===== BAB 22: Dokter yang Menghilang =====
Resep sedatif Julian tercatat diberikan di rumah Mawar, bukan rumah sakit.
Mawar meminta semua orang datang ke Menteng setelah membaca formulir. Kali ini Alena menolak pertemuan keluarga tanpa penyelidik. Rumah itu adalah lokasi pemberian obat dan kemungkinan penyimpanan bukti; percakapan harus tercatat, sedangkan kamar yang digeledah memerlukan persetujuan atau surat resmi.
Di ruang matahari tempat pernikahan dilaksanakan, Mawar mengakui perawat yang menerima ampul bekerja langsung untuknya. Bima membawa Raka lewat pintu samping menjelang fajar. Kepala Raka diperban, pakaiannya sudah diganti, dan Julian berkata obat diperlukan agar ia tidak kejang.
'Aku tidak membaca resepnya,' kata Mawar.
'Tetapi Anda melihat dia dikirim pergi,' ujar Alena.
'Aku percaya Bima menyelamatkan anaknya.'
Maya meletakkan catatan pembayaran tahunan Julian. 'Enam tahun lalu, setelah Bima meninggal, pembayaran ini berpindah ke rekening pribadi Anda.'
Mawar menutup mata. Ia mengaku melanjutkan uang tersebut karena Julian mengancam akan menjual cerita pasien tersembunyi kepada media. Namun jumlahnya dua kali lebih besar daripada yang tercantum dalam pesan ancaman.
'Separuh untuk diam,' katanya. 'Separuh karena aku takut ia tidak punya apa-apa setelah melakukan apa yang diminta keluarga kami.'
Alena mendengar perbedaan yang ingin dibangun Mawar antara belas kasihan dan pembelian diam. Bagi penyelidikan, keduanya melewati rekening yang sama. Ia meminta semua bukti transfer diserahkan.
Sari menelusuri telepon prabayar Julian dari bank Bekasi. Perangkat itu hanya aktif tiga kali: dekat cabang bank, dekat menara seluler Menteng, dan pada malam sebelumnya di sekitar rumah Mawar. Tidak ada panggilan keluar setelah sambungan ke Mitra Core. Kemungkinan Julian masih mengawasi tempat yang menyimpan surat Bima.
Kamera jalan memperlihatkan mobil sewaan berhenti dua blok dari rumah pada ketiga waktu tersebut. Penyewa memakai identitas pasien yang meninggal di klinik Julian enam tahun lalu. Tanda tangan digitalnya dibuat dari berkas lama, tetapi pembayaran tunai meninggalkan nomor urut uang yang baru ditarik Julian di Bekasi.
Alena meminta polisi tidak mengumumkan identitas palsu itu. Bila Bram memantau, pengetahuan bahwa jejak uang sudah ditemukan dapat membuat Julian dibungkam sebelum bicara. Maya menyiapkan surat perlindungan yang dapat ditawarkan tanpa menjanjikan bebas dari tuntutan.
Mereka juga menguji kemungkinan Julian sengaja memancing tim ke Menteng. Tim penjinak memeriksa panel perpustakaan, jalur gas, dan kotak musik sebelum rumah dikosongkan. Tidak ada bahan berbahaya, hanya bekas jari baru pada rak Bima. Seseorang pernah membuka panel dalam dua hari terakhir tetapi tidak mengambil amplop.
'Ia memastikan benda itu masih ada,' kata Alena.
Mawar meminta ikut menunggu di rumah agar Julian percaya keadaan normal. Alena menolak. Kondisi jantung Mawar dan keterlibatannya dalam pembayaran membuat kehadiran itu berbahaya sekaligus merusak pemeriksaan. Perempuan tua tersebut marah, lalu menerima ketika Maya menjelaskan keputusan berasal dari protokol, bukan hukuman keluarga.
Raka tidak membujuk neneknya atas nama Alena. Ia hanya menandatangani persetujuan penggunaan rumah dan membiarkan keputusan keselamatan berdiri.
Penyelidik memasang kamera sementara di pintu luar dengan persetujuan Mawar. Tidak ada alat di kamar pribadi. Daftar staf dipangkas, jadwal kunjungan dibuat seolah rumah kosong, dan kabar palsu bahwa kotak musik dipindahkan sengaja dicatat pada sistem yang pernah bocor.
Alena menunggu di kendaraan regulator dua rumah jauhnya bersama Sari. Raka berada di kendaraan lain agar kemunculannya tidak mendorong Julian melarikan diri atau menciptakan tuduhan tekanan keluarga. Hujan turun menjelang tengah malam, menutup kaca dengan garis tipis.
Setiap tiga puluh menit, petugas membacakan status segel perpustakaan melalui radio. Tidak ada seorang pun memasuki rumah tanpa nomor tugas; bahkan pelayan Mawar menunggu di lokasi lain sampai operasi ditutup.
'Anda bisa tidur,' kata Sari.
'Kau juga.'
Keduanya tetap menatap layar.
Pukul satu lewat dua belas, gerbang servis terbuka memakai kode dokter keluarga yang seharusnya dinonaktifkan enam tahun lalu. Seorang lelaki membawa tas medis dan berjalan membungkuk melewati taman. Pengenalan wajah tidak dipakai sebagai dasar penangkapan; petugas mencocokkan bekas luka ibu jari ketika ia menempelkan tangan pada gagang pintu.
Julian tidak menuju kamar Mawar. Ia langsung memasuki perpustakaan dan membuka panel di belakang rak korespondensi Bima. Seorang petugas memberi aba-aba, tetapi Alena meminta mereka menunggu sampai benda yang dicari terlihat. Menangkap seseorang di lorong hanya membuktikan masuk tanpa izin. Membiarkannya menyentuh tempat rahasia dapat menjelaskan tujuannya.
Julian mengambil amplop cokelat, memotretnya, lalu mencoba memasukkan kertas ke alat penghancur portabel. Petugas regulator masuk sebelum bilah bergerak. Julian menjatuhkan tas dan mengangkat kedua tangan.
Raka tiba setelah ruangan dinyatakan aman. Ia berhenti di pintu ketika melihat dokter yang mungkin membentuk tujuh belas tahun ingatannya. Julian memalingkan wajah.
'Mengapa sekarang?' tanya Raka.
Pengacara regulator menghentikan pertanyaan sampai Julian mendapat pendamping hukum. Alena setuju. Kebenaran yang diambil tanpa hak akan memberi Bram dan Guntur pintu keluar.
Amplop difoto di tempat, dimasukkan kantong bukti, dan diberi nomor oleh petugas yang tidak menyentuh Julian. Di bagian depan tertulis tangan Bima: UNTUK JH JIKA POLA LAMA DIULANG. Di dalamnya ada salinan pembayaran, satu gambar cincin keluarga, dan kalimat pendek.
Mawar melihatnya melalui foto barang bukti. Ia mengaku tidak tahu Bima menyimpan pesan di perpustakaan. Alena tidak lagi mengukur kebenaran hanya dari nada penyesalan perempuan tua itu.
Julian meminta perlindungan sebelum mau bicara. Ia mengatakan seseorang dari Mitra Core menelepon setelah berita VX-408 dan memerintahkannya mengambil surat sebelum regulator menemukan hubungan klinik. Maya menjawab keselamatannya dapat dilindungi, tetapi penghancuran bukti tetap dicatat.
Petugas membalik surat di bawah kamera. Lima kata Bima memenuhi bagian tengah halaman.
Julian tertangkap di perpustakaan sambil memegang surat bertuliskan, 'Cincin menyimpan arah.'