“Kak, kenapa Kakak malah jawab kayak gitu ke Mbak Laura? Orang lagi sedih, butuh solusi, malah disuruh mikir sendiri!” celoteh Zahra di tengah suara angin dan lalu lalang kendaraan lain. Ia tak sabar untuk segera protes dengan sang kakak.
Motor sang ayah yang mereka bawa pun berhenti kala lampu merah menyala.
“Terus Kakak harus jawab apa? Apa Kakak harus bilang ‘Yang sabar, ya, Laura. Kamu pasti kuat.’ atau Kakak harus bilang ‘Kamu gak sendirian, kok. Kami siap selalu ada untukmu.’ Apa harus begitu?”
“Ya gak gitu juga, Kak. Setidaknya, bilang apa, kek.”
“Zahra, perempuan dan laki-laki itu berbeda. Perempuan menggunakan perasaannya lebih dominan kalau ada masalah. Sedangkan laki-laki menggunakan akal. Jadi, kalau perempuan curhat, laki-laki jawabnya pasti seperti Kakak tadi.”
“Hmm, ya