Setelah menyalakan mesin pada motor matik berwarna hijau, kedua tangan sudah mulai bersiap pada posisi. Kaki kanannya terangkat dan menapak di atas permukaan pijakan motor, sementara kaki kiri masih bertahan untuk menumpu agar motor matik hijau yang ditungganginya tidak miring atau bahkan jatuh. Ia menolehkan kepalanya ke atas, menatap ke arah awan yang sudah disinari cahaya jingga dari matahari yang setengah bersembunyi.
"Sebentar lagi gelap, aku harus cepetan sebelum suami Lala balik lagi," gumam Bambang mengangguk pasti, kemudian menurunkan tatapannya ke arah lurus. Tatapan kedua matanya mulai tajam seiring mulutnya yang mengerucut. Detik berikutnya, cengkraman jemari tangan kanannya mulai memutar pegangan karet di bagian kanan stang motor ke arah belakang, menarik tali pemacu yang men