Pesawat yang dinaiki Laura sudah lepas landas. Adnan, Zahra, dan kedua orang tuanya, serta Aisyah dan Zayyan menatap pesawat yang semakin tinggi dan semakin terlihat kecil itu.
Ada getar-getar yang tak biasa membalut hati Adnan atas kepergian Laura. Sedih, tak rela, khawatir, serta rindu yang masih samar-samar berbaur menjadi satu.
Sejak pengakuan Laura malam itu, ia pernah lagi bertemu dengannya. Bahkan, sebelum keberangkatan Laura tadi, Adnan tak berani menatap gadis itu. Ia hanya menunduk dan mendengar ucapan perpisahan Laura dengan keluarga dan teman-temannya.
Namun, dalam hati Adnan terus berdoa agar Allah senantiasa menjaga Laura dan memberikan pergaulan yang baik di Amerika, yang bisa menuntun gadis itu untuk lebih dekat dengan-Nya.
“Adnan, Abi dan Umi pulang duluan,” ucap Ba