Hugo akan tetap tinggal di Bath ketika keluarga Berrow kembali ke London.
Kabar tersebut tidak seharusnya mengejutkan Annalise. Ia sudah mengetahui keinginan pemuda itu, bahkan pernah membantu mempertemukannya dengan kesempatan yang sekarang dimiliki. Namun, ketika keputusan dinyatakan dengan waktu serta rencana yang jelas, perpisahan terasa lebih nyata daripada semua percakapan sebelumnya.
Ruthbone menjelaskan bahwa Hugo dapat melanjutkan pelajaran di bawah pengawasannya. Penilaian selama beberapa minggu terakhir menunjukkan kesungguhan yang cukup untuk mempertahankan pengaturan tersebut. Surat kepada ayah Hugo sedang disiapkan agar keluarga mengetahui keadaan serta rencananya langsung.
Annalise mendengar kabar itu ketika datang bersama Lady Gresham untuk kunjungan yang sudah dijadwalkan.
Ia memandang Hugo. Pemuda itu terlihat bangga, tetapi menahannya seperti takut perasaan tersebut akan menyakiti gadis yang pernah berharap terlalu banyak kepadanya.
Annalise tidak ingin menjadi alasan seseorang menyembunyikan kebahagiaannya.
"Selamat," katanya. "Kau memang menginginkannya."
Senyum Hugo muncul perlahan. "Terima kasih, Milady."
Tenggorokannya sedikit sakit, tetapi Annalise berhasil membalas senyum tanpa berpura-pura semuanya mudah.
***
Setelah pemeriksaan selesai, ia mendapat kesempatan berbicara sebentar dengan Hugo di dekat ruang kerja, sementara Wilda menunggu beberapa langkah dari mereka. Tidak ada rencana mengucapkan perpisahan yang megah. Mereka masih akan berada di kota yang sama untuk beberapa waktu.
Justru hal-hal kecil lebih dahulu muncul.
Annalise menanyakan apakah pemuda itu sudah memberi tahu ayahnya sendiri, di luar surat yang akan dikirim Ruthbone. Hugo mengangguk. Ia menulis mengenai pelajaran serta tempat tinggal yang telah dibicarakan, lalu mengakui bahwa ayahnya mungkin akan membaca surat tersebut kepada setiap orang di ruang pelayan.
"Tentu. Dia akan sangat bangga."
"Barangkali juga khawatir saya lupa bagaimana bekerja dengan benar setelah terlalu banyak membaca."
Annalise tertawa. Ia mengenal kepala pelayan keluarganya cukup baik untuk membayangkan kalimat tersebut.
Mereka membicarakan beberapa kenangan yang tidak seluruhnya berkaitan dengan cinta yang tidak pernah menjadi hubungan. Ada perjalanan mencari dokter, buku yang sulit dipinjam, serta kejadian ketika Hugo begitu sibuk menjelaskan sesuatu sampai tidak menyadari Annalise telah tertidur.
"Aku tetap mendengar bagian awalnya," bela gadis itu.
"Bagian awalnya hanya judul."
Tawa mereka tidak menghapus rasa sedih. Namun, Annalise senang karena tidak semua yang pernah dibagi harus berubah menjadi sesuatu yang memalukan hanya karena dirinya menginginkan lebih banyak daripada yang dapat diberikan Hugo.
***
Pemuda itu sempat melirik cincin di tangannya, tetapi tidak menanyakan apakah dirinya bahagia bersama Thomas. Annalise justru memilih mengatakan bahwa ia masih mempertimbangkan pertunangan tersebut.
"Aku tidak ingin memakai orang lain sebagai jalan keluar dari rasa kecewa," katanya.
Hugo mengangguk dengan wajah serius. Ia tidak memberi nasihat mengenai siapa yang harus dipilih, juga tidak mengisyaratkan bahwa perubahan keputusan Annalise akan membuka kesempatan baru di antara mereka.
Kejelasan itu masih terasa pahit, tetapi lebih baik daripada harapan yang sengaja dibiarkan hidup karena seseorang takut menyakiti.
"Aku akan merindukan sahabatku," ujar Annalise.
"Saya juga akan merindukan Anda. Kita masih dapat berkirim kabar."
Ia mengangguk. Surat tidak harus berisi penantian tersembunyi. Mereka boleh mengetahui kehidupan masing-masing tanpa terus mencoba mengubahnya menjadi sesuatu yang tidak dipilih berdua.
Ruthbone memanggil Hugo beberapa saat kemudian. Pemuda itu meminta izin kembali bekerja, dan Annalise membiarkannya pergi tanpa menciptakan alasan baru agar ia tetap tinggal.
Setelah punggungnya menghilang, gadis itu berdiri diam. Wilda mendekat dan menanyakan apakah mereka perlu menunggu lebih lama.
