Adnan tiba di halaman parkir motor gedung Fakultas Hukum. Ia bergegas masuk ke ruangan kelas. Masih ada waktu sepuluh menit untuk berbicara dengan Laura dan meminta maaf padanya atas apa yang telah ia lakukan semalam terhadap gadis itu, yang telah menolong adiknya.
Sesampainya di ruangan, Adnan tidak melihat sosok Laura meski ia sudah mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan. Ia hanya melihat Aisyah yang sedang membaca buku sendirian. Adnan lantas menghampiri gadis itu untuk menanyakan keberadaan Laura.
“Assalamualaikum,” sapa Andan.
“Waalaikumussalam.” Aisyah menutup bukunya dengan menahan halaman yang ia baca menggunakan jari.
“Apa Laura belum datang?” tanya Adnan.
Aisyah menggeleng. “Belum. Kenapa, Akhi?” tanya Aisyah penasaran, mengapa sepagi ini Adnan mencari temannya.