Malam semakin larut. Entah kenapa Adnan belum bisa tidur seperti biasanya. Ia terngiang-ngiang pembicaraannya siang tadi bersama sang adik mengenai Zahra. Apa benar gadis itu hanya sekadar belajar agar lulus kuliah dengan baik? Atau Laura bekerja sampingan untuk kebutuhan hidupnya?
Adnan merasa iba dan kasihan terhadap Laura. Jika memang temannya itu bekerja sampingan, ia harap Laura mendapatkan pekerjaan yang halal dan baik.
Seorang gadis dari keluarga kaya, terbiasa hidup mewah, lalu tiba-tiba harus bekerja untuk memenuhi kebutuhannya, entah mengapa membuat hati Adnan terusik. Ia merasa tidak tega melihat Laura dalam kesusahan sendirian, tanpa ada tempat bergantung.
‘Aku jadi sangat ingin tahu, apa sebenarnya urusan yang dikerjakan Laura selama ini?’ batin Adnan.
Ia pun memutuska