Tiga hari sudah berlalu, kini luka – luka di tubuh Hasan perlahan sudah mulai mengering meskipun terdapat beberapa luka memar yang memang masih terlihat sedikit konstras terlihat di beberapa bagian wajahnya. Namun, setidaknya kini keadaan laki – laki itu sudah jauh lebih baik dibandingkan beberapa hari yang lalu.
Hasan yang saat itu sedang terlihat asik dengan leptopnya di ruang tamu langsung menoleh saat dia merasa ada sesuatu yang bergerak didekat jari kakinya. Namun, sesaat kemudian bibir Hasan langsung menyunggingkan senyuman saat dia melihat Bilqislah yang saat itu memang sedang duduk di dekat kakinya, dan sesuatu yang terasa bergarak tadi adalah tangan kecil yang yang sedang memainkan jari kakinya.
“Ngapain duduk di situ sayan, sini duduk sini” uja