===== BAB 23: Pasien dari Malam Hujan =====
Julian tertangkap di perpustakaan sambil memegang surat bertuliskan, 'Cincin menyimpan arah.'
Kalimat itu tidak langsung mengubah cincin menjadi kunci. Bima dapat memakai simbol keluarga, benda fisik, atau sekadar metafora. Alena meminta surat diuji tinta dan serat sebelum siapa pun mencoba menyelaraskannya dengan kode. Keinginan memecahkan teka-teki tidak boleh merusak permukaan yang mungkin menyimpan sidik atau tekanan tulisan.
Julian diperiksa pagi berikutnya di ruang medis regulator. Pengacara berada di sampingnya, dokter independen memastikan kondisinya stabil, dan Raka menonton dari ruang terpisah atas pilihannya sendiri. Alena duduk bersama Maya di seberang meja. Ia tidak membawa foto Raka muda agar ingatan Julian tidak diarahkan oleh wajah.
'Ceritakan pasien tanpa nama dari saat Anda pertama melihatnya,' kata penyelidik.
Julian menelan air. Bima meneleponnya setelah tengah malam dan menyuruh datang ke klinik kecil dekat kompleks. Seorang pemuda ditemukan sadar tetapi bingung, luka di pelipis, bahu terkilir, pakaian basah oleh hujan dan cairan pemadam. Gelang peraknya telah dilepas petugas penyelamat.
'Apa yang dia katakan?'
'Nama Reno. Angka dua A. Buku pembelian. Ia mengulang bahwa pintu tidak boleh dibuka.'
Julian tidak tahu Raka berada di VX-217 sampai Bima datang bersama Bram. Bram membawa pakaian bersih dan formulir pasien kosong. Bima memerintahkan Julian menulis cedera jalan raya, sedangkan Bram menghapus nama dari daftar unit gawat darurat.
Penyelidik meminta Julian menggambar denah klinik sebelum memperlihatkan foto lama. Ia menempatkan ruang perawatan, pintu tempat Bram berjaga, dan lemari tempat pakaian disimpan. Denah itu cocok dengan izin bangunan yang baru diperoleh, termasuk lorong servis yang tidak tampak pada foto media.
Julian juga menyebut jam dinding berhenti pada pukul tiga lewat tujuh karena terkena air dari tandu. Catatan teknisi klinik mengonfirmasi perbaikan jam pagi berikutnya. Detail tersebut tidak membuktikan semua ucapannya, tetapi menunjukkan ia berada di ruangan yang dideskripsikan.
Ketika ditanya ciri Bram, Julian tidak menyebut lencana BW yang sudah diberitakan. Ia mengingat pin dua garis pada kerah dan kebiasaan Bram mengetuk meja dua kali sebelum memberi perintah. Catatan Dewi tentang lelaki yang mengambil tas Reno menyebut pin sama. Kedua saksi belum pernah berbicara.
Alena meminta persesuaian itu disimpan terpisah sampai penyelidik memeriksa apakah kliping berita di kamar Julian memuat foto pin. Kecocokan saksi hanya bernilai bila mereka tidak mengambil detail dari sumber yang sama.
'Anda menurut?' tanya Alena.
'Saya dokter keluarga. Bima berkata orang yang mengejar dokumen juga akan membunuh Raka.'
'Itu menjelaskan ketakutan Anda. Bukan menghapus pilihan Anda.'
Julian mengangguk. Ia memberi sedatif pertama untuk menangani agitasi setelah gegar otak. Dosis berikutnya tidak diperlukan secara medis, tetapi Bima meminta Raka tetap tidur selama dipindahkan ke Menteng dan jet disiapkan. Di rumah, setiap kali Raka terbangun, Bima mengulang bahwa ia jatuh dari motor setelah pulang dari rumah sakit ibunya.
'Apakah Anda sengaja menghapus ingatannya?'
'Tidak ada obat yang bekerja seperti penghapus. Tetapi saya tahu dosis itu dapat menghalangi ingatan baru. Saya memilih tidak bertanya apa yang sedang Bima bangun di sekelilingnya.'
Alena melihat layar ruang pengamatan. Raka duduk tanpa bergerak, kedua telapak tangannya terbuka di atas lutut. Ia dapat menghentikan pemeriksaan sesuai kesepakatan medis, tetapi tidak menekan tombol.
Julian meneruskan. Sebelum jet berangkat, Raka sempat sadar lebih lama. Ia meminta kertas, menggambar lingkaran dengan enam belas titik, lalu berkata Bima menyimpan arah pada cincin yang tidak pernah dipakai. Bima mengambil gambar itu dan menyuruh Julian melupakannya.
'Surat di perpustakaan dibuat kapan?' tanya Maya.
Enam tahun lalu, tiga hari sebelum Bima meninggal. Bima menemui Julian, mengaku pola pembelian komponen mulai muncul lagi, dan menaruh surat sebagai jaminan. Ia tidak menyerahkan dokumen utama karena mengira telepon Julian disadap. Setelah Bima wafat, Mawar membayar Julian agar rahasia Raka tetap tertutup.
'Mengapa Anda datang mengambilnya sekarang?'
Julian mengeluarkan nomor yang menelepon. Suara lelaki itu tidak menyebut nama, tetapi mengingatkan bahwa dokter yang memalsukan rekam medis dapat mati sebagai penjahat atau hidup sebagai orang yang patuh. Ia diberi kode gerbang dan lokasi panel perpustakaan—informasi yang menurut Julian hanya diketahui Bima, Mawar, dan Bram.
Kesaksiannya menghubungkan Bram, tetapi belum mengautentikasi ancaman. Sari memperoleh rekaman menara dan meminta sampel suara melalui waran Mitra Core. Maya menolak menawarkan pengampunan. Julian ditempatkan dalam perlindungan sambil tetap diperiksa atas pemalsuan catatan serta percobaan menghancurkan surat.
Saat jeda, Raka masuk setelah Julian dan pengacaranya setuju. Ia tidak mendekati meja.
'Apakah saya mengatakan siapa yang memberi buku kepada Reno?' tanyanya.
Julian menggeleng. 'Kau hanya berkata harus sampai ke tujuan.'
Raka menatap Alena melalui kaca. 'Jangan percaya bagian yang tidak dapat kita cocokkan.'
'Saya tidak akan.'
Tidak ada luka dalam jawabannya, hanya aturan yang telah mereka sepakati. Raka tampak lega justru karena ia tidak memperoleh kepercayaan gratis.
Sebelum pemeriksaan ditutup, Julian meminta melihat daftar barang yang ditemukan pada Raka. Gelang, pakaian, dan kartu rumah sakit disebut. Ketika petugas menyebut boarding pass 2A dengan noda gelap, Julian membungkuk ke depan.
Ia ingat kartu bertanda 2A menempel pada kemeja pasien karena darah dari pelipis. Ketika pakaian dipisahkan di klinik, Bima mengambil kartu itu dari kain basah. Julian tidak pernah melihatnya lagi dan tidak tahu bagaimana benda tersebut kemudian berada di saku mantel Reno.
Pernyataan tersebut dicatat sebelum ia diperlihatkan foto. Alena mengirim permintaan uji kepada Maya dan meminta Dewi menyiapkan kesaksian rantai penyimpanan sejak rumah sakit.
Julian berkata darah pada boarding pass seharusnya masih cocok dengan pasiennya.