Bambang memaksakan bibirnya untuk menyungging saat menatap wajah lelaki paruh baya yang berdiri di depannya. Detik berikutnya, kepalanya menoleh dari kanan ke kiri dan kembali lagi seiring pandangannya menyebar ke sepenjuru bagian dalam warung bertema putih. Ia meneliti suasana di dalam warung yang begitu ramai pengunjung. "Tapi Pakde, saya perlu gorengannya cepat," ucap Bambang kembali menoleh lurus menatap wajah lelaki paruh baya berkumis tebal berwarna abu-abu yang berdiri di depannya seiring raut senyum terpaksa kembali terukir.
Pakde Nasip membuang wajahnya ke samping kanan, "Ya sudah kalau kamu nggak mau, nggak apa-apa sih, ..." ucapnya sambil kedua bola melirik ke arah kiri di mana Bambang berada, "... Tapi, saya nggak bisa janji ya, kalau gorengannya cukup buat kamu," sambungnya s