Hujan mulai reda
Mereka memutuskan untuk pulang.Saking canggungnya sepanjang perjalanan hanya ada kebisuan di antara mereka. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut keduanya.
"Apa yang baru saja aku lakukan tadi? Apa dia akan marah dan menjauh setelah ini, ck bodoh kenapa harus secepat ini''
Dalam hatinya Yoga terus mengutuki dirinya sendiri.Dia juga tidak mengerti kenapa bisa dia tertarik dengan gadis itu.Bahkan dia sampai tak bisa mengendalikan dirinya.
* * *
Sesampainya di rumah Nada langsung masuk tanpa berkata apapun kepada pria itu.Hal itu membuat Yoga semakin merasa bersalah.
''Apa dia marah? Ah udahlah biar nanti coba bicara lagi dan minta maaf semoga aja dia nggak marah,'' batin Yoga sambil berlalu meninggalkan rumah Nada.
Di dalam kamar perasaan Nada juga masih tidak karuan.
"Ya ampun jadi begini rasanya, aku jadi bingung harus bersikap gimana ke dia,"gumamnya.
Nada terus bicara pada dirinya sendiri sambil menatap jendela kamarnya yang tepat menghadap rumah Laki laki itu.
*Ponsel berbunyi *
"Nad maaf atas kejadian tadi"
ternyata pesan dari Yoga.
Nada membalas pesan itu dengan singkat.
"iya lupain aja! "
Nada benar-benar bingung harus bersikap bagaimana setelah ini.Jujur saja itu adalah pengalaman pertama baginya.Rasanya memang agak aneh tapi hatinya merasakan ada yang berbunga-bunga di sana.
Percakapan mereka terus berlanjut hingga rasa canggung itu mulai menghilang dan Nada kembali bersikap seperti biasanya.
Sejak saat itu mereka semakin sering pergi berdua bahkan sudah seperti sepasang kekasih tidak ada lagi rasa canggung ataupun malu-malu di antara keduanya.
Yoga selalu memanjakan Nada membuat gadis polos itu semakin terbawa perasaan, tapi tetap saja mereka tidak berkomitmen atau jadian seperti kebanyakan remaja lain.
Nada sempat berpikir tentang apa hubungannya saat ini, tapi ia berusaha tidak perduli yang terpenting dia bahagia dan Yoga selalu bersamanya itu sudah cukup dari sekedar tanggal jadian yang tidak begitu penting.
Setiap saat mereka selalu berkabar, saling memberi semangat saat menjalankan aktivitas sehari-hari dan saling mendukung satu sama lain.Ketika ada tugas sekolah Yoga selalu membantu mengerjakan tugas-tugasnya dengan senang hati.
Nada juga selalu berseri-seri setiap pergi ke sekolah. Nada terlihat begitu bahagia sampai-sampai Putri dan teman lainnya merasa aneh.
Biasanya Nada selalu jutek di sekolah tapi belakangan sifatnya menjadi sangat berbeda.Dia menjadi lebih santai dan jarang marah-marah.
Tidak seperti awal-awal pindah. Putri ingat ketika itu ada seorang siswa yang berusaha mendekati Nada. Nada langsung marah karena tidak ingin diganggu sampai-sampai Nada mendorong siswa tersebut hingga terjatuh ke lantai.
Tapi sepertinya akhir-akhir ini Nada berubah menjadi lebih lembut dan feminim.
Hari demi hari berlalu.
Selama satu tahun mereka menjalani sebuah hubungan tanpa status itu.Nada juga tidak berniat untuk mempunyai kekasih lain karena telah ada Yoga yang selalu ada untuknya selama ini.
Hatinya telah yakin dan mencintai laki-laki itu dengan sepenuhnya.
Sayang, ternyata kebersamaan itu tidak bertahan lama.Belakangan mulai ada yang berbeda.Beberapa hari ini Yoga seperti menghindar dari Nada.Tentu saja hal itu membuat Nada bingung.
Biasanya Yoga menjemput Nada setiap hari, mereka juga sering makan siang bareng sebelum pulang ke rumah.Namun akhir-akhir ini Yoga malah lebih sering menghabiskan waktu dikampus dan jarang pulang ke rumahnya.
Keduanya menjadi jarang bertemu.Bahkan sekarang dia sudah jarang memberi kabar pada Nada.
