"Pak, apa-apaan ini! tolong jangan kurang ajar ya" kesal Allysa marah.
Elgard menyipitkan matanya lalu terbuka perlahan "Ada apa? biasanya dulu gitu juga kan?" senyumnya.
"Sekarang berbeda Elgard! sekarang kamu atasan saya" tegasnya lalu menjauh dari Elgard dan hendak keluar dari ruang kerjanya.
"Terus kenapa kamu tadi diam saja saat aku meminjam tanganmu?" tanya Elgard membuat langkah Allysa terhenti.
Allysa memutar badannya dan menatap Elgard "Itu karena.. karena aku" gugup Allysa bingung dengan pertanyaan sang mantan.
"Karena kau masih ada perasaan padaku kan?"
"Tidak Elgard! sudahlah aku kesini untuk bekerja!" kesalnya lalu dengan cepat pergi dari ruangan sana.
Kepergian Allysa hanya membuat Elgard tersenyum. "Semakin kau kesal, aku jadi semakin suka padamu selalu Allysa"
Dia sudah kembali ke kursinya dengan perasaan yang sangat kesal. Sementara itu Kevin sejak tadi memerhatikan tingkah lucu Allysa.
"Kurang ajar, bisa-bisanya dia malah mempermainkanku begini. Mentang-mentang dia atasanku" kesalnya.
"Kak? kamu baik-baik aja kan?" tanya Kevin sedikit berbisik karena meja mereka berjarak cukup dekat.
Allysa menoleh dan tersenyum tipis padanya "Eh ya? aku baik kok, kenapa Kevin?" tanyanya bingung.
"Tadi kak Allysa di ruangan pak Elgard lama sekali" senyum kikuk Kevin cukup penasaran, Allysa tak berkutik dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Jam istirahat pun tiba, Allysa diajak Eve dan Sarah duduk bersamanya. Mereka cukup baik pada Allysa.
"Kalian tahu cewek itu?" tanya Allysa menoleh pada wanita yang sebelumnya dia lihat di ruangan Elgard. Wanita itu selalu berpakaian minim dan seksi.
"Oh dia? dia Angela, risih ya lihat penampilannya? apalagi kita setiap hari melihatnya kayak gitu" ketus Eve.
"Banyak yang bilang dia simpanan pak Elgard karena sering banget keluar masuk ruangannya, tapi itu kayaknya fakta sih dari luar aja udah keliatan banget kan dia w*************a" tambah Sarah.
Allysa hanya mengangguk-angguk "Sepertinya dia tidak suka padaku ya" gerutunya menatapi Angela yang terlihat menatapnya sinis.
"Abaikan saja Allysa dia memang songong begitu, disini dia gak punya temen" bisik Eve lalu tertawa.
"Beruntung kau mendapatkan teman seperti kita Allysa, karena kita orangnya setia haha" sambung Sarah tertawa dan merangkul Allysa.
***
Semua karyawan berhamburan keluar dari kantor, namun ada beberapa karyawan yang masih di dalam untuk melembur.
Sementara Allysa dan Kevin terlihat keluar bersama dan mengobrol-obrol santai.
"Kak Allysa? mau aku antar pulang?" tanya Kevin dengan senyuman manis padanya, Kevin terkenal paling muda dan paling tampan disini bukan 1 2 orang yang menyukai dirinya namun Kevin selalu menolak wanita-wanita itu.
"Eh? gak usah Kev, nanti ngerepotin"
Tiba-tiba Eve dan Sarah datang mencubit gemas Allysa "Pepet terus Kevin" bisik Eve padanya dengan tersenyum.
"Allysa terima aja tawaran dia, dia anak baik-baik kok" tambah Sarah.
"Eh kalian ini" kesal Allysa memeloti keduanya yang berlalu pergi.
"Kev bawa pulang ya, jaga baik-baik temen kami" ungkap mereka sambil tertawa-tawa.
Kevin mengangguk "Ya siap" semangatnya.
"Ayo kak" ajak Kevin lalu menarik tangannya Allysa pelan.
Allysa tak bisa berkutik dan hanya mengikutinya dengan sedikit senyum di wajahnya. "Apa salahnya lagian dia juga terlihat seperti pria baik-baik" gumamnya.
Sementara dari kejauhan Elgard menatap mereka dengan tak suka. "Berani-beraninya bocah itu deketin Allysa"
Kevin membukakan pintu mobilnya untuk Allysa, di saat yang bersamaan Elgard datang dan menghalangi mereka.
"Stop!" ucap Elgard lalu menarik Allysa ke dalam pelukannya.
Kevin sangat terkejut dan menatap Elgard marah "Kau tak bisa terus seenaknya Elgard!" tekan dia dengan tatapan marah.
Allysa cukup terkejut dengan reaksi Kevin, dia perlahan menjauh dari Elgard. "Pak apa-apaan sih main tarik aja?" kesalnya.
"Kevin pulang! Allysa tidak bisa pulang sekarang, kau lupa Allysa? kau masih baru disini masih banyak pekerjaan yang harus kau selesaikan" tekan Elgard menatap Allysa dalam.
"Pak tapi pekerjaan saya sudah selesai semuanya"
"Kamu itu sekertarisku, jadi 24 jam kau harus ada disisiku! dan sekarang aku banyak sekali pekerjaan" tekannya lagi.
Kevin memutar bola matanya kesal "Elgard jika ayah tahu kau memanipulasi sekertaris seperti ini kau bisa tamat! dan aku yang akan menjadi penerus perusahaan" marah dia.
"Tunggu, jadi Kevin ini adiknya?" desis Allysa dalam hati.