"Tidak," jawabnya. "Mama pasti sudah selesai berbicara dengan Isabel."
Keduanya saling pandang, lalu Annalise mengoreksi sendiri.
"Atau setidaknya kita dapat mencoba menyelamatkannya."
***
Di dalam kereta, Lady Gresham tidak langsung bertanya mengapa putrinya lebih banyak memandang jendela. Ia membiarkan Bath bergerak melewati mereka sebelum menyentuh tangan Annalise.
"Kau sedih mengenai Hugo."
Gadis itu mengangguk. "Tetapi aku senang dia bisa tinggal dan belajar."
"Kedua hal itu dapat terjadi bersamaan."
Annalise menatap ibunya. Selama ini ia mengira melepaskan berarti harus berhenti merasakan apa pun pada saat keputusan dibuat. Ternyata ia masih dapat bersedih tanpa menjadikan kesedihan itu alasan meminta Hugo mengubah arah hidup.
Ia kemudian meminta maaf karena telah menggunakan kesehatan dan keengganan mengikuti season untuk menunda pembicaraan yang sebenarnya lebih pribadi.
Lady Gresham menerima permintaan maaf itu, lalu mengakui bahwa kekhawatirannya sendiri kadang membuat Annalise sulit mengatakan hal lain selain sedang baik atau sedang sakit.
"Mama bisa belajar mendengarkan jawaban yang lebih panjang," katanya.
Gadis itu tersenyum dan menyandarkan kepala sebentar pada bahu ibunya, sebelum jalan yang sedikit berguncang membuat keduanya kembali duduk tegak.
Ketika tiba di rumah, ayahnya sedang memeriksa sebuah surat di ruang duduk. Ia mengangkat wajah ketika Annalise masuk dan bertanya apakah mereka membawa seluruh kabar Bath dari rumah Isabel.
"Belum, Papa. Kami pulang sebelum jilid kedua dimulai."
Duke of Berrow tertawa dan menggeser kursi di dekatnya. Annalise duduk, lalu menceritakan rencana Hugo. Ayahnya mendengarkan dengan perhatian yang sama seperti ketika mendengar urusan putra-putranya sendiri.
"Ayahnya akan senang mendengarnya," katanya. "Dia selalu menyimpan kabar baik anaknya sampai seseorang menanyakan dengan tepat. Setelah itu sulit menghentikannya."
"Papa jangan menggodanya terlalu banyak."
"Aku akan mencoba."
Annalise mengenali janji yang sengaja dibuat tidak terlalu kuat itu. Ia membayangkan kepala pelayan mereka berdiri lebih tegak saat membicarakan Hugo, dan untuk pertama kali sejak meninggalkan klinik, bayangan masa depan pemuda itu tidak segera membawanya kembali kepada kehilangan sendiri. Ada keluarga lain yang sedang menunggu kabar tersebut dengan bangga.
Tidak ada akhir besar pada sore tersebut.
Hanya dua orang yang mulai mengatakan hal-hal yang sebelumnya selalu dibungkus alasan lain.
***
Di tempat lain, Matthew mengirim salinan laporan yang telah disiapkan kepada pihak yang akan meneruskannya ke London. Thomas memeriksa bagian terakhir, lalu mengembalikan berkas tanpa menambahkan perjalanan yang tidak dibicarakan.
Mereka masih perlu menemui pejabat yang menerima laporan akhir ketika kembali. Akan tetapi, tidak ada kebutuhan meninggalkan Bath malam itu juga. Rencana perjalanan dapat disusun bersama urusan yang memang sudah dijanjikan.
Matthew mengatakan dirinya ingin mengetahui jadwal rombongan setelah pertunjukan terakhir sebelum menetapkan hari keberangkatan sendiri. Ia tidak meminta seluruh tugas dipindahkan mengikuti Joanna, hanya kesempatan mempertimbangkan waktu bersama adiknya.
Thomas menyetujuinya dan meminta pilihan tanggal yang memungkinkan. Percakapan itu singkat, tetapi tidak lagi memerlukan dugaan tentang apakah pertanyaan pribadi akan dianggap mengganggu kesetiaan.
Ketika sepupunya keluar, Thomas melihat surat yang baru datang dari Annalise. Gadis itu meminta waktu berbicara pada sore berikutnya, bersama pengetahuan orang tuanya.
Tidak ada penjelasan panjang mengenai alasan.
Thomas membaca permintaan tersebut dua kali sebelum menulis jawaban bahwa ia akan datang.
Ia tidak mengirim seseorang untuk mencari tahu apa yang ingin dikatakan Annalise lebih dahulu.
Jika ia menuntut kesempatan dipercaya, barangkali inilah saatnya membiarkan sebuah percakapan datang tanpa menyiapkan seluruh hasilnya.