Setiap ditanya alasan nya sedang sibuk kuliah, entah itu kuis, ujian atau beralasan mengajar les private.
"Hey kemana aja sih gak ada kabar?hari ini pulang kan?".
Nada mencoba mendahului untuk mengirim pesan.Setelah lama menunggu akhirnya ada balasan.
"Maaf hari ini aku nginep dikostan lagi, soalnya besok ada kelas pagi gak akan keburu klo berangkat dari rumah, maaf juga jarang ngabarin soalnya akhir akhir ini sibuk banget dikampus".
Dengan perasaan sedikit kecewa Nada hanya menjawab "ya" singkat.
''Sepertinya dia mulai berubah, tapi kenapa apa aku melakukan kesalahan atau jangan jangan ada wanita lain yang sedang dekat dengannya?''
Batin nya terus bertanya-tanya dia merasa Yoga berubah sekali dia tidak seperti Yoga yang selama ini di kenalinya.
Hubungannya semakin tidak jelas karena sikap Yoga yang tiba-tiba seperti menjauh. Meski begitu Nada masih mencoba berfikir positif mungkin memang benar dia sedang sibuk dengan kuliahnya.
Setelah beberapa minggu tanpa kabar dari Yoga Nada mengirim pesan tapi tidak pernah ada jawaban.Nada terus gelisah, sedih dan juga marah karena sekarang dia benar-benar merasa dicampakkan begitu saja tanpa diberi penjelasan.
Entah apa yang terjadi, Nada benar benar tidak mengerti dengan perubahan sikap Yoga kepada dirinya yang terjadi secara tiba-tiba.Bahkan dirinya tidak merasa berbuat salah sama sekali.
Kebersamaan yang selalu membuat Nada bahagia kini tak pernah lagi terjadi.Laki laki itu terasa seperti asing belakangan ini, jangankan menemuinya untuk sekedar membalas pesan saja sepertinya sudah tidak bisa.
***
Patah Hati. . .
Sore itu seorang gadis mengurung diri dan terisak di kamarnya.Dia begitu sedih dan terpuruk menyendiri di sana tanpa ada yang tau sebabnya.
*Flashback *
Setelah beberapa hari tanpa kabar dari Yoga tiba tiba masuk sebuah pesan di akun sosial media miliknya.
"Apa apa ini? "
Ternyata itu pesan dari akun sosial media Yoga, Nada benar benar tidak mengerti apa maksud dari pesan tersebut.
"Maksudnya?"
Nada membalas pesan itu singkat.
"Ya ini apa apaan chat sayang sayang ke akun ini?" Balas akun tersebut.
Nada semakin bingung, memang dia sering chatting mesra di akun itu namun biasanya tidak pernah ada pertanyaan seperti itu tapi kali ini sangat aneh dirinya mulai merasa tidak enak hati
''apa jangan jangan ini bukan kak Yoga, lalu siapa?''gumamnya.
"Maaf memangnya ini siapa bukannya ini akun milik kak Yoga"
Nada memberanikan diri bertanya seperti itu berharap akun itu bukan di pegang orang lain.
"Ini pacarnya. Kamu yang siapa? Kenapa chat mesra mesraan sma pacar saya? kita udah mau tunangan"
*Deg*
Bagai di sambar petir di siang bolong, Nada terkejut dengan balasan pesan itu.Hatinya mulai merasa sesak tapi ia masih ingin memastikan lagi.
"Pacar? memangnya sejak kapan pacaran sama dia?"
Tanya Nada berusaha santai melanjutkan chat tersebut.
"Udah sekitar 4 tahunan " .
Jawaban itu membuat Nada semakin sesak.
Seketika bulir-bulir bening jatuh dari pelupuk matanya yang indah itu, ia benar benar terkejut, rasanya masih tak percaya dengan kenyataan yang di alaminya.
Selama setahun ini ia hanya di jadikan selingkuhan.
''Apa? pacar? Maksudnya apa? Jadi selama ini dia milik orang lain, lalu kenapa dia harus mendekatiku jika dia punya kekasih bahkan sudah mau tunangan,'' gumm gadis itu dengan wajah bingung.
Pikirannya terus di penuhi pertanyaan yang tidak mendapat jawaban.Ia begitu marah rasanya ingin sekali mendatangi laki-laki itu saat ini juga untuk meminta penjelasan tentang semua ini.
