Bambang menghentikan gerakan menoleh, juga mengentikan lirikan tajam ke sepenjuru bagian dalam tenda biru. Tatapannya kini memaku pada satu arah, yaitu Lala.
Tapi, Lala tidak sendirian. Ia ditemani seorang wanita yang usianya lebih muda darinya, Sindi adiknya. Walaupun Lala merupakan seorang yang lebih dulu berada di kehidupan, mendahului Sindi, tapi semua orang yang melihat tahu bahwa Sindi lebih dulu menyusul untuk perihal kehidupan rumah tangga yang rumit. Jelas sekali itu dipastikan dengan ketidak-beradaan sosok lelaki yang hadir di samping Sindi, sosok lelaki yang membantunya dalam hal merawat seorang balita perempuan yang kini berada dalam pangkuan Sindi seorang.
Bambang mengangkat kaki kanannya yang tergerak seperti hendak melangkah maju, tapi ia mengurungkannya dan kembali terlet