Adnan terus mengikuti mobil hitam yang ditunjuk oleh adiknya.
“Kamu yakin Laura diculik di mobil itu? Bukan taksi yang Laura pesan?” teriak Adnan di tengah angin dan suara-suara kendaraan.
“Yakin, Kak! Mbak Laura minta tolong dengan memukul-mukul kaca mobil. Mulutnya dilakban!” sahut Zahra dengan suara yang tak kalah kencang agar sang kakak mendengar.
Adnan semakin panik. Ia menaikkan kecepatan motornya agar tidak kehilangan jejak mobil itu. Ia yakin orang yang membawa Laura saat ini adalah orang-orang dari kelompok yang sama dengan yang menculiknya waktu itu di belakang gedung Taill.
Di belakangnya Adnan, Zahra mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan kepada sang paman, Pandu.
[Om, Zahra dan Kak Adnan sekarang sedang mengejar mobil yang menculik teman Kak Adnan. Tolong kami, Om