“Tante, Om dan Adnan gak ikut?” tanya Laura pada Rania, yang kini telah membuka cadarnya karena hanya ada para wanita di ruangan itu.
“Om sedang ada urusan, dan Adnan membantu abinya. Maaf, ya, mereka tidak bisa datang, hanya menitip salam aja,” ujar Rania. Ia tak mau menjelaskan kalau Adnan dan suaminya sedang berada di Barania Resto. Adnan dan Zahra sudah memberi tahu sebelumnya kalau Laura tidak tahu Barania Resto adalah milik mereka. Hanya tahu kalau Adnan bekerja di sana.
“Oh, iya, gak apa-apa, Tante. Semoga dimudahkan.”
Mereka berempat—Laura, Rania, Zahra, Bi Asih—pun mengobrol ringan, yang membuat Laura sejenak melupakan kesedihannya.
Setelah satu jam bercengkerama, Rania dan Zahra berpamitan pulang.
“Tante, Zahra, terima kasih sudah mau datang ke rumah saya, sudah membuat