“Laura, tunggu!”
Rania dan Bi Asih mengejar gadis itu turun ke lantai satu.
Di bawah, para kerabat yang sudah siap menyambut kepulangan jenazah dengan segala kebutuhan pemakanan terkejut dengan kehadiran Laura yang berlari sambil menangis.
Laura yang berlari sangat kencang langsung keluar rumah dari pintu yang memang tidak ditutup. Semua orang yang berada di teras rumah pun ikut terkejut.
“Non Laura ...!” teriak Bi Asih.
Kerabat yang berada di luar segera berlari menahan gadis itu agar tidak keluar dari gerbang rumahnya. Mereka menarik Laura kembali ke dalam rumah meski gadis itu terus meronta untuk dilepaskan.
Sementara, mobil ambulans yang membawa jasad Hans serta mobil kepolisian yang mengiringi di belakangnya, sudah tiba di depan gerbang. Sekuriti segera membuka gerbang untu