi. Alena menatap jalan Jakarta yang basah. Menolak berarti tetap menjadi tersangka tanpa akses. Menerima berarti masuk ke keluarga yang telah menutup kematian ayahnya.
Keesokan pagi, regulator memanggilnya sebagai saksi sekaligus pihak yang diperiksa. Bukti awal menunjukkan kartu digitalnya disalin dari terminal Dito. Namun perusahaan menolak memberikan server mentah dengan alasan rahasia usaha. Guntur jelas sedang membeli waktu.
Setelah pemeriksaan, Alena menemui Raka di atap kantor pengacara. Ia mengembalikan cincin Dito melalui kurir dan menandatangani kesepakatan pranikah, menyisakan akta perkawinan untuk dilaksanakan Minggu pagi.
'Saya tidak menjadi istri yang patuh,' katanya.
'Saya tidak mencari kepatuhan.'
'Saya akan membongkar perusahaan Anda jika bukti mengarah ke sana.'
'Kalau bukti itu benar, bongkar.'
Raka menyerahkan kartu akses sementara berwarna hitam. Di belakangnya tercetak ruang audit pasangan perwalian.
Maya menahan Alena setelah Raka menjauh. Ia memastikan kliennya memahami bahwa perlindungan hukum tidak sama dengan kekebalan dan bahwa perasaan dapat berubah lebih cepat daripada klausul. Alena menjawab ia tidak sedang mencari suami, melainkan jalur menuju bukti. Namun ketika melihat Raka menunggu tanpa mendesaknya, ia sadar bahaya lain justru datang dari kemungkinan lelaki itu tidak sepenuhnya seperti keluarganya.
Ia meminta Maya tetap menjadi orang pertama yang menerima bukti bila dirinya kehilangan akses. Kesepakatan itu dicatat sebagai lampiran dan ditandatangani kedua pihak tanpa keberatan.
Malam sebelum upacara, Alena menyusun daftar pertanyaan untuk VX-217: siapa akun 2A, siapa mengubah log akses, siapa mengambil tas Reno, dan mengapa kode ayahnya hidup kembali. Ia menempelkan daftar itu di dinding hotel. Dewi menambahkan satu pertanyaan dengan tulisan tangan: apa yang Reno coba lindungi? Pertanyaan terakhir tersebut membuat pernikahan kontrak terasa seperti langkah menuju suara orang mati.
Alena juga mengirim pemberitahuan resmi kepada regulator bahwa ia akan menikah dengan CEO pihak yang diperiksa. Transparansi itu dapat memperbesar kecurigaan, tetapi menyembunyikannya akan lebih buruk. Maya memastikan seluruh audit Alena ditemani pengawas independen.
'Kalau kau menjadi istriku, kau mendapat kursi di meja yang selama ini mengubur nama ayahmu.'