“Tolong jaga Laura. Saya percaya kalian orang-orang yang baik.”
Kalimat lelaki paruh baya itu terus terngiang-ngiang di benak Adnan. Ia tak menyangka kedatangannya ke rutan untuk menjenguk ayahnya Laura justru berujung dengan sebuah permintaan yang cukup berat dari lelaki itu. Ia sendiri pun tak mengerti bagaimana melaksanakan amanah tersebut.
“Bagaimana menurutmu, Adnan?” tanya Bara seraya menyetir mobilnya menuju Barania Resto.
Adnan tersadar dari lamunannya. Ia memandang sang ayah tanpa bisa menjawab.
“Sepertinya semuanya sudah Allah atur,” ujar Bara kemudian.
“Maksud Abi?”
“Ya ... gak ada yang kebetulan di dunia ini.”
Singkat, tetapi kalimat Bara mampu dipahami oleh Adnan yang memang sejak kecil sudah didik dengan pemahaman agama yang baik.
Adnan hanya mengangguk tanda paha