Nama yang terukir di hiasan dinding rumah Adnan membuat Laura berpikir keras untuk mengingatnya. Bara, Rania, Barania. Ia mencoba menghubungkan ketiganya.
Laura akhirnya teringat nama pemilik dari Barania Resto. Dan ia pun kini yakin bahwa restoran tersebut milik wanita yang ada di hadapannya. Dan, selama ini ternyata Adnan adalah anak dari pemilik restoran besar itu.
‘Jadi, selama ini Adnan menutup-nutupi identitasnya? Zahra dan uminya juga?’ batin Laura.
“Ada apa, Nak?” tanya Rania yang melihat gadis itu melamun.
“Eh, enggak ada apa-apa, Tante.”
“Tante lihat kamu melamun.”
“Hmm, anu. Tiba-tiba teringat sesuatu.”
“Apa ada masalah?” tanya Rania dengan wajah khawatir yang terlihat tulus. Hati Laura selalu luluh melihat wajah wanita berhijab lebar yang selalu teduh itu.
“Gak ada