Tidak ada yang lebih melegakan bagi Hasan selain melihat semua orang – orang yang dia sayang tetap berada didekatnya dan dalam keadaan baik – baik saja. Karena, bagi Hasan senyum bahagia mereka adalah obat paling menujarab baginya, semua rasa sakit yang tubuhnya rasakan seakan terbayang dengan tawa dan canda mereka. Seperti itulah yang selama ini Hasan rasakan, sehingga sepahit apapun keadaan yang harus dia lalui, dia masih bisa tersenyum karena senyumnya ada dari orang – orang yang dia sayang.
Hasan tersenyum kecil saat pertama kali dia membuka mata hal pertama kali dia lihat adalah wajah adiknya. Mungkin, semalam setelah tidak bisa berhenti menangis karena bahagia atas kepulangannya dan tidak tega melihat keadaannya, Alina ketiduran di kamarnya, karena saat semalam