Dengan so tegar akhirnya Nada membalas pesan tadi "Kenapa tanya ke aku? Coba tanya aja sama calon tunangan kamu itu! Kenapa mendekatiku kalau sudah memiliki kekasih? Bahkan aku tidak tahu apapun tentang ini"
Nada sangat sedih dan kecewa perasaannnya campur aduk saat itu, dia melempar ponselnya sembarang dan terus meneteskan air matanya.
*Flashback off*
Jadi ternyata selama ini Nada hanya dijadikan selingan disaat Yoga jenuh dengan kekasihnya.
Ke esokan harinya Yoga datang menemui Nada di rumahnya.
"Nad maaf, sebenarnya Sheilla itu....kita sudah berhubungan sejak 4 tahun ini, tapi tentang perasaan aku ke kamu itu memang benar aku sayang sama kamu aku nyaman sama kamu, aku juga gak mau kehilangan kamu sayang." Ucap Yoga lirih berharap Nada memaafkan dirinya.
"Terus kenapa gak pernah bilang kalo kakak sebenarnya udah punya pacar? Selama ini kakak anggep Nada apa sih? barang mainan yang bisa seenaknya di perlakukan seperti ini hah? " .
Nada bertanya dengan sangat marah dan air mata terus menetes membasahi pipi.
Seseorang yang selama ini menebar bunga-bunga indah di hatinya kini seketika membuat hatinya begitu hancur tak tersisa.
"Aku minta maaf karena udah gak jujur lagian kamu gak nanya juga, selama ini aku pikir kamu tahu dan tak mempermasalahkan hal itu"
Jawaban Yoga membuat Nada semakin geram.
Memang benar selama ini Nada tidak pernah menanyakannya, tapi tetap saja bukan seperti itu jawaban yang di inginkan Nada.
"Oke stop aku gak mau denger apapun lagi, aku cuman mau tanya sekarang kamu pilih aku atau dia?"
Pertanyaan spontan Nada membuat Yoga berpikir sangat keras, dia bingung harus pilih siapa jika memilih Nada bagaimana dengan kekasihnya yang begitu baik kepadanya selama ini, bahkan dia sering membantunya setiap dia dalam kesulitan.
Kekasihnya itu memang dari kalangan atas sedangkan Yoga hanya mahasiswa biasa dengan latar belakang keluarga yang sederhana tak heran jika terkadang dia sering kekurangan atau telat untuk membayar kuliahnya dan wanita itulah yang selama ini handle semuanya.
Setelah terdiam cukup lama menunggu jawaban, akhirnya Nada kembali bicara.
"Ya udah lanjut sama dia aja lagian hubungan kalian udah seserius itu kan, aku minta maaf karena telah hadir diantara kalian, makasih untuk semua kebahagian yang pernah kamu kasih ke aku,"ucapnya lirih sambil menahan tangis.
Mendengar ucapan Nada seperti itu rasanya Yoga tak rela ia masih belum siap kehilangan Nada, biar bagaimanapun Yoga sudah benar-benar mencintai gadis itu.
Tapi mau bagaimana dia memang harus memilih tidak mungkin terus menginginkan keduanya.
"Maaf udah bikin kamu seperti ini, tapi tolong jangan benci aku kita masih bisa berteman kan jangan lupain aku,aku minta maaf, " ujarnya sungguh-sungguh.
Yoga berusaha meluluhkan kembali hati Nada dia benar-benar tidak bisa jika tidak berhubungan lagi dengan Nada setidaknya sebagai teman.Yoga benar benar tidak siap jika Nada membencinya.
"Cukup, silahkan pergi dan jangan pernah ganggu aku lagi!"Pekiknya.Sebuah kekecewaan tersirat di mata Nada.
Sungguh ia ingin sekali mendengar laki-laki itu mengatakan ''aku pilih kamu''. Tapi ternyata semua harapan itu tak menjadi kenyataan.
Nada cukup tau bahwa Yoga mungkin tidak benar-benar mencintainya.Hatinya sudah terlalu sakit menerima kenyataan ketika tahu Yoga memiliki kekasih dan kini ia pun lebih sakit karena ternyata cintanya tak terbalas dan Yoga tak memilihnya.
Bersambung ....