"Memanipulasi katamu? ingat faktanya dia adalah sekertarisku, sekarang kau pulang Kevin sebelum aku memecatmu" tegasnya.
Dia menatap Allysa dengan senyuman pasrah "Kak Allysa jika ada apa-apa kau bisa menelponku ya?" ucapnya lalu dia memberi kartu namaya.
"Ya tenang saja Kevin" senyum angguk Allysa.
Kevin pun pergi dengan tatapan tajam pada Elgard. "Ayo" ajak Elgard pada Allysa.
Mereka masuk ke ruangan Elgard, dengan tatapan kesal Allysa duduk di kursi dan melihat berkas menumpuk.
"Kesal karena tak pulang bersama adikku? kau menyukainya?" tanya Elgard menyimpan sedikit rasa sakit di hatinya.
"Jadi dia itu adikmu?"
"Ya, adik dalam artian sedarah karena kami sangat berbeda" jawab Elgard menghela nafas.
Allysa menatapnya tajam "Jelas dia sangat berbeda denganmu, dia sopan dan lemah lembut" jawabnya.
Elgard mendekati Allysa dan menatapnya sangat intens "Kau tak boleh tertarik pada siapapun Allysa, karena kau akan selalu menjadi milikku selalu" tekannya.
"Stop Elgard, kita sudah berbeda. awas! aku akan bekerja" kesal Allysa lalu mendorong d**a bidang Elgard supaya menjauh darinya.
Namun tak satu sentipun dia berhasil menjauhkannya, Elgard justru tersenyum dan menjatuhkan dirinya pada tubuh mungil Allysa. Allysa sangat terkejut dan panik.
"Elgard awas! ih" kesalnya dengan sekuat tenaga menjauhkannya darinya.
"Coba saja kalau bisa, kau masih punya hutang padaku Allysa. Kau meninggalkanku begitu saja" ujar Elgard.
"Ya maaf atas keputusanku dulu dan mari kita lupakan itu" serius Allysa.
Elgard lalu menatap Allysa tajam "Lupakan? sejak kau meninggalkanku sedetikpun aku tak bisa melupakanmu Allysa. Jelaskan padaku kenapa kau meninggalkanku?"
"Itu.. karena aku ingin lebih fokus pada mimpiku"
"Bohong, matamu jelas bohong Allysa" senyum ketus Elgard lalu menjauh darinya.
Allysa menghela nafasnya, sedikitpun dia tidak ingin mengingat hal paling menyakitkan itu. "Aku akan mencari tahu sendiri Allysa, meskipun selama ini aku mencari tetap tidak kutemukan jawabannya"
"Sudahlah, berhenti mengoceh aku akan bekerja pak CEO" tekan Allysa lalu kembali fokus ke laptopnya.
Sementara Elgard duduk di kursinya, dari jarak yang cukup jauh dengan Allysa dia tak pernah memalingkan tatapannya.
***
Angela berdiri sendirian di rooftop dia tersenyum jahat melihat ponselnya setelah berhasil membututi Elgard dan mendapati foto Elgard yang memegang tangan Allysa.
"Luar biasa, sejak bersama pak Ceo aku baru tahu sekarang ternyata Kevin adalah adiknya? dan wanita ini, ternyata dia masa lalu pak Ceo? kurang ajar aku harus memberitahu bu Diana" senyumnya.
"Yap, aku sudah berhasil mendapatkan nomor bu Diana lalu aku kirimkan foto mereka berdua dan beritahu bahwa mereka adalah pasangan saat kuliah aku yakin semuanya akan sangat seru" tawanya setelah berhasil mengirim pesan pada Diana.
***
Brakk!
Pintu ruangan CEO Elgard terbuka lebar, Diana berdiri diambang sana dengan tatapan sangat marah. Dia lalu bergegas ke arah Allysa yang terlihat duduk di kursinya dan mengerjakan berkas-berkas.
"Apa-apaan ini Diana?" teriak Elgard.
Diana menarik rambut Allysa lalu menyeretnya keluar dari ruangan. "Keluar kau! hari ini juga kau di pecat! dasar jalang murahan, mencari posisi sekertaris ini ya sejak dulu? karena mau Elgard kembali ke pelukanmu? kau mantannya Elgard saat kuliah kan?" tawa Diana lalu menamparnya sangat keras.
"Stop! kau keterlaluan Diana" Elgard menarik Allysa dalam pelukannya.
"Sial, kau lebih memilih sampah ini? aku ini tunanganmu Elgard!" tekannya sembari memperlihatkan cincin pertunangan mereka.
Allysa menjauh dari Elgard "Maaf bu Diana tapi aku tak tahu kalau ini perusahaan El"
"Yap kalau tak tahu pergi sekarang juga dari sini kau di pecat!"
"Ya baiklah" Allysa pun pergi dari hadapan mereka.
Elgard hendak mengejar Allysa namun Diana menghalanginya "Kau ingin perusahaan ayahmu yang berpuluh-puluh tahun dia bangun sendiri hancur begitu saja? hah?"
"Diana, kau keterlaluan"
"Berhenti Elgard sayang, siapa yang tak marah melihat tunangannya dekat dengan mantannya lagi?" ucap Diana lalu memeluknya erat.
Elgard terpaku dia tak bisa berbuat apa-apa. "Allysa maaf, aku akan mencoba memperbaiki ini semua"
***
"Haha lihatkan pak Elgard itu cuma punya bu Diana, dan aku" tawa Angela yang tiba-tiba ada di hadapan Allysa, namun Allysa sangat enggan menjawabnya.
"w************n sepertimu tak pantas disini, hushh" ujarnya lagi.