“Tumben kamu duduk di sini, Zay?” tanya Adnan heran melihat Zayyan yang biasanya duduk di belakang, kini duduk di samping Laura dan Aisyah.
“Biar lebih dekat aja dengan teman satu kelompok,” jawab Zayyan.
“Oh.” Tanpa basa basi lagi, Adnan langsung berjalan ke meja di belakang Laura.
Adnan memperhatikan Zayyan yang terlihat beberapa kali mencuri pandang ke arah Laura. Ada kecurigaan di hati Adnan terhadap temannya itu. Sebagai sesama pria, ia bisa menilai tatapan seperti apa yang dilemparkan Zayyan kepada Laura.
Seusai kuliah, Zayyan kembali menawarkan diri untuk menemani Laura ke perpustakaan.
“Jadi, Ra?” tanya Zayyan yang sudah siap dengan ransel di punggungnya.
“Oh, iya. Jadi.”
“Mau ke mana, Ra?” tanya Aisyah.
“Ke perpus, Ai. Aku mau cari bahan untuk bagianku.”
“Bareng Za