Bagian I: Menembus Benteng Batu Karang Keraton.
Gerobak-gerobak kayu raksasa berdinding jati tebal buatan Banyu merayap pelan di atas jalan berbatu yang membelah pinggiran Kota Karang Keraton. Ibu kota karesidenan itu menyambut rombongan Persekutuan Tiga Dapur dengan bau asing yang menyesakkan d**a. Berbeda dari wangi asam gelugur yang menenangkan di hulu atau gurihnya embun laut di Teluk Bandar Hitam, udara Karang Keraton diselimuti jelaga uap batu bara dan bau tajam zat kimia pemutih yang memancar dari cerobong-cerobong tinggi Pabrik Pusat Serikat Dagang Nusantara.
Benteng batu setinggi lima belas meter mengelilingi kota, dengan menara-menara pengawas yang ditempatkan setiap seratus langkah. Di gerbang utama, barisan pengawal berseragam biru tebal dengan senapan bayonet memeriksa setia