Hasan, tidak pernah merasa keberatan sedikitpun saat jika dia harus melakukan apapun demi melindungi orang – orang yang disayanginya sekalipun itu harus mengorbankan keselamatannya sendiri. Karena bagi Hasan, keselematan mereka, bahagia mereka, adalah suatu hal terpenting dalam hidupnya. Jadi, datang menggantikan posisi Maryam tidak sedikitpun Hasan sesali.
“Kau yang salah di sini bukan kami, kau yang mengantarkan diri mu sendiri pada lubang kematian, jika saja yang datang adalah Maryam maka penyiksaan ini tidak akan terjadi” ujar kakek Aland, sambil mencengkram pipi Hasan dengan kencang
Saat itu, tidak ada yang bisa Hasan lakukan dengan tangan yang terikat di kursi saat kakek Aland bersama anak buah – anak buahnya terus memaksa Hasan untuk membujuk Marya